Javascript must be enabled to continue!
REKAYASA GEOTEKNIK UNTUK PENANGANAN SQUEEZING FAILURE DAN PENEMBUSAN AREA AMBRUKAN 1
View through CrossRef
ABSTRAKTambang emas bawah tanah UBPE Pongkor terletak di Kawasan Bayah Dome, Jawa Barat, dengan tipe endapan vein system. Sistem penambangan dilakukan dengan system cut and fill dimana upaya penembusan bijih dilakukan dengan drifting. Salah satu tambang yang memiliki kadar tinggi yaitu di area Tambang Ciurug L600 bagian Central dimana batuan di daerah tersebut memilki karakter high altered dan very weak rock strength sehingga mudah runtuh dan berpotensi untuk squeezing. Area XC 662 merupakan salah satu front yang memilki kadar Au tinggi, namun kondisi batuan yang lunak selalu menjadi permasalahannya. Dalam artikel ini akan dibahas dua cara penanganan front yang sudah dilakukan tim Geoteknik UBPE Pongkor. Kasus pertama pada XC 662 yaitu penanganan geoteknik pada batuan lemah teralterasi argilik kuat dengan tipe runtuhan squeezing failure menggunakan pendekatan Convergent Confinement. Kasus kedua pada XC 662.1 yaitu upaya penembusan pada material ambrukan (rubble material) pada heading yang sudah ditinggalkan kemudian dilakukan penembusan kembali menggunakan pendekatan teknis sederhana yang direncanakan dengan matang dan aman (Professional Judgement, Safe, and Well-Planned Method). Kasus di kedua heading ini memiliki persamaan yaitu stand-up time yang sedikit sehingga potensi delay produksi menjadi pertimbangan. Berdasarkan hasil analisis, ground support di XC 662 menggunakan kombinasi antara shotcrete setebal 15 cm dan cable bolt spasi 1,5 x 1,5 m. Maximum support pressure yang dihasilkan sebesar 2,90 MPa untuk menahan tegangan sebesar 2,16 MPa dengan nilai FS = 1,34. Ground support pada XC 662.1 menggunakan shotcrete yang diaplikasikan secara in-cycle setiap aktivitas penggalian material ambrukan, forepolling pipa spilling 6 m, batang bor, dan bantalan kayu stapling. Pemasangan pipa spilling dan batang bor dilakukan dengan spasi 20-30 cm. Bantalan kayu stapling dipasang di bagian atas forepolling untuk menghindari kontak langsung antara material ambrukan dengan pipa spilling dan batang bor. Desain ground support ini berfungsi baik untuk meningkatkan nilai kohesi pada material ambrukan dan memperpanjang stand-up time. Dari kedua kasus ini diambil kesimpulan bahwa penanganan geoteknik pada heading dengan kondisi very weak rock strength dan high altered harus dilakukan secara in-cycle dan tidak membiarkan span terlalu lama berdiri tanpa penyanggaan.Kata kunci : Cut and fill ; squeezing failure ; material ambrukan ; Convergent Confinement ; Professional JudgementABSTRACTUBPE Pongkor underground gold mine was placed at physiography of Bayah Dome, West Java, which is have vein system gold deposit. It using cut and fill mining system which using drifting mechanism for getting the ore. One of the highest grade mine location was at Ciurug L 600 Central area which have high altered and very weak rock strength characteristics so that easy to failure and have squeezing potential. XC 662 area was the other highest Au grade mine, but have the problem with the rock mass condition. This article will explain two ways about how to solve its problem which is UBPE Pongkor Geotechnical team was did it. First case at XC 662 was the engineering of squeezing failure which has very weak rock-high argillic altered by Convergent Confinement approachment. The second was placed at XC 662.1 is the engineering of rubble material support at the abandoned heading with the Professional Judgement, Safe, and Well-Planned Method approachment. This two headings have low stand-up time so that potential to making production delay. Based on analysis, the ground support of XC 662 using 15cm shotcrete and 1,5x1,5 m cable bolt so that making the maximum support pressure are 2,90 MPa to supporting 2,16 MPa pressure with FS = 1,34. The ground support of XC 662.1 using in-cycle shotcrete after mucking activities, 6m-spilling pipe forepolling, drilling rod, and wood stapling. The forepolling pipe applied with 20-30 cm spacing. Stapling wood applied above the forepolling to prevent the rubble material and spilling pipe-drilling rod contact. Its Ground support design was well-function to improved the rubble material cohesion and increase the stand-up time. The conclusion of this cases are geotechnical engineering design at very weak rock strength-high altered heading should be applied the in-cycle shotcrete and didn’t abandon the front without support for the long time.Key words : Cut and fill ; squeezing failure ; rubble material ; Convergent Confinement ; Professional Judgement
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
Title: REKAYASA GEOTEKNIK UNTUK PENANGANAN SQUEEZING FAILURE DAN PENEMBUSAN AREA AMBRUKAN 1
Description:
ABSTRAKTambang emas bawah tanah UBPE Pongkor terletak di Kawasan Bayah Dome, Jawa Barat, dengan tipe endapan vein system.
Sistem penambangan dilakukan dengan system cut and fill dimana upaya penembusan bijih dilakukan dengan drifting.
Salah satu tambang yang memiliki kadar tinggi yaitu di area Tambang Ciurug L600 bagian Central dimana batuan di daerah tersebut memilki karakter high altered dan very weak rock strength sehingga mudah runtuh dan berpotensi untuk squeezing.
Area XC 662 merupakan salah satu front yang memilki kadar Au tinggi, namun kondisi batuan yang lunak selalu menjadi permasalahannya.
Dalam artikel ini akan dibahas dua cara penanganan front yang sudah dilakukan tim Geoteknik UBPE Pongkor.
Kasus pertama pada XC 662 yaitu penanganan geoteknik pada batuan lemah teralterasi argilik kuat dengan tipe runtuhan squeezing failure menggunakan pendekatan Convergent Confinement.
Kasus kedua pada XC 662.
1 yaitu upaya penembusan pada material ambrukan (rubble material) pada heading yang sudah ditinggalkan kemudian dilakukan penembusan kembali menggunakan pendekatan teknis sederhana yang direncanakan dengan matang dan aman (Professional Judgement, Safe, and Well-Planned Method).
Kasus di kedua heading ini memiliki persamaan yaitu stand-up time yang sedikit sehingga potensi delay produksi menjadi pertimbangan.
Berdasarkan hasil analisis, ground support di XC 662 menggunakan kombinasi antara shotcrete setebal 15 cm dan cable bolt spasi 1,5 x 1,5 m.
Maximum support pressure yang dihasilkan sebesar 2,90 MPa untuk menahan tegangan sebesar 2,16 MPa dengan nilai FS = 1,34.
Ground support pada XC 662.
1 menggunakan shotcrete yang diaplikasikan secara in-cycle setiap aktivitas penggalian material ambrukan, forepolling pipa spilling 6 m, batang bor, dan bantalan kayu stapling.
Pemasangan pipa spilling dan batang bor dilakukan dengan spasi 20-30 cm.
Bantalan kayu stapling dipasang di bagian atas forepolling untuk menghindari kontak langsung antara material ambrukan dengan pipa spilling dan batang bor.
Desain ground support ini berfungsi baik untuk meningkatkan nilai kohesi pada material ambrukan dan memperpanjang stand-up time.
Dari kedua kasus ini diambil kesimpulan bahwa penanganan geoteknik pada heading dengan kondisi very weak rock strength dan high altered harus dilakukan secara in-cycle dan tidak membiarkan span terlalu lama berdiri tanpa penyanggaan.
Kata kunci : Cut and fill ; squeezing failure ; material ambrukan ; Convergent Confinement ; Professional JudgementABSTRACTUBPE Pongkor underground gold mine was placed at physiography of Bayah Dome, West Java, which is have vein system gold deposit.
It using cut and fill mining system which using drifting mechanism for getting the ore.
One of the highest grade mine location was at Ciurug L 600 Central area which have high altered and very weak rock strength characteristics so that easy to failure and have squeezing potential.
XC 662 area was the other highest Au grade mine, but have the problem with the rock mass condition.
This article will explain two ways about how to solve its problem which is UBPE Pongkor Geotechnical team was did it.
First case at XC 662 was the engineering of squeezing failure which has very weak rock-high argillic altered by Convergent Confinement approachment.
The second was placed at XC 662.
1 is the engineering of rubble material support at the abandoned heading with the Professional Judgement, Safe, and Well-Planned Method approachment.
This two headings have low stand-up time so that potential to making production delay.
Based on analysis, the ground support of XC 662 using 15cm shotcrete and 1,5x1,5 m cable bolt so that making the maximum support pressure are 2,90 MPa to supporting 2,16 MPa pressure with FS = 1,34.
The ground support of XC 662.
1 using in-cycle shotcrete after mucking activities, 6m-spilling pipe forepolling, drilling rod, and wood stapling.
The forepolling pipe applied with 20-30 cm spacing.
Stapling wood applied above the forepolling to prevent the rubble material and spilling pipe-drilling rod contact.
Its Ground support design was well-function to improved the rubble material cohesion and increase the stand-up time.
The conclusion of this cases are geotechnical engineering design at very weak rock strength-high altered heading should be applied the in-cycle shotcrete and didn’t abandon the front without support for the long time.
Key words : Cut and fill ; squeezing failure ; rubble material ; Convergent Confinement ; Professional Judgement.
Related Results
Evaluation of tunnels under squeezing rock condition
Evaluation of tunnels under squeezing rock condition
PurposeThe purpose of this study is to evaluate the methods employed for classifying and quantifying the potential of squeezing in tunnels. Along with the empirical and semi‐empiri...
Teoriden Uygulamaya Geoteknik Mühendisliği
Teoriden Uygulamaya Geoteknik Mühendisliği
Geoteknik mühendisliği, inşaat mühendisliği projelerinde teknik ve finansman riskinin en yüksek elemanı olan zeminin davranışını yapı ile etkileşimli olarak inceleyen bir bilim dal...
Pengembangan Disiplin Ilmu Dan Program Studi Manajemen Rekayasa: Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Indonesia
Pengembangan Disiplin Ilmu Dan Program Studi Manajemen Rekayasa: Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Indonesia
Disiplin keilmuan manajemen rekayasa telah berkembang lama di dunia, tetapi belum cukup dikenal di Indonesia. Banyak praktisi industri, bahkan para akademisi, yang bertanya tentang...
On the variability of squeezing behaviour in tunnelling
On the variability of squeezing behaviour in tunnelling
The magnitude of squeezing deformations in tunnelling often varies over short distances, even if there is no obvious change in the construction method, in the depth of cover, in th...
Kajian Geoteknik Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Geofisika
Kajian Geoteknik Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Geofisika
Geofisika merupakan studi yang mengkaji kondisi bawah permukaan Bumi berdasarkan parameter fisiknya. Komponen penyusun Bumi masing-masing memiliki ciri fisik yang unik misalnya: ke...
Study on Model of Squeezing of the Tube
Study on Model of Squeezing of the Tube
In the existing squeezing machine of tube, the squeezing quality of tube is universally unstable, this paper apply dispersed forcing way to the movable squeezing plate, and build a...
Simultaneous measurement of multimode squeezing through multimode phase-sensitive amplification
Simultaneous measurement of multimode squeezing through multimode phase-sensitive amplification
Multimode squeezed light is an increasingly popular tool in photonic quantum technologies, including sensing, imaging, and computation. Meanwhile, the existing methods of its chara...
ANALISIS PENANGANAN SAMPAH OLEH IBU RUMAH TANGGA DI PULAU SAPULI KABUPATEN PANGKEP
ANALISIS PENANGANAN SAMPAH OLEH IBU RUMAH TANGGA DI PULAU SAPULI KABUPATEN PANGKEP
Banyaknya sampah merupakan tujuan penelitian mengetahui kepemilikan wadah sampah , mengetahui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah, dan mengetahui faktor-fa...

