Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS GAYA BELAJAR DIFERENSIASI TERINTEGRASI BUDAYA(CRT) PADA MATERI EKONOMI MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
View through CrossRef
This study examines the learning styles of 4th grade elementary school students in economics material, with special attention to visual, auditory and kinesthetic aspects. The research aims to understand the relationship between basic economic concepts and students' cultural backgrounds, as well as finding related local economic activities. It is hoped that the research results can help develop diverse learning methods, especially with culturally responsive teaching approaches. This qualitative research used literature study at SDN Palebon 02 Semarang, involving 27 grade IV students. Data was collected through observation, unstructured interviews and documentation. The analysis used the Miles and Hubberman method, including reduction, presentation and drawing conclusions. Findings: The learning styles of class IV students at SDN Palebon 02 Semarang varied (auditory 37%, visual 33%, kinesthetic 30%). Differentiated learning integrates Culturally Responsive Teaching and Problem Based Learning, including differentiation of content, processes and products. The use of media and activities is adapted to learning styles, accompanied by integration of local culture and continuous evaluation to improve learning. .Class 4B of SDN Palebon 02 shows various learning styles: visual 33%, auditory 37%, and kinesthetic 30%. This approach increases meaningful learning experiences and motivation. It is recommended that teachers implement differentiated learning with Culturally Responsive Teaching using Problem Based Learning by linking the material to the local economic culture of Semarang, can encourage active participation, and pay attention to student diversity through interactive media and cultural artifacts.
ABSTRAKStudi ini meneliti gaya belajar siswa kelas 4 SD pada materi ekonomi, dengan perhatian khusus pada aspek visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian bertujuan memahami hubungan antara konsep ekonomi dasar dan latar belakang budaya siswa, serta menemukan aktivitas ekonomi setempat yang berkaitan. Diharapkan hasil penelitian dapat membantu mengembangkan metode pembelajaran yang beragam, terutama dengan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap budaya.Penelitian kualitatif ini menggunakan studi pustaka di SDN Palebon 02 Semarang, melibatkan 27 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Analisis menggunakan metode Miles dan Hubberman, mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil temuan: Gaya belajar siswa kelas IV SDN Palebon 02 Semarang bervariasi (auditori 37%, visual 33%, kinestetik 30%). Pembelajaran berdiferensiasi mengintegrasikan Culturally Responsive Teaching dan Problem Based Learning, mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Penggunaan media dan aktivitas disesuaikan dengan gaya belajar, disertai integrasi budaya lokal dan evaluasi berkelanjutan untuk perbaikan pembelajaran. .Kelas 4B SDN Palebon 02 menunjukkan gaya belajar beragam: visual 33%, auditori 37%, dan kinestetik 30%. Pendekatan ini meningkatkan pengalaman belajar bermakna dan motivasi. Disarankan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan Culturally Responsive Teaching menggunakan Problem Based Learning dengan mengaitkan materi dengan budaya ekonomi lokal Semarang, dapat mendorong partisipasi aktif, dan memperhatikan keragaman siswa melalui media interaktif dan artefak budaya.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: ANALISIS GAYA BELAJAR DIFERENSIASI TERINTEGRASI BUDAYA(CRT) PADA MATERI EKONOMI MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Description:
This study examines the learning styles of 4th grade elementary school students in economics material, with special attention to visual, auditory and kinesthetic aspects.
The research aims to understand the relationship between basic economic concepts and students' cultural backgrounds, as well as finding related local economic activities.
It is hoped that the research results can help develop diverse learning methods, especially with culturally responsive teaching approaches.
This qualitative research used literature study at SDN Palebon 02 Semarang, involving 27 grade IV students.
Data was collected through observation, unstructured interviews and documentation.
The analysis used the Miles and Hubberman method, including reduction, presentation and drawing conclusions.
Findings: The learning styles of class IV students at SDN Palebon 02 Semarang varied (auditory 37%, visual 33%, kinesthetic 30%).
Differentiated learning integrates Culturally Responsive Teaching and Problem Based Learning, including differentiation of content, processes and products.
The use of media and activities is adapted to learning styles, accompanied by integration of local culture and continuous evaluation to improve learning.
.
Class 4B of SDN Palebon 02 shows various learning styles: visual 33%, auditory 37%, and kinesthetic 30%.
This approach increases meaningful learning experiences and motivation.
It is recommended that teachers implement differentiated learning with Culturally Responsive Teaching using Problem Based Learning by linking the material to the local economic culture of Semarang, can encourage active participation, and pay attention to student diversity through interactive media and cultural artifacts.
ABSTRAKStudi ini meneliti gaya belajar siswa kelas 4 SD pada materi ekonomi, dengan perhatian khusus pada aspek visual, auditori, dan kinestetik.
Penelitian bertujuan memahami hubungan antara konsep ekonomi dasar dan latar belakang budaya siswa, serta menemukan aktivitas ekonomi setempat yang berkaitan.
Diharapkan hasil penelitian dapat membantu mengembangkan metode pembelajaran yang beragam, terutama dengan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap budaya.
Penelitian kualitatif ini menggunakan studi pustaka di SDN Palebon 02 Semarang, melibatkan 27 siswa kelas IV.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi.
Analisis menggunakan metode Miles dan Hubberman, mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan: Gaya belajar siswa kelas IV SDN Palebon 02 Semarang bervariasi (auditori 37%, visual 33%, kinestetik 30%).
Pembelajaran berdiferensiasi mengintegrasikan Culturally Responsive Teaching dan Problem Based Learning, mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk.
Penggunaan media dan aktivitas disesuaikan dengan gaya belajar, disertai integrasi budaya lokal dan evaluasi berkelanjutan untuk perbaikan pembelajaran.
.
Kelas 4B SDN Palebon 02 menunjukkan gaya belajar beragam: visual 33%, auditori 37%, dan kinestetik 30%.
Pendekatan ini meningkatkan pengalaman belajar bermakna dan motivasi.
Disarankan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan Culturally Responsive Teaching menggunakan Problem Based Learning dengan mengaitkan materi dengan budaya ekonomi lokal Semarang, dapat mendorong partisipasi aktif, dan memperhatikan keragaman siswa melalui media interaktif dan artefak budaya.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
Calreticulin Promotes Immunity Against Acute Myeloid Leukemia Cells in Vivo
Calreticulin Promotes Immunity Against Acute Myeloid Leukemia Cells in Vivo
Abstract
Pre-apoptotic cancer cells release internalized calreticulin (CRT) to their surface prior to death, which acts as an ‘eat-me’ signal to local phagocytes. Ch...
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah : 1) apakah ada pengaruh signifikan gaya mengajar otoriter terhadap hasil belajar renang gaya bebas. 2) apakah ada pengaru...
Upgrade pacemaker to CRT: predictors and the importance of LVEF
Upgrade pacemaker to CRT: predictors and the importance of LVEF
Abstract
Funding Acknowledgements
Type of funding sources: None.
Introduction
...
Molecular and Functional Analysis of Calcium Binding by a Cancer-linked Calreticulin Mutant
Molecular and Functional Analysis of Calcium Binding by a Cancer-linked Calreticulin Mutant
Abstract
Calreticulin (CRT) is an endoplasmic reticulum (ER) chaperone with low affinity calcium binding sites in its C-terminal domain. This reg...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
Dalam proses pendidikan, setiap individu memiliki gaya belajar sendiri. Gaya belajar bisa dikatakan kecenderungan seseorang untuk mengadaptasi suatu strategi belajar tertentu denga...

