Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Korelasi Parameter Kualitas Perairan Kolong Pascatambang Timah dengan Umur Berbeda

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan korelasi antara sejumlah parameter kualitas perairan di kolong pascatambang timah dengan umur berbeda untuk pengembangan akuakultur. Pengukuran kualitas air dilakukan pada kolong berumur < 1 tahun, umur 20-25 tahun, dan umur > 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolong berumur < 1 tahun bersifat asam (pH 3,71) dengan Eh 0.16 V, DO 5.20 ppm, COD 10.173 ppm, TSS 3.667 ppm, konduktivitas143.75 Us.cm-1, total nitrogen 0.069 ppm, dan total fosfat 0.019 ppm. Karaktersitik perairan kolong berumur > 20 tahun mengalami perbaikan kualitas, khususnya pH dan DO. Hasil pengukuran menunjukkan pH 6.98-7.09, DO 7.07-7.20 ppm, COD 13.900-15.400 ppm, TDS 38.93-81.63 ppm, TSS 6.00 ppm, Eh 0.01-0.02 V, konduktivitas 58.40-122.45 Us.cm-1, total nitrogen 0.021-0.041 ppm, dan total fosfat 0.013-0.021 ppm. Kualitas perairan di kolong pascatambang timah, khususnya di kolong berumur < 1 tahun cenderung berkualitas rendah, meskipun demikian sejumlah ikan ditemukan mampu hidup di kolong tersebut seperti ikan gabus (Channa sp.), sepat rawa (‎Trichogaster sp.), kemuring (Puntius sp.), nila (Oreochromis sp.), tempala (Betta sp.), merak atau cere (Gambusia sp.), seluang (Rasbora sp.), betok (Anabas sp.), selinca (Belontia sp.), berenet atau eyespot rasbora (Brevibora sp.), mata tiga (ikan padi atau javanese ricefish) (Oryzias sp.), dan kepala timah (Aplocheilus sp.). Hal ini menunjukkan bahwa beberapa spesies ikan memiliki kemampuan bertahan hidup dan adaptasi yang baik di lingkungan berkualitas rendah. Sementara itu, ikan-ikan tersebut juga ditemukan di sejumlah kolong yang berumur > 20 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa spesies-spesies tersebut memiliki rentang kualitas perairan yang luas untuk kehidupannya serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas akuakultur ataupun organisme suksesor di perairan kolong pascatambang timah.
Title: Analisis Korelasi Parameter Kualitas Perairan Kolong Pascatambang Timah dengan Umur Berbeda
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan korelasi antara sejumlah parameter kualitas perairan di kolong pascatambang timah dengan umur berbeda untuk pengembangan akuakultur.
Pengukuran kualitas air dilakukan pada kolong berumur < 1 tahun, umur 20-25 tahun, dan umur > 50 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolong berumur < 1 tahun bersifat asam (pH 3,71) dengan Eh 0.
16 V, DO 5.
20 ppm, COD 10.
173 ppm, TSS 3.
667 ppm, konduktivitas143.
75 Us.
cm-1, total nitrogen 0.
069 ppm, dan total fosfat 0.
019 ppm.
Karaktersitik perairan kolong berumur > 20 tahun mengalami perbaikan kualitas, khususnya pH dan DO.
Hasil pengukuran menunjukkan pH 6.
98-7.
09, DO 7.
07-7.
20 ppm, COD 13.
900-15.
400 ppm, TDS 38.
93-81.
63 ppm, TSS 6.
00 ppm, Eh 0.
01-0.
02 V, konduktivitas 58.
40-122.
45 Us.
cm-1, total nitrogen 0.
021-0.
041 ppm, dan total fosfat 0.
013-0.
021 ppm.
Kualitas perairan di kolong pascatambang timah, khususnya di kolong berumur < 1 tahun cenderung berkualitas rendah, meskipun demikian sejumlah ikan ditemukan mampu hidup di kolong tersebut seperti ikan gabus (Channa sp.
), sepat rawa (‎Trichogaster sp.
), kemuring (Puntius sp.
), nila (Oreochromis sp.
), tempala (Betta sp.
), merak atau cere (Gambusia sp.
), seluang (Rasbora sp.
), betok (Anabas sp.
), selinca (Belontia sp.
), berenet atau eyespot rasbora (Brevibora sp.
), mata tiga (ikan padi atau javanese ricefish) (Oryzias sp.
), dan kepala timah (Aplocheilus sp.
).
Hal ini menunjukkan bahwa beberapa spesies ikan memiliki kemampuan bertahan hidup dan adaptasi yang baik di lingkungan berkualitas rendah.
Sementara itu, ikan-ikan tersebut juga ditemukan di sejumlah kolong yang berumur > 20 tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa spesies-spesies tersebut memiliki rentang kualitas perairan yang luas untuk kehidupannya serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai komoditas akuakultur ataupun organisme suksesor di perairan kolong pascatambang timah.

Related Results

Penanggulangan Banjir Kota Pangkal Pinang melalui Pemeliharaan Kolong Gudang Padi
Penanggulangan Banjir Kota Pangkal Pinang melalui Pemeliharaan Kolong Gudang Padi
Kolong Gudang Padi dibangun pada tahun 2015 untuk mengendalikan limpasan permukaan di Kelurahan Pasar Padi kecamatan Girimaya yang diakibatkan oleh permukiman di sekitarnya.  Adapu...
ASPEK FISIKO KIMIA DAN BIOLOGI KOLONG-KOLONG DI PULAU BANGKA UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN
ASPEK FISIKO KIMIA DAN BIOLOGI KOLONG-KOLONG DI PULAU BANGKA UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN
Kolong-kolong adalah badan air yang terbentuk dari lahan bekas galian penambangan timah, Penelitian sumber daya perikanan kolong-kolong di Pulau Bangka bagian barat dilakukan untuk...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Implementasi Hukum Islam tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Lingkungan PT Timah Persero TBK
Implementasi Hukum Islam tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Lingkungan PT Timah Persero TBK
Abstract. Corporate Social Responsibility (CSR) implemented in PT Timah. The program aims to provide assistance to the surrounding community in the mining area affected by the loss...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Lahan pasca tambang timah merupakan lahan kritis yang berpotensi sebagai lahan pertanian.  Nenas Badau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan pasca tam...

Back to Top