Javascript must be enabled to continue!
MENGGAPAI RIDHA ALLAH MELALUI IBADAH RITUAL(Penafsiran ayat-ayat Sholat dan Puasa Menurut Al-Mawardi dalam Kitab Al-Nukat wa al ‘Uyun)
View through CrossRef
Salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai pembimbing bagi orang-orang yang beriman menuju ridha Allah swt. Orang-orang beriman akan terus senantiasa berlomba-lomba menggapai ridha Allah swt. Hal ini merupakan objektivitas suatu ibadah dari sisi subtansialnya. Meskipun beberapa kali al-Qur’an menjanjikan surga sebagai ganjaran ibadah, namun sesungguhnya surge tersebut merupakan bentuk ridha Allah swt kepada hamba-Nya. Para ulama’ telah sepakat tidak ada sesuatu hal yang berat dikerjakan kecuali sesuatu hal yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman. Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah ritual yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman. Oleh karenanya dapat dipastikan bahwa ibadah ritual tersebut merupakan salah satu cara menggapai ridha Allah swt. Dalam hal ini, Al-Mawardi dalam tafsirnya An-Bukat wa al-‘Uyun mereprentasikan subtansi iabadah sholat dan puasa sebagai tangga untuk menggapai ridha Allah swt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode kajian tafsir maudhu’i untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan shalat dan puasa. Penelitian juga menggunakan pendekatan kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan informasi dan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara. Yakni data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah kitab tafsir An-Nukat wa al-‘Uyun karya Imam al-Mawardi. Sedangkan data sekunder diambil dari literatur, buku, catatan, majalah, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa keikhlasan, konsistensi, dan pemahaman mendalam terhadap makna ibadah adalah kunci utama dalam meraih ridha Allah. Al-Mawardi dalam tafsirnya menekankan perilaku hati yang harus sesuai dengan tujuan ibadah itu sendiri, hal ini yang kemudian disebut subtansial ibadah. Kondisi hati yang lalai menurut al-Mawardi merupakan penyebab seorang hamba sulit untuk sampai pada Tuhannya. Ibadah shalat dan puasa yang dilakukan dengan niat tulus dan penghayatan mendalam dapat mendatangkan keberkahan serta memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Allah, serta membentuk karakter muslim yang lebih baik. Dari kepribadian yag baik dikarenakan ibadah dengan cara yang benar inilah seorang hamba dapat sampai kepada Allah swt dan mendapatkan ridha-Nya.
Yayasan Al-Qur'an Shalahuddin Al-Ayyubi
Title: MENGGAPAI RIDHA ALLAH MELALUI IBADAH RITUAL(Penafsiran ayat-ayat Sholat dan Puasa Menurut Al-Mawardi dalam Kitab Al-Nukat wa al ‘Uyun)
Description:
Salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai pembimbing bagi orang-orang yang beriman menuju ridha Allah swt.
Orang-orang beriman akan terus senantiasa berlomba-lomba menggapai ridha Allah swt.
Hal ini merupakan objektivitas suatu ibadah dari sisi subtansialnya.
Meskipun beberapa kali al-Qur’an menjanjikan surga sebagai ganjaran ibadah, namun sesungguhnya surge tersebut merupakan bentuk ridha Allah swt kepada hamba-Nya.
Para ulama’ telah sepakat tidak ada sesuatu hal yang berat dikerjakan kecuali sesuatu hal yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman.
Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah ritual yang diwajibkan Allah swt kepada orang-orang yang beriman.
Oleh karenanya dapat dipastikan bahwa ibadah ritual tersebut merupakan salah satu cara menggapai ridha Allah swt.
Dalam hal ini, Al-Mawardi dalam tafsirnya An-Bukat wa al-‘Uyun mereprentasikan subtansi iabadah sholat dan puasa sebagai tangga untuk menggapai ridha Allah swt.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode kajian tafsir maudhu’i untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan shalat dan puasa.
Penelitian juga menggunakan pendekatan kepustakaan (library research).
Teknik pengumpulan informasi dan data dalam penelitian ini menggunakan dua cara.
Yakni data primer dan data sekunder.
Data primer dalam penelitian ini adalah kitab tafsir An-Nukat wa al-‘Uyun karya Imam al-Mawardi.
Sedangkan data sekunder diambil dari literatur, buku, catatan, majalah, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa keikhlasan, konsistensi, dan pemahaman mendalam terhadap makna ibadah adalah kunci utama dalam meraih ridha Allah.
Al-Mawardi dalam tafsirnya menekankan perilaku hati yang harus sesuai dengan tujuan ibadah itu sendiri, hal ini yang kemudian disebut subtansial ibadah.
Kondisi hati yang lalai menurut al-Mawardi merupakan penyebab seorang hamba sulit untuk sampai pada Tuhannya.
Ibadah shalat dan puasa yang dilakukan dengan niat tulus dan penghayatan mendalam dapat mendatangkan keberkahan serta memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Allah, serta membentuk karakter muslim yang lebih baik.
Dari kepribadian yag baik dikarenakan ibadah dengan cara yang benar inilah seorang hamba dapat sampai kepada Allah swt dan mendapatkan ridha-Nya.
Related Results
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Artikel ini mengulas tentang dampak dari puasa terhadap kesehatan mental, di era modern banyak orang yang salah memahami puasa banyak orang yang mengira, bahkan menuding, bahwa pua...
Pelatihan Problematika Puasa bagi Warga Madrasah Minu 13 Gandariyah melalui Kajian Fiqih Puasa
Pelatihan Problematika Puasa bagi Warga Madrasah Minu 13 Gandariyah melalui Kajian Fiqih Puasa
Pelatihan problematika puasa bagi warga Madrasah MINU 13 Gandariyah melalui kajian fiqih puasa bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang hukum dan adab puasa. Pelatiha...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
PUASA YANG MENAJUBKAN (STUDI FENOMENOLOGIS PENGALAMAN INDIVIDU YANG MENJALANKAN PUASA DAUD)
PUASA YANG MENAJUBKAN (STUDI FENOMENOLOGIS PENGALAMAN INDIVIDU YANG MENJALANKAN PUASA DAUD)
Sebagian umat manusia di dunia menjalankan ibadah puasa. Berbagai agama turut memerintahkan umatnya untuk menjalankan puasa sesuai dengan tata cara dan pelaksanaannya masing-masing...
Nilai-nilai Pendidikan Aqidah dalam Prespektif QS. Al-Baqarah Ayat 186
Nilai-nilai Pendidikan Aqidah dalam Prespektif QS. Al-Baqarah Ayat 186
Abstract. Education problems in Indonesia involve phenomena such as bullying and LGBTQ understanding. One of the problems is in the aqidah, as explained in Al-Baqarah verse 186. Th...
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Allah Resûlü (s.a.v.),
haksızlıkların ve çarpık inanç biçimlerinin hüküm sürdüğü Mekke ortamında
dünyaya gelir ve kırk yaşına bastığında Yüce Allah tarafından peygamberlikle
görevl...

