Javascript must be enabled to continue!
KRITIK SOSIAL : Nabi Israel-Yehuda
View through CrossRef
Kehidupan semi-nomaden di padang gurun membentuk bangsa Israel peka terhadap keadilan sosial. Kepedulian terhadap keadilan sosial itu berangsur-angsur luntur bersamaan dengan menetapnya bangsa itu di tanah Kanaan. Salah satu penyebabnya adalah kerakusan tuan-tuan tanah dan penyalahgunaan kuasa para penguasa yang mau meraup keuntungan pribadi. Akibatnya terjadi kekerasan dan penindasan terhadap orang-orang lemah, terbentang jurang antara orang kayamiskin dan ketidakadilan sosial. Kenyataan inilah yang mendorong para nabi Israel melontarkan kritik sosial bagi bangsanya. Berpedoman pada masyarakat perjanjian (Ul 12-26) Nabi Amos mencelapemanipulasian perkara pengadilan dengan uang suap untuk memeras orang miskin. Nabi Yesaya mengkritik para pemimpin Yerusalem dan penduduknya yang sudah menjadi sundal atau kehilangan keadilan dan kebenaran. Nabi Mikha mengecam para penguasa Yehuda yang membenci keadilan dan nabi-nabi palsunya yang menyesatkan. Nabi Zefanya mencela penduduk Yehuda yang berlaku tidak adil, para pemimpin dan hakim-hakim yang tidak membela rakyat dan para imam yang mencemarkan ibadat. Nabi Yeremia mengritik bahwa kepercayaan kepada TUHAN yang tinggal bersama umat-Nya di Bait- Nya adalah sia-sia bila tidak dibarengi pertobatan dan tindak keadilan. Nabi Yehezkiel mengecam para pemimpin Yehuda yang memeras dan membiarkan rakyatnya tersesat serta menuduhkan kejahatan sosial dan keagamaan pada rakyatnya. Nabi Obaja mengutuk kejahatan bangsa Edom yang bertindak kejam dan merampas tanah dari sisa-sisa penduduk Yehuda buangan serta memperbudak mereka. Nabi Zakharia menuduh dan mengingatkan bahwa pertobatan tidak cukup dengan menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah saja, tetapi harus dibarengi dengan hidup dalam kebenaran, kebaikan dan keadilan. Nabi Yoel mengecam dan menubuatkan hukuman terhadap musuh-musuh Israel (Tirus, Sidon dan Filistin) atas kejahatan mereka yang merampas tanah dan perkakas Bait Allah serta memperjualbelikan bangsa Israel sebagai budak.
Title: KRITIK SOSIAL : Nabi Israel-Yehuda
Description:
Kehidupan semi-nomaden di padang gurun membentuk bangsa Israel peka terhadap keadilan sosial.
Kepedulian terhadap keadilan sosial itu berangsur-angsur luntur bersamaan dengan menetapnya bangsa itu di tanah Kanaan.
Salah satu penyebabnya adalah kerakusan tuan-tuan tanah dan penyalahgunaan kuasa para penguasa yang mau meraup keuntungan pribadi.
Akibatnya terjadi kekerasan dan penindasan terhadap orang-orang lemah, terbentang jurang antara orang kayamiskin dan ketidakadilan sosial.
Kenyataan inilah yang mendorong para nabi Israel melontarkan kritik sosial bagi bangsanya.
Berpedoman pada masyarakat perjanjian (Ul 12-26) Nabi Amos mencelapemanipulasian perkara pengadilan dengan uang suap untuk memeras orang miskin.
Nabi Yesaya mengkritik para pemimpin Yerusalem dan penduduknya yang sudah menjadi sundal atau kehilangan keadilan dan kebenaran.
Nabi Mikha mengecam para penguasa Yehuda yang membenci keadilan dan nabi-nabi palsunya yang menyesatkan.
Nabi Zefanya mencela penduduk Yehuda yang berlaku tidak adil, para pemimpin dan hakim-hakim yang tidak membela rakyat dan para imam yang mencemarkan ibadat.
Nabi Yeremia mengritik bahwa kepercayaan kepada TUHAN yang tinggal bersama umat-Nya di Bait- Nya adalah sia-sia bila tidak dibarengi pertobatan dan tindak keadilan.
 Nabi Yehezkiel mengecam para pemimpin Yehuda yang memeras dan membiarkan rakyatnya tersesat serta menuduhkan kejahatan sosial dan keagamaan pada rakyatnya.
Nabi Obaja mengutuk kejahatan bangsa Edom yang bertindak kejam dan merampas tanah dari sisa-sisa penduduk Yehuda buangan serta memperbudak mereka.
Nabi Zakharia menuduh dan mengingatkan bahwa pertobatan tidak cukup dengan menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah saja, tetapi harus dibarengi dengan hidup dalam kebenaran, kebaikan dan keadilan.
Nabi Yoel mengecam dan menubuatkan hukuman terhadap musuh-musuh Israel (Tirus, Sidon dan Filistin) atas kejahatan mereka yang merampas tanah dan perkakas Bait Allah serta memperjualbelikan bangsa Israel sebagai budak.
Related Results
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
Nabi-Nabi Israel banyak dikemukakan Kitab Suci Agama Kristen, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Artikel ini menguraikan konsep kenabian dalam perspektif agama Kristen, t...
Pengenalan Kisah Nabi Dengan Augmented Reality Berbasis Buku Cerita Sebagai Metode Marker: Studi Kasus Nabi Idris, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Zulkifli, Nabi Ilyas Dan Nabi Ilyasa
Pengenalan Kisah Nabi Dengan Augmented Reality Berbasis Buku Cerita Sebagai Metode Marker: Studi Kasus Nabi Idris, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Zulkifli, Nabi Ilyas Dan Nabi Ilyasa
Mempelajari sejarah peradaban agama sangat penting bagi umat Islam, termasuk kisah-kisah Nabi. Terdapat beberapa kisah Nabi yang kurang dikenal, berdasarkan data yang diperoleh dar...
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
AbstrakSuperman Is Dead adalah band yang berdiri sejak tahun 1995 hingga saat ini masih eksis dankonsisten mengusung tema karya-karya kritik sosial. Kritik sosial tidak lepas dari ...
Kritik Sosial dalam Novel "Hello" Karya Tere Liye
Kritik Sosial dalam Novel "Hello" Karya Tere Liye
Penelitian berjudul “Kritik sosial dalam novel Hello karya Tere Liye”. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini yaitu karena dengan adanya permasalahan yang dialami seoran...
NASIONALISME DALAM BINGKAI KRITIK SOSIAL: KAJIAN SOSIO-PRAGMATIK TERHADAP PUISI INDONESIA MODERN
NASIONALISME DALAM BINGKAI KRITIK SOSIAL: KAJIAN SOSIO-PRAGMATIK TERHADAP PUISI INDONESIA MODERN
Kajian ini bertujuan menemukan bentuk-bentuk kritik sosial yang mengekspresikan nasionalisme dan mengungkapkan relasi antara bentuk-bentuk kritik sosial dan nasionalisme. Puisi seb...
MENINGKATKAN RELIGIUS SEKALIGUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW MELALUI CERAMAH AGAMA TENTANG ILMU KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW DI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN
MENINGKATKAN RELIGIUS SEKALIGUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW MELALUI CERAMAH AGAMA TENTANG ILMU KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW DI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN
Abstract
Maulid Nabi is a commemoration of the birth of the Prophet Muhammad. namely on 12 Rabiul Awal. The Prophet Muhammad SAW was born to a mother named Aminah bint Wahb and a ...
From Foes to Friends: The Normalization of the United Emirates Arab and Israel Relations
From Foes to Friends: The Normalization of the United Emirates Arab and Israel Relations
Abstract
This article aims to explain the reason the United Arab Emirates (UAE) normalized ties within Israel through Abraham Accord. The normalization of the UAE-Isr...
Merefleksikan ibadah nabi-nabi abad delapan dalam ibadah new normal
Merefleksikan ibadah nabi-nabi abad delapan dalam ibadah new normal
This study examines the perspectives of the eighth-century prophets of SM on worship. This perspective will be sought for relevance in worship in the present. To obtain the purpose...

