Javascript must be enabled to continue!
Dekolonisasi di Asia dan Pembacaan Alkitab yang Membebaskan dalam Pandangan Kwok Pui-Lan
View through CrossRef
AbstractThe history of colonialization in Asia left traditions and perspectives that were often oppressive. Minority or weak groups, often become victims. When this oppression and injustice occurs, and the oppressed group feels it is normal, it will be passed on to the next generation. Oppressive traditions and worldviews also occur in Christianity and in Bible reading. This article explores how Feminist Theologian Kwok Pui Lan tries to decolonialize Bible reading through dialogue and imagination. Kwok Pui Lan, in particular, pays attention tothe injustice that is caused by problems of race and gender. With dialogue and imagination between Bible readers and listeners in their specific contexts the gospel message will reach everyone in their existence, and make them free human beings. In the end, the Bible and the good news it carries are not only read according to strong and powerful interests, but have a variety of voices that can greet anyone.
AbstrakSejarah kolonialisasi di Asia meninggalkan tradisi dan cara pandang yang tidak jarang menindas. Kelompok minoritas atau yang lemah, seringkali menjadi korbannya. Ketika penindasan dan ketidakadilan ini terjadi, dan kelompok yang tertindas merasa hal itu sebagai sebuah kewajaran maka akan bertahan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Tradisi dan cara pandang yang menindas juga terjadi dalam kekristenan dan pembacaan Alkitab. Artikel ini menelusuri bagaimana Kwok Pui Lan, seorang Teolog Feminis, mencoba melakukan dekolonialisasi terhadap pembacaan Alkitab diantaranya melalui dialog dan imajinasi. KwokPui Lan secara khusus memberikan perhatiannya kepada ketidakadilan yang dilatarbelakangi oleh persoalan ras dan gender. Dengan dialog dan imajinasi antara pembaca Alkitab dan pendengar dengan konteks mereka yang khas maka kabar baik dalam Alkitab akan sampai kepada setiap orang dalam keberadaan mereka, dan menjadikan mereka manusia yang merdeka. Pada akhirnya Alkitab dan kabar baik yang dibawanya tidak saja dibaca menurut kepentingan yang kuat dan berkuasa, melainkan memiliki keragaman suara yang dapatmenyapa siapa saja.
Duta Wacana Christian University
Title: Dekolonisasi di Asia dan Pembacaan Alkitab yang Membebaskan dalam Pandangan Kwok Pui-Lan
Description:
AbstractThe history of colonialization in Asia left traditions and perspectives that were often oppressive.
Minority or weak groups, often become victims.
When this oppression and injustice occurs, and the oppressed group feels it is normal, it will be passed on to the next generation.
Oppressive traditions and worldviews also occur in Christianity and in Bible reading.
This article explores how Feminist Theologian Kwok Pui Lan tries to decolonialize Bible reading through dialogue and imagination.
Kwok Pui Lan, in particular, pays attention tothe injustice that is caused by problems of race and gender.
With dialogue and imagination between Bible readers and listeners in their specific contexts the gospel message will reach everyone in their existence, and make them free human beings.
In the end, the Bible and the good news it carries are not only read according to strong and powerful interests, but have a variety of voices that can greet anyone.
AbstrakSejarah kolonialisasi di Asia meninggalkan tradisi dan cara pandang yang tidak jarang menindas.
Kelompok minoritas atau yang lemah, seringkali menjadi korbannya.
Ketika penindasan dan ketidakadilan ini terjadi, dan kelompok yang tertindas merasa hal itu sebagai sebuah kewajaran maka akan bertahan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tradisi dan cara pandang yang menindas juga terjadi dalam kekristenan dan pembacaan Alkitab.
Artikel ini menelusuri bagaimana Kwok Pui Lan, seorang Teolog Feminis, mencoba melakukan dekolonialisasi terhadap pembacaan Alkitab diantaranya melalui dialog dan imajinasi.
KwokPui Lan secara khusus memberikan perhatiannya kepada ketidakadilan yang dilatarbelakangi oleh persoalan ras dan gender.
Dengan dialog dan imajinasi antara pembaca Alkitab dan pendengar dengan konteks mereka yang khas maka kabar baik dalam Alkitab akan sampai kepada setiap orang dalam keberadaan mereka, dan menjadikan mereka manusia yang merdeka.
Pada akhirnya Alkitab dan kabar baik yang dibawanya tidak saja dibaca menurut kepentingan yang kuat dan berkuasa, melainkan memiliki keragaman suara yang dapatmenyapa siapa saja.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Teologi Keagamaan Kwok Pui-lan: Dari Hermeneutika Asia Menuju Keadilan Gender (Sebuah Peta Pemikiran Teologi Kontekstual Asia)
Teologi Keagamaan Kwok Pui-lan: Dari Hermeneutika Asia Menuju Keadilan Gender (Sebuah Peta Pemikiran Teologi Kontekstual Asia)
This study refers to Kwok Pui-lan's thoughts on her shift from religious pluralism to gender justice in Asia. Asia experiences a syndrome known as the colonial syndrome, so that po...
Proses Dekolonisasi Republik Demokratik Timor-Leste dan Keterlibatan Indonesia
Proses Dekolonisasi Republik Demokratik Timor-Leste dan Keterlibatan Indonesia
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dekolonisasi Timor Portugis dan latarbelakang keterlibatan Indonesia dalam proses dekolonisasi tersebut. Penelitian ini menggunak...
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
MEMBANGUN DISIPLIN ROHANI SISWA MELALUI MEMBACA DAN MENGHAFAL ALKITAB
MEMBANGUN DISIPLIN ROHANI SISWA MELALUI MEMBACA DAN MENGHAFAL ALKITAB
Alkitab memberi kita makanan rohani dalam kehidupan Kristen. Nutrisi rohani ini hanya dapat disediakan oleh Firman Tuhan, sama seperti tubuh jasmani kita yang membutuhkan makanan ...
A PRELIMINARY EVALUATION OF KWOK PUI-LAN’S POSTCOLONIAL FEMINIST THEOLOGICAL METHOD
A PRELIMINARY EVALUATION OF KWOK PUI-LAN’S POSTCOLONIAL FEMINIST THEOLOGICAL METHOD
Abstrak: Teologi feminis pascakolonial merupakan sebuah gerakan teologis dari Dunia Ketiga yang berusaha menggabungkan perjuangan feminis melawan androsentrisme dan patriarki dari ...
Konsekuensi Menolak Ineransi Alkitab
Konsekuensi Menolak Ineransi Alkitab
The inerrancy of the Bible relates to the Bible as the Word of God which is free from error in its entirety. The Bible is a life guide for Christians that is useful for teaching, r...

