Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN METODE K-MEANS CLUSTERING PADA DATA PENJUALAN OPTIK CHANTIKA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis data mining menggunakan metode clustering K-Means pada data penjualan merek kacamata di Optik Chantika. Dalam penelitian ini, kami menggunakan nilai Davies Bouldin Index untuk mengevaluasi performa metode K-Means, dan hasil optimal terdapat pada jumlah klaster 10. Namun, kami memilih menggunakan tiga klaster untuk klasterisasi pada penelitian ini: penjualan tertinggi, penjualan sedang dan penjualan terendah. Melalui metode K-Means, merek kacamata dengan penjualan tertinggi selama tiga bulan tergabung dalam Cluster_0, sedangkan Cluster_1 berisi merek kacamata dengan penjualan sedang, dan Cluster_2 berisi merek kacamata dengan penjualan terendah. Hasil penelitian ini memberikan persentase 50% merek kacamata termasuk dalam kategori penjualan tertinggi, 27,27% termasuk dalam kategori penjualan sedang, dan 22,72% termasuk dalam kategori penjualan terendah. Dengan adanya pengelompokan berdasarkan pola penjualan ini, Optik Chantika dapat mengoptimalkan pengelolaan data penjualan dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pola penjualan, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih efektif dalam hal pengadaan stok dan strategi pemasaran. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi Optik Chantika.
Title: PENERAPAN METODE K-MEANS CLUSTERING PADA DATA PENJUALAN OPTIK CHANTIKA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis data mining menggunakan metode clustering K-Means pada data penjualan merek kacamata di Optik Chantika.
Dalam penelitian ini, kami menggunakan nilai Davies Bouldin Index untuk mengevaluasi performa metode K-Means, dan hasil optimal terdapat pada jumlah klaster 10.
Namun, kami memilih menggunakan tiga klaster untuk klasterisasi pada penelitian ini: penjualan tertinggi, penjualan sedang dan penjualan terendah.
Melalui metode K-Means, merek kacamata dengan penjualan tertinggi selama tiga bulan tergabung dalam Cluster_0, sedangkan Cluster_1 berisi merek kacamata dengan penjualan sedang, dan Cluster_2 berisi merek kacamata dengan penjualan terendah.
Hasil penelitian ini memberikan persentase 50% merek kacamata termasuk dalam kategori penjualan tertinggi, 27,27% termasuk dalam kategori penjualan sedang, dan 22,72% termasuk dalam kategori penjualan terendah.
Dengan adanya pengelompokan berdasarkan pola penjualan ini, Optik Chantika dapat mengoptimalkan pengelolaan data penjualan dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pola penjualan, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih efektif dalam hal pengadaan stok dan strategi pemasaran.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi Optik Chantika.

Related Results

KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan mendeskripsikan prinsip-prinsip kerajinan yang terdapat pada karya kerajinan berbahan serat daun pandan di industri chan...
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN OPTIK MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK BUNDLE UNTUK MENENTUKAN KONSENTRASI KOLESTEROL
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN OPTIK MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK BUNDLE UNTUK MENENTUKAN KONSENTRASI KOLESTEROL
Penelitian ini untuk mengembangan media pembelajaran pada perkuliahan optik dengan menggunakan sensor serat optik bundle untuk deteksi konsentrasi kolesterol. Penggunaan media sens...
Analisis Sistem Informasi Penjualan kacamata pada Optik Lifa di Kabupaten Sumenep
Analisis Sistem Informasi Penjualan kacamata pada Optik Lifa di Kabupaten Sumenep
 Optik Lifa merupakan usaha yang mengkhususkan dalam menjual kacamata. Sistem informasi penjualan yang sedang berjalan saat ini masih bersifat manual sehingga masih banyak kendala-...
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Makalah Komprehensif Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM 4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik bertujuan untuk menganalisis perubaha...
STUDI PENDAHULUAN KOMPUTASI SEMI EMPIRIK SENYAWA OPTIK NON LINIER
STUDI PENDAHULUAN KOMPUTASI SEMI EMPIRIK SENYAWA OPTIK NON LINIER
Senyawa optik non linier merupakan senyawa yang dapat mengubah frekuensi, fase, dan besaran lain dari gelombang yang melewatinya. Sebagai contoh, sinar laser ruby yang dilewatkan p...
Penertiban Pemasangan Tiang Tumpu Fiber Optik di Kota Pekanbaru
Penertiban Pemasangan Tiang Tumpu Fiber Optik di Kota Pekanbaru
Persoalan tiang tumpu fiber optik di Kota Pekanbaru merupakan pemandangan yang tidak asing lagi. Menjamurnya pemasangan kabel serat optik akibat perizinan yang belum efektif dengan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top