Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penyakit Hirschsprung pada Neonatus di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2023 : Sebuah Laporan Kasus

View through CrossRef
Latar Belakang : Penyakit Hirschsprung adalah kelainan perkembangan yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglionenterik (aganglionosis) pada bagian pleksus submukosa (Meissner) dan myenterik (Auerbach) di rektum terminal yangmemanjang dalam jarak yang bervariasi dari distal ke proksimal. Hal ini disebabkan oleh migrasi yang rusak atau destruksisel prekursor sistem saraf enterik yang berasal dari neural crest, yang berada di bawah kendali gen RET dan ligannya.Insiden penyakit Hirschsprung di Indonesia berkisar 1 di antara 5.000 kelahiran. Laporan kasus ini dibuat untukmendapatkan gambaran tentang penyakit Hirschsprung terutama faktor risiko genetik.Ringkasan Kasus : Seorang bayi laki-laki berusia 2 hari datang dengan keluhan belum BAB sejak lahir disertai dengan perutkembung, dan muntah kehijauan. Pada riwayat keluarga, kedua kakak laki-laki pasien sebelumnya terdiagnosis penyakitHirschsprung. Pemeriksaan fisik didapatkan didapatkan abdomen pasien tampak distensi, auskultasi didapatkan peristaltikusus meningkat, palpasi abdomen supel, dan perkusi hipertimpani. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan sphincterani menjepit kuat, mukosa licin, dan ampula rekti menyempit.Kesimpulan : Bayi laki-laki berusia 2 hari datang dengan keluhan belum BAB sejak lahir disertai dengan perut kembung,dan muntah kehijauan. Pada riwayat keluarga, kedua kakak laki-laki pasien sebelumnya terdiagnosis penyakitHirschsprung. Penyakit Hirschsprung menunjukkan heritabilitas yang tinggi dan potensi berulang dalam keluarga yangbesar terutama pada saudara kandung. Kejadian penyakit ini lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan denganperempuan (3:1) sehingga pada laporan kasus ini didapatkan kesimpulan bahwa faktor genetik dan jenis kelamin dapatmeningkatkan risiko terjadinya penyakit Hirschsprung.Kata Kunci : Penyakit Hirschsprung, Neonatus
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Penyakit Hirschsprung pada Neonatus di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2023 : Sebuah Laporan Kasus
Description:
Latar Belakang : Penyakit Hirschsprung adalah kelainan perkembangan yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglionenterik (aganglionosis) pada bagian pleksus submukosa (Meissner) dan myenterik (Auerbach) di rektum terminal yangmemanjang dalam jarak yang bervariasi dari distal ke proksimal.
Hal ini disebabkan oleh migrasi yang rusak atau destruksisel prekursor sistem saraf enterik yang berasal dari neural crest, yang berada di bawah kendali gen RET dan ligannya.
Insiden penyakit Hirschsprung di Indonesia berkisar 1 di antara 5.
000 kelahiran.
Laporan kasus ini dibuat untukmendapatkan gambaran tentang penyakit Hirschsprung terutama faktor risiko genetik.
Ringkasan Kasus : Seorang bayi laki-laki berusia 2 hari datang dengan keluhan belum BAB sejak lahir disertai dengan perutkembung, dan muntah kehijauan.
Pada riwayat keluarga, kedua kakak laki-laki pasien sebelumnya terdiagnosis penyakitHirschsprung.
Pemeriksaan fisik didapatkan didapatkan abdomen pasien tampak distensi, auskultasi didapatkan peristaltikusus meningkat, palpasi abdomen supel, dan perkusi hipertimpani.
Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan sphincterani menjepit kuat, mukosa licin, dan ampula rekti menyempit.
Kesimpulan : Bayi laki-laki berusia 2 hari datang dengan keluhan belum BAB sejak lahir disertai dengan perut kembung,dan muntah kehijauan.
Pada riwayat keluarga, kedua kakak laki-laki pasien sebelumnya terdiagnosis penyakitHirschsprung.
Penyakit Hirschsprung menunjukkan heritabilitas yang tinggi dan potensi berulang dalam keluarga yangbesar terutama pada saudara kandung.
Kejadian penyakit ini lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan denganperempuan (3:1) sehingga pada laporan kasus ini didapatkan kesimpulan bahwa faktor genetik dan jenis kelamin dapatmeningkatkan risiko terjadinya penyakit Hirschsprung.
Kata Kunci : Penyakit Hirschsprung, Neonatus.

Related Results

Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Jual Obat Aborsi Di Bandar Lampung, Jual Cytotec Bandar Lampung, Penjual Obat Cytotec Bandar Lampung, Jual Obat Aborsi Bandar Lampung, Obat Penggugur Kandungan Di Bandar Lampung, O...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERANAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU
PERANAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU
  Penyakit TB salah satu penyakit yang diketahui sejak 120 tahun yang lalu sudah ditemukan kuman penyebab Mycobacterium tuberculosis oleh Dr. Robert Koch. Tuberkulosis (TB) a...
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
<p>Lampung merupakan provinsi yang terletak di ujung timur pulau Sumatera. Lampung juga dilalui oleh jalur lintas Sumatera yang memiliki efek langsung terhadap perekonomian m...
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungBackground: Typhoid fever is still a public health problem with as many as 22 million ...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...

Back to Top