Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi

View through CrossRef
The development of social media makes it easy to communicate remotely. Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of utterances of hate towards others. Hate speech is a derogatory speech about personal or group characteristics, such as race, religion, gender, or even sexual orientation. Various factors can underlie this behavior. Meanwhile, the purpose of this study is to examine hate speech from the perspective of personality theory in psychology. The method used for data collection is a literature study. The results of this study indicate that hate speech can occur as a form of expression of emotions and conflicts that are not resolved in a person's subconscious mind. These unresolved conflicts and emotions lead to anxiety and psychological distress. Hate speech can appear as a form of a defense mechanism known as displacement. In addition, hate speech can also be done only for personal pleasure (trolling). This is used by individuals because their basic needs to feel safe and valued in everyday life are not met so individuals will develop basic anxiety which eventually leads to compulsive, neurotic, or aggressive behavior patterns, like trolling. Abstrak Perkembangan media sosial memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Selain memudahkan, media sosial sering kali digunakan oleh beberapa individu untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk ujaran kebencian kepada orang lain. Ujaran kebencian atau hate speech adalah ucapan yang menghina tentang karakteristik pribadi atau kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, atau bahkan orientasi seksual. Beragam faktor dapat mendasari perilaku ini. Adapun,  tujuan penelitian ini adalah mengkaji ujaran kebencian dalam perspektif teori kepribadian dalam psikologi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian dapat terjadi sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan konflik yang tidak selesai dalam pikiran bawah sadar seseorang. Konflik dan emosi yang tidak terselesaikan ini menyebabkan kecemasan dan tekanan psikologis. Ujaran kebencian dapat muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan yang disebut sebagai pelampiasan (displacement). Selain itu, ujaran kebencian dapat juga dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi (trolling). Hal ini digunakan individu sebab kebutuhan dasar mereka akan rasa aman dan dihargai di kehidupan sehari-hari tidak terpenuhi sehingga individu akan mengembangkan kecemasan dasar yang akhirnya memunculkan pola perilaku kompulsif, neurotik, atau agresif salah satunya seperti trolling.
Title: Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi
Description:
The development of social media makes it easy to communicate remotely.
Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of utterances of hate towards others.
Hate speech is a derogatory speech about personal or group characteristics, such as race, religion, gender, or even sexual orientation.
Various factors can underlie this behavior.
Meanwhile, the purpose of this study is to examine hate speech from the perspective of personality theory in psychology.
The method used for data collection is a literature study.
The results of this study indicate that hate speech can occur as a form of expression of emotions and conflicts that are not resolved in a person's subconscious mind.
These unresolved conflicts and emotions lead to anxiety and psychological distress.
Hate speech can appear as a form of a defense mechanism known as displacement.
In addition, hate speech can also be done only for personal pleasure (trolling).
This is used by individuals because their basic needs to feel safe and valued in everyday life are not met so individuals will develop basic anxiety which eventually leads to compulsive, neurotic, or aggressive behavior patterns, like trolling.
Abstrak Perkembangan media sosial memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan jarak jauh.
Selain memudahkan, media sosial sering kali digunakan oleh beberapa individu untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk ujaran kebencian kepada orang lain.
Ujaran kebencian atau hate speech adalah ucapan yang menghina tentang karakteristik pribadi atau kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, atau bahkan orientasi seksual.
Beragam faktor dapat mendasari perilaku ini.
Adapun,  tujuan penelitian ini adalah mengkaji ujaran kebencian dalam perspektif teori kepribadian dalam psikologi.
Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi literatur.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian dapat terjadi sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan konflik yang tidak selesai dalam pikiran bawah sadar seseorang.
Konflik dan emosi yang tidak terselesaikan ini menyebabkan kecemasan dan tekanan psikologis.
Ujaran kebencian dapat muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan yang disebut sebagai pelampiasan (displacement).
Selain itu, ujaran kebencian dapat juga dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi (trolling).
Hal ini digunakan individu sebab kebutuhan dasar mereka akan rasa aman dan dihargai di kehidupan sehari-hari tidak terpenuhi sehingga individu akan mengembangkan kecemasan dasar yang akhirnya memunculkan pola perilaku kompulsif, neurotik, atau agresif salah satunya seperti trolling.

Related Results

Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
ABSTRAK Kata-kata kunci: Kepribadian, Struktur kepribadian, dinamika kepribadian, perkembangan kepribadian.            Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Ayah dan Sebelas ...
Psikoanalisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Allya Karya Ana Yuliana
Psikoanalisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Allya Karya Ana Yuliana
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tipe kepribadian menurut teori Gerard Heymans pada tokoh utama dalam novel Allya karya Ana Yuliana, (2) faktor- faktor yang memp...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
PENGARUH POTENSI DIRI, LINGKUNGAN SOSIAL DAN KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP KEPRIBADIAN GENERASI MUDA BUDDHIS DI KABUPATEN JEPARA
PENGARUH POTENSI DIRI, LINGKUNGAN SOSIAL DAN KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP KEPRIBADIAN GENERASI MUDA BUDDHIS DI KABUPATEN JEPARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung potensi diri terhadap keaktifan berorganisasi, pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap keaktifan berorganisasi, pen...
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DALAM PENDIDIKAN DI MADRASAH
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DALAM PENDIDIKAN DI MADRASAH
AbstrakMadrasah sebagai tempat pembelajaran dan pendidikan peserta didik dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, tingkah laku dan kepribadian yang baik sehingga tanpa disertai dengan p...
Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih Karya Tini Kartini
Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Jurig Paséa jeung Nyi Karsih Karya Tini Kartini
The background of the research is the personality conflict of the main characters in the short story collection Jurig Paséa jeung Nyi Karsih. The theory used in this study is Todor...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...

Back to Top