Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ALLAH SEGALA MAHA DI TENGAH FENOMENA KEKERASAN DAN PENDERITAAN ORANG SALEH

View through CrossRef
Kekerasan dan penderitaan yang dialami orang saleh merupakan persoalan yang unik dalam kekristenan sebab berhubungan dengan sifat Allah yang“segala maha”.Adanya eksistensi Allah “segala maha” dengan eksistensi kejahatan tidak dapat diabaikan namun juga tidak dapat “didamaikan”. Berbagai usaha untuk mendamaikannya memunculkan kemungkinan jawaban terhadap penderitaan orang saleh bahwa Allah tidak “segala maha” atau bahkan Allah tidak ada. Penulis menganalisis jalannya logika berpikir dengan mempertimbangkan: syarat, tempat, proses argumentasi serta kesimpulan untuk menjawab persoalan tersebut. Penulis mencatat solusi terhadap persoalan penderitaan orang saleh dengan penekanan pada sifat Allah yang mengasihi, adil, maha kuasa. Namun kasih, keadilan, dan kuasa Allah tidak sama dengan pengertian kasih, keadilan dan kuasa manusia. Satu kemungkinan jawaban terhadap persoalan tersebut tidak dapat digeneralisir untuk semua kasus penderitaan. Penderitaan itu sendiri dapat berdampak positif (transformatif) tetapi juga negatif (destruktif) bagi penderita tergantung tingkat kedewasaan penderita dalam menghadapinya.  
Institut Agama Kristen Negeri Ambon
Title: ALLAH SEGALA MAHA DI TENGAH FENOMENA KEKERASAN DAN PENDERITAAN ORANG SALEH
Description:
Kekerasan dan penderitaan yang dialami orang saleh merupakan persoalan yang unik dalam kekristenan sebab berhubungan dengan sifat Allah yang“segala maha”.
Adanya eksistensi Allah “segala maha” dengan eksistensi kejahatan tidak dapat diabaikan namun juga tidak dapat “didamaikan”.
Berbagai usaha untuk mendamaikannya memunculkan kemungkinan jawaban terhadap penderitaan orang saleh bahwa Allah tidak “segala maha” atau bahkan Allah tidak ada.
Penulis menganalisis jalannya logika berpikir dengan mempertimbangkan: syarat, tempat, proses argumentasi serta kesimpulan untuk menjawab persoalan tersebut.
Penulis mencatat solusi terhadap persoalan penderitaan orang saleh dengan penekanan pada sifat Allah yang mengasihi, adil, maha kuasa.
Namun kasih, keadilan, dan kuasa Allah tidak sama dengan pengertian kasih, keadilan dan kuasa manusia.
Satu kemungkinan jawaban terhadap persoalan tersebut tidak dapat digeneralisir untuk semua kasus penderitaan.
Penderitaan itu sendiri dapat berdampak positif (transformatif) tetapi juga negatif (destruktif) bagi penderita tergantung tingkat kedewasaan penderita dalam menghadapinya.
  .

Related Results

Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Allah Resûlü (s.a.v.), haksızlıkların ve çarpık inanç biçimlerinin hüküm sürdüğü Mekke ortamında dünyaya gelir ve kırk yaşına bastığında Yüce Allah tarafından peygamberlikle görevl...
MANIFESTASI DAN PENGHAYATAN ASMAUL HUSNA DALAM DIRI PENGKARYA DAN KARYA SASTERA
MANIFESTASI DAN PENGHAYATAN ASMAUL HUSNA DALAM DIRI PENGKARYA DAN KARYA SASTERA
Makalah ini bertitik tolak daripada maksud ayat al-Quran, “Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah (berdoalah) kepada-Nya dengan menyebut Asmaul ...
Penderitaan: Analisis Yeremia 29:11 dan Relevansinya Bagi Orang Percaya Di Tengah Krisis Pandemi Covid-19
Penderitaan: Analisis Yeremia 29:11 dan Relevansinya Bagi Orang Percaya Di Tengah Krisis Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan menganalisa tulisan Yeremia 29:11 tentang penderitaan, dan mendapatkan relevansinya bagi orang percaya di tengah krisis pandemi Covid-19, dimana di tengah ...
Penderitaan Manusia dan Allah yang Menderita Menurut Walter Kasper
Penderitaan Manusia dan Allah yang Menderita Menurut Walter Kasper
Artikel ini bertujuan untuk menguraikan fenomena penderitaan dalam kehidupan manusia yang membuat manusia akhirnya menanyakan eksistensi Allah dengan berpegang pada perspektif teol...
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevi, vahdet-i vücud düşüncesinin en önemli temsilcilerinden biridir. Konevi, sadece şeyhi İbnü’l Arabi’nin eserlerini şerhetmekle yetinmemiş, bir çok eser vermiş, kend...
PERAN KOMUNITAS KRISTEN SEBAGAI JEMBATAN KASIH DI TENGAH PENDERITAAN BANGSA INDONESIA
PERAN KOMUNITAS KRISTEN SEBAGAI JEMBATAN KASIH DI TENGAH PENDERITAAN BANGSA INDONESIA
Penelitian ini memiliki tujuan mengurai realitas penderitaan yang tengah menghantam dunia akibat Pandemi Covid-19 dari sudut pandang spiritualitas Kristen. Di Indonesia kondisi dar...
Analisis Penderitaan Orang yang Beriman kepada Kristus: Kasih Karunia Allah atau Kutuk?
Analisis Penderitaan Orang yang Beriman kepada Kristus: Kasih Karunia Allah atau Kutuk?
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna penderitaan mereka yang sudah beriman kepada Kristus dan terus berusaha hidup dalam kebenaran sebagai bagian dari dedikasi hidup kepad...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...

Back to Top