Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH CAMPURAN BIOETANOL PADA PERTALITE TERHADAP UNJUK KERJA (PERFORMA) MESIN OTTO 4 SILINDER

View through CrossRef
Dilatar belakangi oleh pemakaian  motor  bensin  dari  tahun  ke  tahun  semakin meningkat, hal ini mengakibatkan pemakaian bahan bakar minyak bumi semakin meningkat  dan  tentu  sangat  mengkhawatirkan,  karena  dengan  peningkatan pemakaian bahan bakar minyak bumi, maka cadangan minyak bumi akan semakin berkurang sedangkan  kebutuhan akan  minyak terus  bertambah. Keadaan  diatas juga  tidak  sesuai  dengan  kebijakan  pemerintah  di bidang  energi,  yang mengusahakan  pemakaian  bahan  bakar  minyak  bumi  yang  sehemat-hematnya, mengingat minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Krisis  energi  ini  menyebabkan  manusia  beralih  pola  pikir  untuk  lebih mengintensifkan penelitian dan penggunaan dari energi yang tidak terbarukan ke energi yang terbarukan. Etanol merupakan bahan bakar beroktan tinggi yang dapat digunakan sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Etanol mengandung oksigen, sehingga menyempurnakan pembakaran bahan bakar dengan efek positif meminimalkan pencemaran udara. Bahan bakar yang digunakan untuk penelitian ini adalah pertalite murni (E0), campuran bioetanol 5% + pertalite 95% (E5), campuran bioetanol 10% + pertalite 90% (E10), campuran bioetanol 15% + pertalite 85% (E15), dan campuran bioetanol 20% + pertalite 80% (E20). Pencampuran bioetanol pada bahan bakar pertalite dapat meningkatkan performa mesin mencapai titik maksimal pada campuran bahan bakar E15, tetapi pencampuran bioetanol diatas 15% performa cenderung akan menurun. Untuk mendapatkan performa mesin yang baik, campuran yang paling baik adalah dengan mencampurkan bioetanol 15% ke dalam pertalite untuk mobil dengan usia diatas 15 tahun. Hal ini didasarkan pada nilai rata-rata torsi dan daya yang dihasilkan oleh masing-masing campuran bahan bakar bioetanol.
Title: PENGARUH CAMPURAN BIOETANOL PADA PERTALITE TERHADAP UNJUK KERJA (PERFORMA) MESIN OTTO 4 SILINDER
Description:
Dilatar belakangi oleh pemakaian  motor  bensin  dari  tahun  ke  tahun  semakin meningkat, hal ini mengakibatkan pemakaian bahan bakar minyak bumi semakin meningkat  dan  tentu  sangat  mengkhawatirkan,  karena  dengan  peningkatan pemakaian bahan bakar minyak bumi, maka cadangan minyak bumi akan semakin berkurang sedangkan  kebutuhan akan  minyak terus  bertambah.
Keadaan  diatas juga  tidak  sesuai  dengan  kebijakan  pemerintah  di bidang  energi,  yang mengusahakan  pemakaian  bahan  bakar  minyak  bumi  yang  sehemat-hematnya, mengingat minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.
Krisis  energi  ini  menyebabkan  manusia  beralih  pola  pikir  untuk  lebih mengintensifkan penelitian dan penggunaan dari energi yang tidak terbarukan ke energi yang terbarukan.
Etanol merupakan bahan bakar beroktan tinggi yang dapat digunakan sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin.
Etanol mengandung oksigen, sehingga menyempurnakan pembakaran bahan bakar dengan efek positif meminimalkan pencemaran udara.
Bahan bakar yang digunakan untuk penelitian ini adalah pertalite murni (E0), campuran bioetanol 5% + pertalite 95% (E5), campuran bioetanol 10% + pertalite 90% (E10), campuran bioetanol 15% + pertalite 85% (E15), dan campuran bioetanol 20% + pertalite 80% (E20).
Pencampuran bioetanol pada bahan bakar pertalite dapat meningkatkan performa mesin mencapai titik maksimal pada campuran bahan bakar E15, tetapi pencampuran bioetanol diatas 15% performa cenderung akan menurun.
Untuk mendapatkan performa mesin yang baik, campuran yang paling baik adalah dengan mencampurkan bioetanol 15% ke dalam pertalite untuk mobil dengan usia diatas 15 tahun.
Hal ini didasarkan pada nilai rata-rata torsi dan daya yang dihasilkan oleh masing-masing campuran bahan bakar bioetanol.

Related Results

PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DALAM BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MESIN 4 SILINDER
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DALAM BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MESIN 4 SILINDER
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak pada meningkatnyapenggunaan bahan bakar dan polusi udara. Meningkatnya penggunaan bahanbakar akan berdampak terhadap ketersediaan b...
Pengaruh Pencampuran Metanol dalam Bahan Bakar Pertalite Terhadap Performa Mesin Sepeda Motor
Pengaruh Pencampuran Metanol dalam Bahan Bakar Pertalite Terhadap Performa Mesin Sepeda Motor
The purpose of this research is to study the effect of mixing pertalite fuel with methanol on torque, power, and fuel consumption, as well as to study the effect of mixing pertalit...
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS
Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent)  me...
PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER PADA PERTALITE TERHADAP KINERJA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN HONDA BEAT 2014
PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER PADA PERTALITE TERHADAP KINERJA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN HONDA BEAT 2014
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan Pertalite pada bahan bakar terhadap performa mesin dan konsumsi bahan bakar mesin sepeda motor Honda Beat 2...
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
Penelitian tentang pengembangan mesin stirling saat ini sedang berkembang terkusus diakibatkan oleh karakteristik mesin stirling yang dapat mengunakan banyak jenis bahan bakar. Per...
Perbandingan Kinerja Motor Bakar 6-Langkah dengan Power-Ekspansi sampai Titik Mati Bawah Menggunakan Bahan Bakar Pertalite dan Etanol
Perbandingan Kinerja Motor Bakar 6-Langkah dengan Power-Ekspansi sampai Titik Mati Bawah Menggunakan Bahan Bakar Pertalite dan Etanol
This paper describes compare the performance and emissions of a 6-stroke engine with power-expansion up to BDC (bottom dead center) using pertalite fuel (non-renewable) and 99.7% e...

Back to Top