Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kesantunan Imperatif pada Kesenian Senjang Musi Banyuasin

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah apa sajakah jenis kesantunan imperatif danbagaimanakah kesantunan imperatif pada kesenian Senjang Musi Banyuasin. Tujuan penelitian yakni untuk mendeskripsikan jenis dan kesantunan imperatif apa saja yang ada pada kesenian Senjang Musi Banyuasin. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif, hasil penelitian terdapat 22 tuturan imperatif yang menggunakan strategi kesantunan berbahasa. Dua jenis fungsi tuturan imperatif suruhan dan larangan serta delapan wujud tuturan kesantunan imperatif meliputi (1) perintah, (2) permintaan, (3) permohonan, (4) ajakan, (5) larangan, (6) harapan, (7) anjuran, dan (8) pemberian ucapan selamat. Selain itu, terdapat penerapan prinsip kesantunan dari Leech, maksim kebijaksanaan, penerimaan (pujjian), kerendahan hati, kecocokan, kesimpatian serta penerapan skala pilihan dan ketidaklangsungan. Diharapkan agar peneliti selanjutnya untuk meneliti kesantunan berbahasa pada masyarakat tutur di berbagai daerah yang kemudian dikaitkan dengan budaya masyarakat daerah tersebut.
Title: Kesantunan Imperatif pada Kesenian Senjang Musi Banyuasin
Description:
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah apa sajakah jenis kesantunan imperatif danbagaimanakah kesantunan imperatif pada kesenian Senjang Musi Banyuasin.
Tujuan penelitian yakni untuk mendeskripsikan jenis dan kesantunan imperatif apa saja yang ada pada kesenian Senjang Musi Banyuasin.
Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif, hasil penelitian terdapat 22 tuturan imperatif yang menggunakan strategi kesantunan berbahasa.
Dua jenis fungsi tuturan imperatif suruhan dan larangan serta delapan wujud tuturan kesantunan imperatif meliputi (1) perintah, (2) permintaan, (3) permohonan, (4) ajakan, (5) larangan, (6) harapan, (7) anjuran, dan (8) pemberian ucapan selamat.
Selain itu, terdapat penerapan prinsip kesantunan dari Leech, maksim kebijaksanaan, penerimaan (pujjian), kerendahan hati, kecocokan, kesimpatian serta penerapan skala pilihan dan ketidaklangsungan.
Diharapkan agar peneliti selanjutnya untuk meneliti kesantunan berbahasa pada masyarakat tutur di berbagai daerah yang kemudian dikaitkan dengan budaya masyarakat daerah tersebut.

Related Results

SENJANG: SEJARAH TRADISI LISAN MASYARAKAT MUSI BANYUASIN
SENJANG: SEJARAH TRADISI LISAN MASYARAKAT MUSI BANYUASIN
Senjang salah satu tradisi lisan masyarakat Musi Banyuasin, pada awalnya disampaikan secara lisan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sejarah tradisi lisan masya...
KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDUNG: KAJIAN PRAGMATIK
KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDUNG: KAJIAN PRAGMATIK
Makalah ini adalah penelitian kesantunan Imperatif Siswa SMK Muhammadiyah 2 Bandung: kajian pragmatik. Penelitian ini mendeskripsikan penanda imperatif dan wujud imperatif yang dig...
TUTURAN IMPERATIF DALAM NOVEL HIJRAH ITU CINTA KARYA ABAY ADHITYA
TUTURAN IMPERATIF DALAM NOVEL HIJRAH ITU CINTA KARYA ABAY ADHITYA
Penelitian ini berfokus pada penggunaan tuturan imperatif yang terdiri dari 17 indikator. Tuturan imperatif ini merujuk pada dialog dan narasi dalam novel Hijrah itu Cinta. Tujuan ...
Kesenian Tradisional Sinoman Hadrah Khas Suku Banjar Di Kalimantan Selatan Sebagai Sumber Belajar IPS
Kesenian Tradisional Sinoman Hadrah Khas Suku Banjar Di Kalimantan Selatan Sebagai Sumber Belajar IPS
Sinoman hadrah merupakan kesenian asli Suku Banjar. Kesenian ini sudah ada sejak lama dan berlangsung turun temurun, namun seiring dengan perkembangan zaman kesenian ini sudah lang...

Back to Top