Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI-NILAI ETIKA DALAM CERITA UDYOGA PARWA

View through CrossRef
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menginterpretasikan nilai-nilai etika dalam cerita Udyoga Parwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan model analisis interpretatif. Jenis penelitian ini tergolong studi kepustakaan (library research) dengan kajian studi humaniora berbasis pendekatan hermeneutika. Udyoga Parwa adalah adalah seri kelima dari Asta Daśa Parwa yang terdiri dari 10 sub-bagian. Secara etimologi Udyoga artinya usaha atau upaya. Udyoga Parwa secara keseluruhan menceritakan tentang berakhirnya masa pengasingan Pāṇḍawa dan upaya perdamaian untuk mencegah terjadinya perang saudara. Berbicara tentang upaya diplomasi perdamaian, Udyoga Parwa memberikan pandangannya terkait pentingnya peranan seorang dūta dalam melakukan sebuah konsiliasi dan peranan seorang rāja dalam membangun aliansi dengan rāja-rāja lainnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya perang. Deskripsi tentang teori perdamaian dan diplomasi pun tertuang dalam setiap cerita Udyoga Parwa yang menjadi bagi inspirasi karya śāstra lainnya seperti Arthaśāstra atau Nītiśāstra. Dalam hal ini politik diposisikan sebagai upaya untuk memecahkan masalah dan mengatasi konflik. Politik dalam cerita Udyoga Parwa sesungguhnya menekankan tentang Dharma yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia. Meskipun politik dalam filosofi Hindu dibangun untuk menata sistem kehidupan, namun faktanya masih ada pihak yang beranggapan bahwa politik itu kotor dan selalu identik dengan perang atau perebutan kekuasaan. Filosofi ajaran etika pun pada cerita Udyoga Parwa akhirnya turut memberikan narasi tentang akuntabilitas kewajiban moral manusia dalam setiap aspek kehidupan.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: NILAI-NILAI ETIKA DALAM CERITA UDYOGA PARWA
Description:
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menginterpretasikan nilai-nilai etika dalam cerita Udyoga Parwa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan model analisis interpretatif.
Jenis penelitian ini tergolong studi kepustakaan (library research) dengan kajian studi humaniora berbasis pendekatan hermeneutika.
Udyoga Parwa adalah adalah seri kelima dari Asta Daśa Parwa yang terdiri dari 10 sub-bagian.
Secara etimologi Udyoga artinya usaha atau upaya.
Udyoga Parwa secara keseluruhan menceritakan tentang berakhirnya masa pengasingan Pāṇḍawa dan upaya perdamaian untuk mencegah terjadinya perang saudara.
Berbicara tentang upaya diplomasi perdamaian, Udyoga Parwa memberikan pandangannya terkait pentingnya peranan seorang dūta dalam melakukan sebuah konsiliasi dan peranan seorang rāja dalam membangun aliansi dengan rāja-rāja lainnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya perang.
Deskripsi tentang teori perdamaian dan diplomasi pun tertuang dalam setiap cerita Udyoga Parwa yang menjadi bagi inspirasi karya śāstra lainnya seperti Arthaśāstra atau Nītiśāstra.
Dalam hal ini politik diposisikan sebagai upaya untuk memecahkan masalah dan mengatasi konflik.
Politik dalam cerita Udyoga Parwa sesungguhnya menekankan tentang Dharma yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia.
Meskipun politik dalam filosofi Hindu dibangun untuk menata sistem kehidupan, namun faktanya masih ada pihak yang beranggapan bahwa politik itu kotor dan selalu identik dengan perang atau perebutan kekuasaan.
Filosofi ajaran etika pun pada cerita Udyoga Parwa akhirnya turut memberikan narasi tentang akuntabilitas kewajiban moral manusia dalam setiap aspek kehidupan.

Related Results

Pendidikan Susila Dalam Cerita Udyoga, Bhisma, Dan Drona Parwa Mahābhārata Sebagai Landasan Pembentuk Siswa Suputra
Pendidikan Susila Dalam Cerita Udyoga, Bhisma, Dan Drona Parwa Mahābhārata Sebagai Landasan Pembentuk Siswa Suputra
The stories of Mahābhārata is a pary of Veda scriptures called Itihās. There are two types of Itihāsa, namely the Ramāyāna and the Mahābhārata.  Both of these epic stories are unde...
CITRA WANITA DALAM KITAB SABHA PARWA DITINJAU DARI PENDIDIKAN AGAMA HINDU
CITRA WANITA DALAM KITAB SABHA PARWA DITINJAU DARI PENDIDIKAN AGAMA HINDU
<p><em>The purpose of this write is for describing “Citra Wanita Dalam Kitab Sabha Parwa”. It is the second parwa from Mahabharata. That telling about gamling story whi...
Pendidikan Karakter Dalam Teks Cerita Anusasana Parwa
Pendidikan Karakter Dalam Teks Cerita Anusasana Parwa
The Anusasana Parwa story is the 13th part of the Asta Dasa Parwa or 18 Parwa in the Mahabharata story, which tells the story of Yudisthira's coronation as king of Hastina replacin...
Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Lontar Swargarohana Parwa
Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Lontar Swargarohana Parwa
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Hindu memiliki kearifan lokal tersendiri yang merupakan budaya asli yang telah diturunkan secara turun-temurun. Salah satu kearifan lokal ...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Cerita Rakyat Sumbawa Sebagai Bahan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat merupakan cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang secara lisan dan menyebar secara turun temurun dari generasi ke generasi beri...
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...

Back to Top