Javascript must be enabled to continue!
Potensi Rhodophyta dari Perairan Tropis Indonesia sebagai Antioksidan Alami
View through CrossRef
Rumput laut merah (Rhodophyta) termasuk dalam kelompok sumber daya laut yang melimpah di perairan tropis Indonesia dan memiliki potensi yang tinggi sebagai agen antioksidan alami. Beragam kandungan senyawa bioktif seperti fenolik, flavonoid, karotenoid dan alkaloid telah banyak dilaporkan mampu menangkal radikal bebas dan menghambat proses stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas potensi kandungan senyawa antioksidan yang dimiliki oleh berbagai spesies rumput laut merah yang tumbuh di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi, menelaah, dan menganalisis hasil-hasil penelitian yang sudah ada yang diperoleh secara daring melalui database ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SpringerLink, dan Science Direct. Hasil studi menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sangat bervariasi antar spesies dan dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, dan lokasi pengambilan sampel. Gelidium sp. menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 3,9154 (DPPH) dan 9,1178 ppm (ABTS) yang dikategorikan sangat kuat, diikuti oleh Gracilaria sp. asal Serang Banten dengan nilai IC50 22,15 ppm dan Eucheuma spinosum dengan nilai IC50 42,010 ppm dengan kategori sangat kuat. Halymenia durvillei dan Hypnea sp. menunjukkan potensi antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut 101,22 ppm dan 138,42 ppm. Sementara itu,Acanthophora muscoides memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 325,47 ppm (ekstrak metanol) dan 351,27 ppm (ekstrak n-heksan). Acanthophora sp., Kappaphycus alvarezii, Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp. asal Pantai Santolo Garut juga memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah dengan nilai IC50 masing-masing adalah 367,473 ppm, 961,83 ppm, dan 2.521,2 ppm. Temuan ini mengindikasikan bahwa beberapa spesies rumput laut merah berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang signifikan.
Title: Potensi Rhodophyta dari Perairan Tropis Indonesia sebagai Antioksidan Alami
Description:
Rumput laut merah (Rhodophyta) termasuk dalam kelompok sumber daya laut yang melimpah di perairan tropis Indonesia dan memiliki potensi yang tinggi sebagai agen antioksidan alami.
Beragam kandungan senyawa bioktif seperti fenolik, flavonoid, karotenoid dan alkaloid telah banyak dilaporkan mampu menangkal radikal bebas dan menghambat proses stres oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas potensi kandungan senyawa antioksidan yang dimiliki oleh berbagai spesies rumput laut merah yang tumbuh di wilayah pesisir Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dilakukan secara sistematis untuk mengidentifikasi, menelaah, dan menganalisis hasil-hasil penelitian yang sudah ada yang diperoleh secara daring melalui database ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SpringerLink, dan Science Direct.
Hasil studi menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sangat bervariasi antar spesies dan dipengaruhi oleh metode ekstraksi, jenis pelarut, dan lokasi pengambilan sampel.
Gelidium sp.
menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 3,9154 (DPPH) dan 9,1178 ppm (ABTS) yang dikategorikan sangat kuat, diikuti oleh Gracilaria sp.
asal Serang Banten dengan nilai IC50 22,15 ppm dan Eucheuma spinosum dengan nilai IC50 42,010 ppm dengan kategori sangat kuat.
Halymenia durvillei dan Hypnea sp.
menunjukkan potensi antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 secara berturut-turut 101,22 ppm dan 138,42 ppm.
Sementara itu,Acanthophora muscoides memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 325,47 ppm (ekstrak metanol) dan 351,27 ppm (ekstrak n-heksan).
Acanthophora sp.
, Kappaphycus alvarezii, Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp.
asal Pantai Santolo Garut juga memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah dengan nilai IC50 masing-masing adalah 367,473 ppm, 961,83 ppm, dan 2.
521,2 ppm.
Temuan ini mengindikasikan bahwa beberapa spesies rumput laut merah berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang signifikan.
Related Results
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo)
Materi buku Model Manajemen Sumber Daya Perairan Waduk Serbaguna (Studi Kasus Waduk Selorejo) ini bersumber dari penelitian kerja sama antara Tim Dosen Prodi Manajemen Sumber Daya ...
Studi Komparatif Efektivitas Antioksidan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana) Dengan Teknik Ekstraksi Infusa dan Maserasi
Studi Komparatif Efektivitas Antioksidan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana) Dengan Teknik Ekstraksi Infusa dan Maserasi
Perkembangan polusi dan gaya hidup modern dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan, jumlah radikal bebas yang berlebihan dapat menurunkan kual...
auan Pustaka Potensi Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Antioksidan dalam Mengatasi Stres Oksidatif
auan Pustaka Potensi Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Antioksidan dalam Mengatasi Stres Oksidatif
Indonesia menghadapi tantangan dalam permasalahan kesehatan akibat penyakit degeneratif yang sering dikaitkan dengan stres oksidatif. Radikal bebas yang berperan dalam kerusakan se...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...
Potensi Antidioksidan Sediaan Nanopartikel Ekstrak Kernel Biji Limus (Mangifera foetida Lour)
Potensi Antidioksidan Sediaan Nanopartikel Ekstrak Kernel Biji Limus (Mangifera foetida Lour)
ABSTRAK
Antioksidan merupakan senyawa yang memiliki kemampuan menghambat aktivitas radikal bebas penyebab timbulnya penyakit degeneratif. Salah satu sumber bahan alam yang d...
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu
Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu
Kopi merupakan minuman yang populer di kalangan masyarakat Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan cita rasa yang khas serta bermanfaat bagi kesehatan. Kopi mengandung ...
MANFAAT MINUM TEH BUNGA TELANG DAN TEH PUTIH SEBAGAI ANTIOKSIDAN KEPADA MASYARAKAT KARAWANG
MANFAAT MINUM TEH BUNGA TELANG DAN TEH PUTIH SEBAGAI ANTIOKSIDAN KEPADA MASYARAKAT KARAWANG
Permasalahan udara di lingkungan kota Karawang yang banyak berdiri industri- industri serta kendaraan, menghasilkan polusi udara yang membuat radikal bebas terpenetrasi kedalam tub...
Potensi Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas
Potensi Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas
Dalam tubuh manusia, radikal bebas dapat berasal dari dua sumber. Radikal bebas yang bersumber dari luar tubuh seperti polusi udara, asap rokok dan radiasi dari perangkat elektroni...

