Javascript must be enabled to continue!
Faktor yang Memengaruhi Asertivitas Perempuan di Kabupaten Nias
View through CrossRef
Abstrak: Masyarakat Kabupaten Nias merupakan penganut budaya patriarki. Perempuan masih dianggap sebagai pelengkap bagi laki-laki dan bukan individu yang berdaya. Kondisi ini membuat perempuan rentan mengalami kekerasan. Kekerasan yang dialami perempuan menggambarkan seorang yang tidak memiliki asertivitas. Asertivitas penting dimiliki oleh perempuan dalam menghadapi banyak situasi yang kurang menguntungkan. Apa yang menyebabkan perempuan di Nias kurang memiliki asertivitas? Artikel ini mencoba menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi asertivitas perempuan di Kabupaten Nias. Adapun faktor yang mempengaruhi asertivitas antara lain jenis kelamin, budaya, pendidikan, situasi tertentu yang dialami, dan harga diri. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi asertivitas perempuan di Nias. Harapannya, kajian ini dapat menjadi langkah awal dalam melakukan intervensi untuk meningkatkan asertivitas perempuan di Nias.
Kata Kunci: Asertivitas, Perempuan, Nias, Patriarki
Abstract:
Key Words: The Nias District community is a follower of patriarchal culture. Women are still considered to be complementary to men and not empowered individuals. This condition makes women vulnerable to violence. Violence experienced by women describes a person who does not have assertiveness. Asertivity is important for women to face in many disadvantaged situations. What causes women in Nias District to have low assertiveness? This article tries to describe the factors that influence women's assertiveness in Nias District. The factors that influence assertiveness include gender, culture, education, certain situations experienced, and self-esteem. The purpose of this article is to find out an overview of the factors that influence women's assertiveness in Nias District. The hope, this study can be the first step in intervening to improve women's assertiveness in Nias.
Key words: Asertivity, Women, Nias, Patriarchal
Title: Faktor yang Memengaruhi Asertivitas Perempuan di Kabupaten Nias
Description:
Abstrak: Masyarakat Kabupaten Nias merupakan penganut budaya patriarki.
Perempuan masih dianggap sebagai pelengkap bagi laki-laki dan bukan individu yang berdaya.
Kondisi ini membuat perempuan rentan mengalami kekerasan.
Kekerasan yang dialami perempuan menggambarkan seorang yang tidak memiliki asertivitas.
Asertivitas penting dimiliki oleh perempuan dalam menghadapi banyak situasi yang kurang menguntungkan.
Apa yang menyebabkan perempuan di Nias kurang memiliki asertivitas? Artikel ini mencoba menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi asertivitas perempuan di Kabupaten Nias.
Adapun faktor yang mempengaruhi asertivitas antara lain jenis kelamin, budaya, pendidikan, situasi tertentu yang dialami, dan harga diri.
Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi asertivitas perempuan di Nias.
Harapannya, kajian ini dapat menjadi langkah awal dalam melakukan intervensi untuk meningkatkan asertivitas perempuan di Nias.
Kata Kunci: Asertivitas, Perempuan, Nias, Patriarki
Abstract:
Key Words: The Nias District community is a follower of patriarchal culture.
Women are still considered to be complementary to men and not empowered individuals.
This condition makes women vulnerable to violence.
Violence experienced by women describes a person who does not have assertiveness.
Asertivity is important for women to face in many disadvantaged situations.
What causes women in Nias District to have low assertiveness? This article tries to describe the factors that influence women's assertiveness in Nias District.
The factors that influence assertiveness include gender, culture, education, certain situations experienced, and self-esteem.
The purpose of this article is to find out an overview of the factors that influence women's assertiveness in Nias District.
The hope, this study can be the first step in intervening to improve women's assertiveness in Nias.
Key words: Asertivity, Women, Nias, Patriarchal
.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PROFIL ASERTIVITAS MAHASISWA
PROFIL ASERTIVITAS MAHASISWA
Abstrak. Mahasiswa perguruan tinggi, sebagian besar dapat dikategorikan dalam batasan remaja akhir. Namun demikian dalam kenyataannya masih banyak remaja akhir yang kurang mampu me...
Hubungan Harga Diri dengan Kemampuan Manajemen Emosi Pada Remaja Korban Bullying
Hubungan Harga Diri dengan Kemampuan Manajemen Emosi Pada Remaja Korban Bullying
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas pada remaja, serta mengetahui kemampuan regulasi emosi dalam memprediksi bes...
“OMO HADA” Arsitektur Tradisional Nias Selatan Diambang Kepunahan
“OMO HADA” Arsitektur Tradisional Nias Selatan Diambang Kepunahan
AbstractThe South Nias cultural heritage presented through the artifacts, in the form of traditional architectural buildings, as well as various megalithic stone buildings with all...
Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dalam Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Daerah Pada Bpkpd Kabupaten Nias Utara
Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dalam Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Daerah Pada Bpkpd Kabupaten Nias Utara
Good regional financial management plays an important role in realizing regional financial transparency and accountability. The purpose of this research is to determine the applica...
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa ...

