Javascript must be enabled to continue!
TEKNOLOGI DAN MASA DEPAN OTONOMI MANUSIA: SEBUAH KAJIAN FILSAFAT MANUSIA
View through CrossRef
Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena relasi manusia dengan teknologi akibat pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi pada abad ke-21. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melakukan refleksi atas teknologi dalam kajian filsafat manusia untuk memperdalam pemahaman tentang diri manusia. Artikel ini merupakan kajian pustaka dengan objek material berupa fenomena penggunaan gadget yang dianalisis dari objek formal filsafat manusia. Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat material atau berdimensi material. Roh manusia-lah yang menentukan arah dari teknologi itu. Betapa pun gadget membawa kebaikan pada manusia, ia adalah perangkat yang membahayakan. Ia mempunyai logikanya sendiri; arah tujuannya ditentukan berdasarkan rutenya sendiri; dan ia meleburkan manusia pada sebuah sistem yang otonom. Kata kunci untuk tetap menjaga otonomi manusia atas teknologi adalah pada kesadaran manusia. Pertama, manusia harus sadar bahwa teknologi perlu diperlakukan layaknya subjek; dan kedua, manusia harus sadar bahwa teknologi ada untuk manusia, sebagai sarana atau media untuk me-material-kan ide-ide dan gagasan manusia. Semuanya mengarah pada satu tujuan: demi membuat dunia manusia sesuai dengan kebutuhan manusia. Dengan berpegang pada dua hal tersebut, maka otonomi manusia atas teknologi akan tetap ada. Manusia tidak boleh jatuh pada teknologi karena teknologi untuk manusia bukan sebaliknya. Kata kunci: Teknologi, Gadget, Manusia, Otonomi, Kesadaran
Title: TEKNOLOGI DAN MASA DEPAN OTONOMI MANUSIA: SEBUAH KAJIAN FILSAFAT MANUSIA
Description:
Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena relasi manusia dengan teknologi akibat pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi pada abad ke-21.
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melakukan refleksi atas teknologi dalam kajian filsafat manusia untuk memperdalam pemahaman tentang diri manusia.
Artikel ini merupakan kajian pustaka dengan objek material berupa fenomena penggunaan gadget yang dianalisis dari objek formal filsafat manusia.
Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat material atau berdimensi material.
Roh manusia-lah yang menentukan arah dari teknologi itu.
Betapa pun gadget membawa kebaikan pada manusia, ia adalah perangkat yang membahayakan.
Ia mempunyai logikanya sendiri; arah tujuannya ditentukan berdasarkan rutenya sendiri; dan ia meleburkan manusia pada sebuah sistem yang otonom.
Kata kunci untuk tetap menjaga otonomi manusia atas teknologi adalah pada kesadaran manusia.
Pertama, manusia harus sadar bahwa teknologi perlu diperlakukan layaknya subjek; dan kedua, manusia harus sadar bahwa teknologi ada untuk manusia, sebagai sarana atau media untuk me-material-kan ide-ide dan gagasan manusia.
Semuanya mengarah pada satu tujuan: demi membuat dunia manusia sesuai dengan kebutuhan manusia.
Dengan berpegang pada dua hal tersebut, maka otonomi manusia atas teknologi akan tetap ada.
Manusia tidak boleh jatuh pada teknologi karena teknologi untuk manusia bukan sebaliknya.
Kata kunci: Teknologi, Gadget, Manusia, Otonomi, Kesadaran.
Related Results
Etika Otonomi Daerah dalam Perspektif Filsafat Pendidikan
Etika Otonomi Daerah dalam Perspektif Filsafat Pendidikan
Tuntutan perbaikan pemerintahan daerah ini sebagai akibat dari efek adanya gerakan Reformasi pada 1998 sejak Pemerintahan Suharto dilengserkan oleh gerakan mahasiswa yang ingin ada...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Arah dan Orientasi Filsafat Ilmu di Indonesia
Filsafat Ilmu merupakan salah satu cabang khusus dari Filsafat yang memiliki kedudukan dan posisi yang strategis dalam membangun paradigma ilmu di Indonesia. Penelitian ini akan me...
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Paul Livingston and Andrew Cutrofello, The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated, Cambridge (UK) and Malden (USA): Polity Press, 2015, x + 230 hlm.
Buku berjudul The Problems of Contemporary Philosophy: A Critical Guide for the Unaffiliated patut dibaca untuk memahami perdebatan dalam filsafat kontemporer. Buku ini ditulis ole...
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Keterkaitan Filsafat Matematika dengan Model Pembelajaran Berbasis IT
Filsafat dan matematika mempunyai keterkaitan dalam pembelajaran matematika, keterkaitan dapat dilihat pada model pembelajaran matematika terutama yang berbasis konstruktivistik da...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FILSAFAT HUKUM MEMBERIKAN KETERIKATAN DAN KEBAIKAN
FILSAFAT HUKUM MEMBERIKAN KETERIKATAN DAN KEBAIKAN
Berdasarkan sejarah, Kondisi geografi yang tenang, keadaan sosial-ekonomi dan politik yang damai memungkinkan orang berpikir bijak, memunculkan filsuf yang memikirkan bagaimana ket...

