Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Berulang Pada Lansia Di Desa Tawun

View through CrossRef
Stroke  merupakan keadaan dimana suplai darah ke otak terhenti sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi otak. Berdasarkan proses patologi, stroke terbagi menjadi 2 yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Akibat dari perdarahan tekanan intra kranial meningkat, terdapat risiko sebesar 8-12% terjadi stroke berulang. Kasus stroke tertinggi adalah kelompok usia 75 tahun keatas. Dukungan keluarga sangat diperlukan guna mencegah kejadian stroke berulang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stroke berulang pada lansia. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sampling dengan jumlah sampel yaitu 34 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan pengolahan data menggunakan uji spearman. Hasil penelitian didapatkan hasil 16 responden (47,5%) memiliki dukungan keluarga kurang, dan 20 responden (58,82%) mengalami kejadian stroke berulang. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga (p value 0,000) terhadap kejadian stroke berulang di Desa Tawun. Peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor yang belum diteliti seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, dll.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi
Title: Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Berulang Pada Lansia Di Desa Tawun
Description:
Stroke  merupakan keadaan dimana suplai darah ke otak terhenti sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi otak.
Berdasarkan proses patologi, stroke terbagi menjadi 2 yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.
Akibat dari perdarahan tekanan intra kranial meningkat, terdapat risiko sebesar 8-12% terjadi stroke berulang.
Kasus stroke tertinggi adalah kelompok usia 75 tahun keatas.
Dukungan keluarga sangat diperlukan guna mencegah kejadian stroke berulang.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stroke berulang pada lansia.
Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sampling dengan jumlah sampel yaitu 34 responden.
Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan pengolahan data menggunakan uji spearman.
Hasil penelitian didapatkan hasil 16 responden (47,5%) memiliki dukungan keluarga kurang, dan 20 responden (58,82%) mengalami kejadian stroke berulang.
Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga (p value 0,000) terhadap kejadian stroke berulang di Desa Tawun.
Peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor yang belum diteliti seperti tingkat aktivitas fisik, pola makan, dll.

Related Results

HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Abstract Recurrent stroke is one of the complications that often occurs after a stroke and can be more fatal than the first stroke, due to the increasing extent of brain dama...
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena penyakit Covid-19. Kecemasan pada lansia dengan Covid-19 merupakan faktor kesehatan mental yang penting untuk diatasi. Terdapat...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
Posyandu lansia merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, seh...
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya melatih para kader lansia agar dapat berperan sebagai konselor untuk kesejahteraan lansia di RW.19 Sendangmulyo di kota Semarang. Berd...
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
Latar Belakang: Partisipasi lansia merupakan bentuk keikutsertaan lansia dalam kegiatan dimasyarakat, dalam hal ini kegiatan posyandu lansia. Posyandu lansia ternyata hanya ramaipa...

Back to Top