Javascript must be enabled to continue!
Kepadatan Sel Chlorella sp. yang Dikultur Menggunakan Intensitas Cahaya yang Berbeda
View through CrossRef
Chlorella sp. memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia perikanan, terutama sebagai pakan alami pada usaha pembenihan ikan dan udang. Pencahayaan yang optimal sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas cahaya yang berbeda pada media kultur terhadap kepadatan sel Chlorella sp. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu pemberian intensitas cahaya (IC) sebesar 2.500 lux (IC-2.500), 3.000 lux (IC-3.000), 3.500 lux (IC-3.500), 4.000 lux (IC-4.000), dan 4.500 lux (IC-4.500). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. Perlakuan dengan intensitas cahaya 4.500 lux menghasilkan kepadatan sel tertinggi, yaitu 653,33 ± 6,01 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6, dengan laju pertumbuhan spesifik 0,220/hari dan biomassa sebesar 0,46 gr/L. Sebaliknya, perlakuan dengan intensitas cahaya 2.500 lux menghasilkan kepadatan sel terendah, yaitu 533,33 ± 47,81 × 10⁴ sel/mL dengan laju pertumbuhan spesifik 0,217/hari dan biomassa 0,40 gr/L. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya 4.500 lux merupakan intensitas terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp. dalam kultur.
Title: Kepadatan Sel Chlorella sp. yang Dikultur Menggunakan Intensitas Cahaya yang Berbeda
Description:
Chlorella sp.
memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia perikanan, terutama sebagai pakan alami pada usaha pembenihan ikan dan udang.
Pencahayaan yang optimal sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas cahaya yang berbeda pada media kultur terhadap kepadatan sel Chlorella sp.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu pemberian intensitas cahaya (IC) sebesar 2.
500 lux (IC-2.
500), 3.
000 lux (IC-3.
000), 3.
500 lux (IC-3.
500), 4.
000 lux (IC-4.
000), dan 4.
500 lux (IC-4.
500).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp.
Perlakuan dengan intensitas cahaya 4.
500 lux menghasilkan kepadatan sel tertinggi, yaitu 653,33 ± 6,01 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6, dengan laju pertumbuhan spesifik 0,220/hari dan biomassa sebesar 0,46 gr/L.
Sebaliknya, perlakuan dengan intensitas cahaya 2.
500 lux menghasilkan kepadatan sel terendah, yaitu 533,33 ± 47,81 × 10⁴ sel/mL dengan laju pertumbuhan spesifik 0,217/hari dan biomassa 0,40 gr/L.
Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya 4.
500 lux merupakan intensitas terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan sel Chlorella sp.
dalam kultur.
Related Results
Potensi Rumput Laut Eucheuma sp. Terhadap Kepadatan Fitoplankton Chlorella sp.
Potensi Rumput Laut Eucheuma sp. Terhadap Kepadatan Fitoplankton Chlorella sp.
Chlorella sp. merupakan sumber makanan bagi ikan dan udang. Untuk menumbuhkan, Chlorella sp. maka diperlukan media kultur dengan nutrien yang baik. Eucheuma sp. merupakan rumput la...
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU RUANGAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU RUANGAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA
Abstrak. Aktivitas manusia sebagian besar membutuhkan cahaya, akan tetapi sinar cahaya matahari tidak bersinar selama 24 jam atau cuaca mendung, manusia tetap bisa beraktivitas den...
KANDUNGAN BETAKAROTEN DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris YANG DIKULTUR DENGAN PERLAKUAN SUMBER CAHAYA DAN KEPADATAN AWAL INOKULUM (KAI) YANG BERBEDA
KANDUNGAN BETAKAROTEN DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris YANG DIKULTUR DENGAN PERLAKUAN SUMBER CAHAYA DAN KEPADATAN AWAL INOKULUM (KAI) YANG BERBEDA
Chlorella vulgaris termasuk salah satu jenis mikroalga hijau bersel tunggal (unicellular) yang diameter selnya berkisar antara 2-8 mikron. Pigmen pada Chlorella vulgaris selain be...
PEMASANGAN SENSOR CAHAYA OTOMATIS UNTUK PENERANGAN JALAN UMUM DI DESA KARANGSEMANDING
PEMASANGAN SENSOR CAHAYA OTOMATIS UNTUK PENERANGAN JALAN UMUM DI DESA KARANGSEMANDING
Sensor cahaya adalah komponen elektronika yang dapat memberikan perubahan besaran elektrik pada saat terjadi perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor cahaya tersebut. ...
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Background: CD19 chimeric antigen receptor (CAR)-T cell therapy has achieved high response rates in patients with B-cell lymphoma (BCL). However, treatment failure and relapse can ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Neutrophils induce P-selectin shedding from activated platelets via neutrophil elastase
Neutrophils induce P-selectin shedding from activated platelets via neutrophil elastase
Abstract
Background: P-selectin (P-sel) on activated platelets plays a vital role in inflammation by mediating platelet-neutrophil interactions. However, P-sel surface expr...
OPTIMALISASI SOLAR CELL MENGGUNAKAN UMPAN BALIK LAMPU
OPTIMALISASI SOLAR CELL MENGGUNAKAN UMPAN BALIK LAMPU
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada saat ini menjadi energi terbarukan alternatif yang paling digemari pada saat ini. PLTS merupakan pembangkit yang menggunakan solar sel a...

