Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN PERANCAH KAYU DAN PENYEWAAN SCAFFOLDING
View through CrossRef
Seiring berkembangnya teknologi bidang kontruksi semakin memudahkan pekerjaan kontruksi. Perkembangan teknologi ini tidak dapat dipungkuri keberadaannya, perancah yang awalnya hanya pekerjaan dibidang kontruksi saja saat ini telah menjadi perancah yang lebih modern (scaffolding). Perancah merupakan komposisi yang sangat penting dalam suatu pekerjaan bekisting yang bertujuan untuk menunjang pekerjaan berikutnya. Dalam pengerjaan kontruksi perancah ini juga digunakan sebagai penyangga manusia beserta materialnya untuk menyelesaikan bangunan yang dikerjakan. Akan tetapi dengan adanya perancah ini menimbulkan suatu permasalahan yang dimana dalam menyelesaikan perancah ini membutuhkan anggaran biaya yang besar agar sesuai dengan standart perancangan perancah yang aman. Meski ada beberapa kontruksi yang menggunakan perancah seperti bambu yang dilakukan oleh warga Negara Asia, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peninjauan terhadap perancah yang lebih efisien dari segi mutu, waktu, dan biaya pada pekerjaan kontruksi yang ada di kota Palangkaraya yaitu perbandingan antara penggunaan perancah kayu dan scaffolding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode komparatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pekerjaan menghitung biaya perancah kayu dan perancah besi dalam harga sewa, sedangkan metode komparatif digunakan untuk menghitung perancah kayu dan besi dalam hara sewa, kemudian dibandingkan dengan perancah kayu dan besi dalam harga beli. Hasil dari penelitian ini mendapatkan perhitungan dalam luasan 76.000 m2 pekerjaan perancah kayu sebesar Rp.221,854,800 sedangkan pekerjaan perancah besi (scaffolding) dalam harga sewa sebesar Rp. 198,445,200. Dengan begitu dapat diketahui bahwa pekerjaan kontruksi dalam menggunakan perancah besi (scaffolding) lebih murah dibandingkan dengan perancah kayu. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan dua metode pada penelitian yang telah dilakukan.
LP2M - UM Banjarmasin
Title: ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN PERANCAH KAYU DAN PENYEWAAN SCAFFOLDING
Description:
Seiring berkembangnya teknologi bidang kontruksi semakin memudahkan pekerjaan kontruksi.
Perkembangan teknologi ini tidak dapat dipungkuri keberadaannya, perancah yang awalnya hanya pekerjaan dibidang kontruksi saja saat ini telah menjadi perancah yang lebih modern (scaffolding).
Perancah merupakan komposisi yang sangat penting dalam suatu pekerjaan bekisting yang bertujuan untuk menunjang pekerjaan berikutnya.
Dalam pengerjaan kontruksi perancah ini juga digunakan sebagai penyangga manusia beserta materialnya untuk menyelesaikan bangunan yang dikerjakan.
Akan tetapi dengan adanya perancah ini menimbulkan suatu permasalahan yang dimana dalam menyelesaikan perancah ini membutuhkan anggaran biaya yang besar agar sesuai dengan standart perancangan perancah yang aman.
Meski ada beberapa kontruksi yang menggunakan perancah seperti bambu yang dilakukan oleh warga Negara Asia, Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan peninjauan terhadap perancah yang lebih efisien dari segi mutu, waktu, dan biaya pada pekerjaan kontruksi yang ada di kota Palangkaraya yaitu perbandingan antara penggunaan perancah kayu dan scaffolding.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta metode komparatif.
Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pekerjaan menghitung biaya perancah kayu dan perancah besi dalam harga sewa, sedangkan metode komparatif digunakan untuk menghitung perancah kayu dan besi dalam hara sewa, kemudian dibandingkan dengan perancah kayu dan besi dalam harga beli.
Hasil dari penelitian ini mendapatkan perhitungan dalam luasan 76.
000 m2 pekerjaan perancah kayu sebesar Rp.
221,854,800 sedangkan pekerjaan perancah besi (scaffolding) dalam harga sewa sebesar Rp.
198,445,200.
Dengan begitu dapat diketahui bahwa pekerjaan kontruksi dalam menggunakan perancah besi (scaffolding) lebih murah dibandingkan dengan perancah kayu.
Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan dua metode pada penelitian yang telah dilakukan.
Related Results
Analisis Perbandingan Biaya dan waktu Pelaksanaan Perancah Kayu (konvensional) dan Perancah Besi (scaffolding)
Analisis Perbandingan Biaya dan waktu Pelaksanaan Perancah Kayu (konvensional) dan Perancah Besi (scaffolding)
Perancah adalah konstruksi yang memikul atau menerima beban dan memberi kekuatan serta kesetabilan pada bekisting. Dimana perancah memegang peranan penting agar beton tidak terjadi...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak kegunaan baik dalam pemenuhan konsumsi serta produksi bagi industri berbahan baku ubi kayu. Kabupaten Wonogir...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan ...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Deselularisasi Makroalga Eucheuma cottonii dan Ulva sp. sebagai Bahan Dasar Perancah untuk Rekayasa Jaringan
Deselularisasi Makroalga Eucheuma cottonii dan Ulva sp. sebagai Bahan Dasar Perancah untuk Rekayasa Jaringan
Fabrikasi perancah merupakan komponen penting dalam rekayasa jaringan yang penting dalam bidang biomedis dan terapi kesehatan regeneratif. Salah satu metode fabrikasi perancah adal...

