Javascript must be enabled to continue!
GEREJA DAN KEMISKINAN:DISKURSUS PERAN GEREJA DI TENGAH KEMISKINAN
View through CrossRef
Fibry Jati Nugroho, Gereja dan Kemiskinan: Diskursus Peran Gereja di Tengah Kemiskinan.Permasalahan kemiskinan bukan hanya menjadi masalah lokal, namun menjadi masalah yang digumulkan oleh dunia. Gereja sebagai mandataris Tuhan di tengah dunia, dituntut untuk dapat berperan dalam membantu masalah kemiskinan. Bagaimanakah sewajarnya gereja berperan di tengah kemiskinan masyarakat? Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, serta meminjam pemikiran Karl Marx,untuk menelisik peran gereja dalam membantu mengatasi permasalahan kemiskinan. Panggilan gereja yang seharusnya adalah untuk menyuarakan ketidakadilan dan penindasan hak-hak orang miskin. Gereja hadir untuk berpihak kepada yang lemah, tidak berdaya, miskin, dan yang terpinggirkan. Jika gereja tidak memiliki keperpihakan kepada yang lemah, maka kehadiran gereja tidak memiliki makna. Gereja perlu terus menerus menyuarakan kritik profetisnya tanpa pandang bulu terhadap berbagai penyalahgunaan kekuasaan, terjadinya ketidakadilan, terampasnya hak-hak masyarakat, dan terhadap sistim yang menindas serta memiskinkan manusia. Spiritualitas dan religiusitas jemaat juga harus sampai kepada sebuah kesalehan sosial, di mana energi spiritual yang dimiliki jemaat mampu untuk mendorong kepeduliannya akan berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Spiritualitas seperti inilah yang harus menjadi perhatian gereja dalam membangun kehidupan jemaat. Salib harus dipahami sebagai refleksi atas penderitaan dan kematian Kristus, namun di saat yang sama pula harus mampu membuka mata dan telinga akan penderitaan, kesengsaraan, dan pengharapan manusia akan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Disitulah gereja berperan.
Title: GEREJA DAN KEMISKINAN:DISKURSUS PERAN GEREJA DI TENGAH KEMISKINAN
Description:
Fibry Jati Nugroho, Gereja dan Kemiskinan: Diskursus Peran Gereja di Tengah Kemiskinan.
Permasalahan kemiskinan bukan hanya menjadi masalah lokal, namun menjadi masalah yang digumulkan oleh dunia.
Gereja sebagai mandataris Tuhan di tengah dunia, dituntut untuk dapat berperan dalam membantu masalah kemiskinan.
Bagaimanakah sewajarnya gereja berperan di tengah kemiskinan masyarakat? Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, serta meminjam pemikiran Karl Marx,untuk menelisik peran gereja dalam membantu mengatasi permasalahan kemiskinan.
Panggilan gereja yang seharusnya adalah untuk menyuarakan ketidakadilan dan penindasan hak-hak orang miskin.
Gereja hadir untuk berpihak kepada yang lemah, tidak berdaya, miskin, dan yang terpinggirkan.
Jika gereja tidak memiliki keperpihakan kepada yang lemah, maka kehadiran gereja tidak memiliki makna.
Gereja perlu terus menerus menyuarakan kritik profetisnya tanpa pandang bulu terhadap berbagai penyalahgunaan kekuasaan, terjadinya ketidakadilan, terampasnya hak-hak masyarakat, dan terhadap sistim yang menindas serta memiskinkan manusia.
Spiritualitas dan religiusitas jemaat juga harus sampai kepada sebuah kesalehan sosial, di mana energi spiritual yang dimiliki jemaat mampu untuk mendorong kepeduliannya akan berbagai persoalan kehidupan masyarakat.
Spiritualitas seperti inilah yang harus menjadi perhatian gereja dalam membangun kehidupan jemaat.
Salib harus dipahami sebagai refleksi atas penderitaan dan kematian Kristus, namun di saat yang sama pula harus mampu membuka mata dan telinga akan penderitaan, kesengsaraan, dan pengharapan manusia akan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Disitulah gereja berperan.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
GEREJA DAN KEMISKINAN: DISKURSUS PERAN GEREJA DI TENGAH KEMISKINAN
GEREJA DAN KEMISKINAN: DISKURSUS PERAN GEREJA DI TENGAH KEMISKINAN
Gereja dan Kemiskinan: Diskursus Peran Gereja di Tengah Kemiskinan.Permasalahan kemiskinan bukan hanya menjadi masalah lokal, namun menjadi masalah yang digumulkanoleh dunia. Gerej...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...
Peran GKII di Kalimantan Barat dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Peran GKII di Kalimantan Barat dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Studi ini menganalisis peran Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Kalimantan Barat dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Kemiskinan menjadi masalah serius yang dihadap...
Kajian Teologis Peranan Gereja Dalam Memerdekakan Masyarakat Dari Kemiskinan
Kajian Teologis Peranan Gereja Dalam Memerdekakan Masyarakat Dari Kemiskinan
Poverty is a reality that exists within society and is an unavoidable aspect of human life. The Bible explicitly discusses poverty as a constant presence in human existence. The Ch...
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Abstract: A healthy church is a church that experiences full growth both in quantity (quantity and distribution) and quality (spirituality that reflects the example of Christ). In ...
PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
PEMETAAN EFEK SPASIAL KEMISKINAN SELURUH KABUPATEN DI INDONESIA
Kemiskinan menjadi salah satu penghambat sulitnya suatu daerah/negara untuk maju. Kemiskinan menyebabkan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, akibat ketidakmampuan mengakses pen...

