Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Tentang Mitigasi Bencana Desa Sekotong Tengah Menuju Desa Tangguh Bencana

View through CrossRef
Bencana diartikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Perke BNPB No. 02 Tahun 2021). Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya di Desa Sekotong Tengah. Desa Sekotong Tengah merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Permasalahan banjir yang terjadi di Desa Sekotong Tengah merupakan bencana musiman yang kerap terjadi setiap tahunnya pada musim hujan. Untuk itu, upaya yang perlu dilakukan dalam menanggulangi banjir adalah meminimalkan dampak/resiko yang ditimbulkan akibat bencana banjir atau yang disebut dengan mitigasi. Salah satu bentuk mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak risiko banjir yaitu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi serta ditindaklanjuti kerja bakti. Berdasarkan hasil penyuluhan bahwa sebagian besar masyarakat Sekotong Tengah masih belum memahami dampak banjir. Data banjir yang terjadi pada awal tahun 2021 merendam 13 dari 18 dusun di Desa Sekotong Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa dampak bencana banjir yang terjadi di awal tahun 2021 di Desa Sekotong Tengah yaitu sebesar 72%. Data tersebut menunjukkan sekotong 1 menjadi dusun yang paling tinggi terdampak banjir sampai dengan dusun mekar sari paling rendah. Berdasarkan hasil sosialisasi didapatkan bahwa sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan di saluran drainase. Hasil pengamatan sebelum sosialisasi terhadap sampel sebanyak 14 KK di Dusun Sekotong II Desa Sekotong Tengah menunjukkan 10 KK (71%) yang membuang sampah sembarangan dan 4 KK (29%) yang tidak membuang sampah sembarangan. Setelah dilakukan sosialisasi, mulai terlihat perubahan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan di saluran drainase yaitu sebanyak 8 KK (57%) yang tidak membuang sampah sembarangan dan 6 KK (43%) yang masih membuang sampah sembarangan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan cukup berhasil memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Setelah kegiatan sosialisasi ditindaklanjuti dengan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran drainase seperti selokan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini tidak maksimal karena bersamaan dengan kesibukan masyarakat yang berkebun di pengunungan.
Title: Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Tentang Mitigasi Bencana Desa Sekotong Tengah Menuju Desa Tangguh Bencana
Description:
Bencana diartikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Perke BNPB No.
02 Tahun 2021).
Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya di Desa Sekotong Tengah.
Desa Sekotong Tengah merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Permasalahan banjir yang terjadi di Desa Sekotong Tengah merupakan bencana musiman yang kerap terjadi setiap tahunnya pada musim hujan.
Untuk itu, upaya yang perlu dilakukan dalam menanggulangi banjir adalah meminimalkan dampak/resiko yang ditimbulkan akibat bencana banjir atau yang disebut dengan mitigasi.
Salah satu bentuk mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak risiko banjir yaitu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi serta ditindaklanjuti kerja bakti.
Berdasarkan hasil penyuluhan bahwa sebagian besar masyarakat Sekotong Tengah masih belum memahami dampak banjir.
Data banjir yang terjadi pada awal tahun 2021 merendam 13 dari 18 dusun di Desa Sekotong Tengah.
Hal ini menunjukkan bahwa dampak bencana banjir yang terjadi di awal tahun 2021 di Desa Sekotong Tengah yaitu sebesar 72%.
Data tersebut menunjukkan sekotong 1 menjadi dusun yang paling tinggi terdampak banjir sampai dengan dusun mekar sari paling rendah.
Berdasarkan hasil sosialisasi didapatkan bahwa sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan di saluran drainase.
Hasil pengamatan sebelum sosialisasi terhadap sampel sebanyak 14 KK di Dusun Sekotong II Desa Sekotong Tengah menunjukkan 10 KK (71%) yang membuang sampah sembarangan dan 4 KK (29%) yang tidak membuang sampah sembarangan.
Setelah dilakukan sosialisasi, mulai terlihat perubahan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan di saluran drainase yaitu sebanyak 8 KK (57%) yang tidak membuang sampah sembarangan dan 6 KK (43%) yang masih membuang sampah sembarangan.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan cukup berhasil memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Setelah kegiatan sosialisasi ditindaklanjuti dengan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran drainase seperti selokan.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini tidak maksimal karena bersamaan dengan kesibukan masyarakat yang berkebun di pengunungan.

Related Results

Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
PANDANGAN DASAR EKONOMI ISLAM Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia....
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia. Sehingga persoalan produksi, ...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa
ABSTRAK Bencana tahunan yang masih sering terjadi di Kota Langsa adalah banjir yang banyak menyebabkan kerugian materil dan immateril. Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kot...
Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Sektor Ekonomi Dan Pariwisata Berbasis Digitalisasi Di Desa Sekotong Barat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Sektor Ekonomi Dan Pariwisata Berbasis Digitalisasi Di Desa Sekotong Barat
Abstrak: Desa Sekotong Barat menjadi lokasi pengabdian yang berada di sebelah Tenggara Kota Mataram Ibu Kota Provinsi  Nusa Tenggara Barat, berjarak ±50 KM. Secara administratif, d...
Optimasi Web Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Potensi Desa pada Lembang Marinding Desa Kandora Kecamatan Mangkedek Kab. Tana Toraja
Optimasi Web Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Potensi Desa pada Lembang Marinding Desa Kandora Kecamatan Mangkedek Kab. Tana Toraja
Optimalisasi pemanfaatan potensi lokal merupakan salah satu langkah selanjutnya dalam keswadayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Potensi tersebut melip...

Back to Top