Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Jiwa Entrepreneurship Pemimpin dalam Penatalayanan Gereja

View through CrossRef
The church exists in the world because of the will of God who wants it as an extension to deliver the message of peace (shalom) to mankind. Peace brought by the church must be conveyed to the people, both the congregation and also other people outside the congregation. The maximum or failure of the church in carrying out God's mission is influenced by the participation of a leader. Church leaders who are not creative and innovative will make the congregation they lead also not fully experience shalom in their lives let alone people outside the church. Leaders who have entrepreneurial spirit are expected to be able to carry out the task of the church. Because entrepreneurs with an entrepreneurial spirit are able to see opportunities and make breakthroughs for progress coming. Leaders with entrepreneurial spirit are already familiar with the pattern of independence, their courage in innovating to make church programs. The author makes this article by taking data sources through the study of yakbi literature through books and also other sources for data collection which are finally compiled into a scientific work. It is hoped that this article can add knowledge and insight, and may even be used as a reference for conducting leadership practices. Seeing the amount of responsibility carried by the church requires determination and persistence and resilience of a leader. Moreover, the church today stands in an environment that has a complexity of problems. The church's challenge in bringing this shalom can be overcome through spiritual leaders with an entrepreneurial spirit. Abstrak Gereja ada di dunia adalah karena kehendak Allah yang menghendakinya sebagai perpanjangtanganannya untuk menyampaikan kabar damai sejahtera (shalom) kepada umat manusia. Damai sejahtera yang dibawa oleh gereja harus tersampaikan kepada umat, baik itu jemaat dan juga orang-orang lain di luar jemaat. Maksimal atau tidaknya gereja dalam menjalankan misi Tuhan tersebut dipengaruhi oleh peran serta seorang pemimpin. Pemimpin jemaat yang tidak kreatif dan inovatif akan membuat jemaat yang dipimpinnya juga tidak sepenuhnya mengalami shalom dalam hidupnya apalagi masyarakat di luar gereja. Pemimpin yang memiliki jiwa enterpreneurship diharapkan mampu mengemban tugas gereja tersebut. Sebab pemimpin yang berjiwa enterpreneurship mampu melihat peluang dan membuat terobosan-terobosan untuk kemajuan diakan datang. Pemimpin berjiwa enterprneurship sudah terbiasa dengan pola kemandiriannya, keberaniannya dalam berinovasi untuk membuat program gereja. Penulis membuat artikel ini dengan mengambil sumber data melalui studi kepustakaan yakbi melalui buku-buku dan juga sumber-sumber lainnya untuk pengumpulan data yang akhirnya disusun menjadi sebuah karya ilmiah ini. Diharapkan artikel ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan, bahkan mungkin bisa juga dijadikan refensi untuk mengadakan praktek kepemimpinan. Melihat besarnya tanggung jawab yang diemban oleh gereja tersebut diperlukan tekat dan kegigihan serta ketangguhan seorang pemimpin. Apalagi gereja di zaman sekarang ini yang berdiri di tengah lingkungan yang memiliki kompleksitas persoalannya. Tantangan gereja dalam membawa shalom ini akan bisa teratasi melalui pemimpin-pemimpin rohani yang berjiwa entrepreneurship.
Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka
Title: Jiwa Entrepreneurship Pemimpin dalam Penatalayanan Gereja
Description:
The church exists in the world because of the will of God who wants it as an extension to deliver the message of peace (shalom) to mankind.
Peace brought by the church must be conveyed to the people, both the congregation and also other people outside the congregation.
The maximum or failure of the church in carrying out God's mission is influenced by the participation of a leader.
Church leaders who are not creative and innovative will make the congregation they lead also not fully experience shalom in their lives let alone people outside the church.
Leaders who have entrepreneurial spirit are expected to be able to carry out the task of the church.
Because entrepreneurs with an entrepreneurial spirit are able to see opportunities and make breakthroughs for progress coming.
Leaders with entrepreneurial spirit are already familiar with the pattern of independence, their courage in innovating to make church programs.
The author makes this article by taking data sources through the study of yakbi literature through books and also other sources for data collection which are finally compiled into a scientific work.
It is hoped that this article can add knowledge and insight, and may even be used as a reference for conducting leadership practices.
Seeing the amount of responsibility carried by the church requires determination and persistence and resilience of a leader.
Moreover, the church today stands in an environment that has a complexity of problems.
The church's challenge in bringing this shalom can be overcome through spiritual leaders with an entrepreneurial spirit.
Abstrak Gereja ada di dunia adalah karena kehendak Allah yang menghendakinya sebagai perpanjangtanganannya untuk menyampaikan kabar damai sejahtera (shalom) kepada umat manusia.
Damai sejahtera yang dibawa oleh gereja harus tersampaikan kepada umat, baik itu jemaat dan juga orang-orang lain di luar jemaat.
Maksimal atau tidaknya gereja dalam menjalankan misi Tuhan tersebut dipengaruhi oleh peran serta seorang pemimpin.
Pemimpin jemaat yang tidak kreatif dan inovatif akan membuat jemaat yang dipimpinnya juga tidak sepenuhnya mengalami shalom dalam hidupnya apalagi masyarakat di luar gereja.
Pemimpin yang memiliki jiwa enterpreneurship diharapkan mampu mengemban tugas gereja tersebut.
Sebab pemimpin yang berjiwa enterpreneurship mampu melihat peluang dan membuat terobosan-terobosan untuk kemajuan diakan datang.
Pemimpin berjiwa enterprneurship sudah terbiasa dengan pola kemandiriannya, keberaniannya dalam berinovasi untuk membuat program gereja.
Penulis membuat artikel ini dengan mengambil sumber data melalui studi kepustakaan yakbi melalui buku-buku dan juga sumber-sumber lainnya untuk pengumpulan data yang akhirnya disusun menjadi sebuah karya ilmiah ini.
Diharapkan artikel ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan, bahkan mungkin bisa juga dijadikan refensi untuk mengadakan praktek kepemimpinan.
Melihat besarnya tanggung jawab yang diemban oleh gereja tersebut diperlukan tekat dan kegigihan serta ketangguhan seorang pemimpin.
Apalagi gereja di zaman sekarang ini yang berdiri di tengah lingkungan yang memiliki kompleksitas persoalannya.
Tantangan gereja dalam membawa shalom ini akan bisa teratasi melalui pemimpin-pemimpin rohani yang berjiwa entrepreneurship.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Menjadi Pemimpin Musik Gereja Yang Handal
Menjadi Pemimpin Musik Gereja Yang Handal
Beberapa tahun terakhir ini, pertumbuhan jemaat gereja-gereja ( khususnya gereja Injili ) semakin hari semakin lambat dan bahkan merasa tidak dapat bertumbuh baik secara kuantitas ...
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Artikel ini membahas tentang hospitalitas peran pemimpin dalam gereja berdasarkan prinsip orang Kristen. Penulis melakukan analisis berbagai sumber pustaka baik buku maupun jurnal ...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi  Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menjalankan tugas utamanya terhadap penginjilan. Tugas penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dipertajamkan langsun...
PENGINJILAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA DI PROVINSI YOGYAKARTA
PENGINJILAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA DI PROVINSI YOGYAKARTA
Diidentifikasi masalah mengapa pertumbuhan gereja lambat yaitu karena kurangnya keterlibatan anggota. Hal ini terjadi karena kurangnya dorongan dan pelatihan jemaat untuk melayani....
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Abstract: A healthy church is a church that experiences full growth both in quantity (quantity and distribution) and quality (spirituality that reflects the example of Christ). In ...

Back to Top