Javascript must be enabled to continue!
Induksi Partenokarpi Pada Tiga Genotipe Tomat Dengan GA3
View through CrossRef
Buah tomat pertenokarpi (tanpa biji) sangat sesuai sebagai bahan utama dalam industri pengolahan tomat agar efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek penyemprotan (konsentrasi-frekuensi) GA3 terhadap partenokarpi dan karakteristik buah tomat. Penelitian dilaksanakan dengan perlakuan penyemprotan GA3 yaitu ppm (K0), 20 ppm sekali semprot (K1), 30 ppm sekali semprot (K2), 20 ppm tiga kali semprot (K3) dan 30 ppm tiga kali semprot (K4), pada Gamato 3 (V1), ‘Kaliurang 206’ (V2) dan ‘Intan’ (V3). Larutan GA3 disemprotkan pada tandan bunga satu hari sebelum bunga pertama mekar pada setiap tandan. GA3 disemprotkan selang tiga hari sekali untuk tiga kali penyemprotan. Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok. Data dianalisis dengan analisis varian model kontras orthogonal dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan perangkat lunak SAS 9.1. Hasil penelitian menunjukkan penurunan jumlah biji per buah dipengaruhi oleh genotipe. Gamato 3 merupakan genotipe yang paling responsif dengan menghasilkan biji/buah mendekati nol. Penyemprotan GA3 20 ppm tiga kali telah mencukupi untuk menghasilkan buah tanpa biji pada Gamato 3. Penyemprotan GA330 ppm tiga kali meningkatan kadar PTT namun cenderung menurunan ukuran dan kekerasan buah.Kata kunci : GA3, jumlah biji, padatan terlarut total, partenokarpi, tomat
Title: Induksi Partenokarpi Pada Tiga Genotipe Tomat Dengan GA3
Description:
Buah tomat pertenokarpi (tanpa biji) sangat sesuai sebagai bahan utama dalam industri pengolahan tomat agar efisiensi waktu, tenaga dan biaya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek penyemprotan (konsentrasi-frekuensi) GA3 terhadap partenokarpi dan karakteristik buah tomat.
Penelitian dilaksanakan dengan perlakuan penyemprotan GA3 yaitu ppm (K0), 20 ppm sekali semprot (K1), 30 ppm sekali semprot (K2), 20 ppm tiga kali semprot (K3) dan 30 ppm tiga kali semprot (K4), pada Gamato 3 (V1), ‘Kaliurang 206’ (V2) dan ‘Intan’ (V3).
Larutan GA3 disemprotkan pada tandan bunga satu hari sebelum bunga pertama mekar pada setiap tandan.
GA3 disemprotkan selang tiga hari sekali untuk tiga kali penyemprotan.
Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok.
Data dianalisis dengan analisis varian model kontras orthogonal dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan perangkat lunak SAS 9.
1.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan jumlah biji per buah dipengaruhi oleh genotipe.
Gamato 3 merupakan genotipe yang paling responsif dengan menghasilkan biji/buah mendekati nol.
Penyemprotan GA3 20 ppm tiga kali telah mencukupi untuk menghasilkan buah tanpa biji pada Gamato 3.
Penyemprotan GA330 ppm tiga kali meningkatan kadar PTT namun cenderung menurunan ukuran dan kekerasan buah.
Kata kunci : GA3, jumlah biji, padatan terlarut total, partenokarpi, tomat.
Related Results
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Ketersediaan varietas unggul bunga matahari (Helianthus annuus L.) masih sangat rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan meneliti karakter unggul dua genotipe bunga matahari h...
Analisis molekuler dan Clustering Piramidisasi Gen Tahan Virus Ty-1, Ty-5 dan Ty-6 Pada Populasi BC4F1 Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L)
Analisis molekuler dan Clustering Piramidisasi Gen Tahan Virus Ty-1, Ty-5 dan Ty-6 Pada Populasi BC4F1 Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L)
Pendekatan pemuliaan ketahanan menggunakan piramidisasi gen tahan virus merupakan upaya dalam menggabungkan gen ketahanan dari tanaman inang atau kerabatnya yang bertanggung jawab ...
Induksi partenokarpi dengan GA3 pada zucchini (Cucurbita pepo L)
Induksi partenokarpi dengan GA3 pada zucchini (Cucurbita pepo L)
Sari Buah zucchini partenokarpi dihasilkan agar lebih efisien dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi GA3 dan waktu aplikas...
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Obat induksi anestesi intravena menghasilkan efek samping berupa gangguan respon hemodinamik, obat induksi propofol dan thiopental merupakan obat yang sering digunakan pada pasien ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Potensi Hasil dan Penampilan Hortikultura Tomat Generasi F6 di Dataran Rendah
Potensi Hasil dan Penampilan Hortikultura Tomat Generasi F6 di Dataran Rendah
Perakitan varietas tomat khusus wilayah urban perlu dilakukan untuk mempercepat ketersediaan tomat secara mandiri di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ...

