Javascript must be enabled to continue!
Orang Punan Batu Benau Sajau: Kesinambungan Hunter-Gatherer dan Warisan Budaya Karst di Kalimantan Utara
View through CrossRef
The Benau Karst Hills in Bulungan Regency, North Kalimantan, form an ecological and cultural space that is central to the lives of the Punan Batu Benau Sajau people. For them, karst caves serve as temporary dwellings, storage spaces for forest products, and sites for cosmological rituals. This study adopts a landscape archaeological perspective to understand the connection between the contemporary practices of the Punan Batu, a hunter-gatherer society, and archaeological evidence of cave dwellings in Kalimantan. It was conducted through brief ethnographic observations (2025), a review of archaeological literature, and integration with genetic findings that confirm the continuity of Punan Batu culture. The results suggest that the Benau karst landscape can be perceived as a cultural landscape, where the subsistence practices, mobility, and cosmology of the local community reflect continuity with prehistoric cave-dwelling practices. This study highlights that preserving customary forests is not only a legal and ecological concern but also vital for maintaining the living archaeological heritage of Southeast Asia.
===
Bukit Karst Benau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, merupakan ruang ekologis dan budaya yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Punan Batu Benau Sajau. Bagi mereka, gua-gua karst berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, ruang penyimpanan hasil hutan, hingga lokasi ritual kosmologis. Studi ini berangkat dari perspektif arkeologi lanskap untuk memahami keterhubungan antara praktik kontemporer Punan Batu sebagai masyarakat berburu-meramu dengan bukti arkeologis hunian gua di Kalimantan. Kajian ini dilakukan melalui observasi etnografi singkat (2025), studi literatur arkeologi, serta integrasi dengan temuan genetika yang menegaskan kesinambungan budaya Punan Batu. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa lanskap karst Benau dapat dipandang sebagai lanskap budaya, ketika praktik subsistensi, mobilitas, dan kosmologi komunitas lokal mencerminkan kesinambungan dengan praktik hunian gua prasejarah. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian hutan adat bukan hanya urusan hukum dan ekologi, melainkan juga pelestarian warisan arkeologi hidup yang masih berlangsung di Asia Tenggara.
Title: Orang Punan Batu Benau Sajau: Kesinambungan Hunter-Gatherer dan Warisan Budaya Karst di Kalimantan Utara
Description:
The Benau Karst Hills in Bulungan Regency, North Kalimantan, form an ecological and cultural space that is central to the lives of the Punan Batu Benau Sajau people.
For them, karst caves serve as temporary dwellings, storage spaces for forest products, and sites for cosmological rituals.
This study adopts a landscape archaeological perspective to understand the connection between the contemporary practices of the Punan Batu, a hunter-gatherer society, and archaeological evidence of cave dwellings in Kalimantan.
It was conducted through brief ethnographic observations (2025), a review of archaeological literature, and integration with genetic findings that confirm the continuity of Punan Batu culture.
The results suggest that the Benau karst landscape can be perceived as a cultural landscape, where the subsistence practices, mobility, and cosmology of the local community reflect continuity with prehistoric cave-dwelling practices.
This study highlights that preserving customary forests is not only a legal and ecological concern but also vital for maintaining the living archaeological heritage of Southeast Asia.
===
Bukit Karst Benau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, merupakan ruang ekologis dan budaya yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Punan Batu Benau Sajau.
Bagi mereka, gua-gua karst berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, ruang penyimpanan hasil hutan, hingga lokasi ritual kosmologis.
Studi ini berangkat dari perspektif arkeologi lanskap untuk memahami keterhubungan antara praktik kontemporer Punan Batu sebagai masyarakat berburu-meramu dengan bukti arkeologis hunian gua di Kalimantan.
Kajian ini dilakukan melalui observasi etnografi singkat (2025), studi literatur arkeologi, serta integrasi dengan temuan genetika yang menegaskan kesinambungan budaya Punan Batu.
Hasil kajian ini menunjukkan bahwa lanskap karst Benau dapat dipandang sebagai lanskap budaya, ketika praktik subsistensi, mobilitas, dan kosmologi komunitas lokal mencerminkan kesinambungan dengan praktik hunian gua prasejarah.
Studi ini menegaskan bahwa pelestarian hutan adat bukan hanya urusan hukum dan ekologi, melainkan juga pelestarian warisan arkeologi hidup yang masih berlangsung di Asia Tenggara.
Related Results
Pengenalan kepada Sistem Vokal Bahasa Punan
Pengenalan kepada Sistem Vokal Bahasa Punan
Kaum Punan merupakan etnik minoriti mendiami kawasan sungai Kemena di Bintulu dan hulu sungai Rejang di Belaga Sarawak. Berdasarkan maklumat yang direkodkan oleh Punan National Ass...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
Multiscale Integration for Karst Reservoir Flow Simulation Models
Multiscale Integration for Karst Reservoir Flow Simulation Models
Abstract
The significant oil reserves related to karst reservoirs in Brazilian pre-salt field adds new frontiers to the development of upscaling procedures to reduce...
Karst Caves
Karst Caves
Karst refers to the processes of chemical dissolution and mechanical erosion acting on soluble rocks (mainly carbonates and evaporites), and to the surface and subsurface landforms...
VALUATION OF CULTURAL HERITAGE ASSET: ISSUES AND CHALLENGES
VALUATION OF CULTURAL HERITAGE ASSET: ISSUES AND CHALLENGES
AbstrakPenilaian hartanah warisan budaya adalah berbeza bila dibandingkan dengan aset atau hartanah lainkerana warisan budaya tidak dapat dijualbeli secara aktif dalam pasaran. Keb...
Globalisasi, Warisan Budaya, dan Pariwisata:
Globalisasi, Warisan Budaya, dan Pariwisata:
Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh globalisasi terhadap warisan budaya di Kepulauan Riau, yaitu Teater Bangsawan, sebagai salah satu daya tarik pariwisata di Kepulauan Ria...
The intimate lives of hunter-gatherer children and adolescents
The intimate lives of hunter-gatherer children and adolescents
The primary aim of this paper is to provide an overview of the daily lives and experiences of children and adolescents in contemporary hunter-gatherer societies. The study focuses ...

