Javascript must be enabled to continue!
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS SPRAIN ANKLE SINISTRA: A Case Report
View through CrossRef
Latar Belakang: Sprain ankle adalah cedera pada ligament ankle karena adanya overstretch dengan posisi plantar flexi dan inversi yang terjadi secara mendadak saat kaki tidak mampu menumpu pada permukaan tanah dengan sempurna. Rehabilitasi pasca cedera harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya cedera berulang. Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi dan terapi latihan secara aktif maupun pasif. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah range of motion (ROM). Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada sprain ankle terhadap nyeri, kekuatan grup otot flexor, extensor, inversor, eversor ankle, serta peningkatan range of motion ankle. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien sprain ankle di Bintang Physio Klinik. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri dan terdapat kelemahan otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah elektroterapi yang dikombinasikan dengan terapi latihan dilakukan selama 1 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri tekan 3 menjadi 0, nyeri gerak 4 menjadi 2, dan nyeri diam tetap 0. Kekuatan otot diukur dengan Manual Muscle Testing (MMT) otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle dengan nilai 4 menjadi 5.Range of motion (ROM) diukur dengan goniometer pada gerakan plantar-dorso flexi S:15°-0°-35° menjadi S.20o-0o-35o, sedangkan pada gerakan inversi-eversi R:30°-0°-15° menjadi R:30°-0°-20° Kesimpulan: Intervensi elektroterapi dikombinasika dengan terapi latihan 1x/minggu selama 1 bulan mampu menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otottungkai bawah serta meningkatkan range of motion ankle.
Universitas 'aisyiyah Yogyakarta
Title: PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS SPRAIN ANKLE SINISTRA: A Case Report
Description:
Latar Belakang: Sprain ankle adalah cedera pada ligament ankle karena adanya overstretch dengan posisi plantar flexi dan inversi yang terjadi secara mendadak saat kaki tidak mampu menumpu pada permukaan tanah dengan sempurna.
Rehabilitasi pasca cedera harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya cedera berulang.
Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi dan terapi latihan secara aktif maupun pasif.
Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah range of motion (ROM).
Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada sprain ankle terhadap nyeri, kekuatan grup otot flexor, extensor, inversor, eversor ankle, serta peningkatan range of motion ankle.
Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien sprain ankle di Bintang Physio Klinik.
Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri dan terdapat kelemahan otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle.
Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah elektroterapi yang dikombinasikan dengan terapi latihan dilakukan selama 1 kali/minggu selama 1 bulan.
Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri tekan 3 menjadi 0, nyeri gerak 4 menjadi 2, dan nyeri diam tetap 0.
Kekuatan otot diukur dengan Manual Muscle Testing (MMT) otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle dengan nilai 4 menjadi 5.
Range of motion (ROM) diukur dengan goniometer pada gerakan plantar-dorso flexi S:15°-0°-35° menjadi S.
20o-0o-35o, sedangkan pada gerakan inversi-eversi R:30°-0°-15° menjadi R:30°-0°-20° Kesimpulan: Intervensi elektroterapi dikombinasika dengan terapi latihan 1x/minggu selama 1 bulan mampu menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otottungkai bawah serta meningkatkan range of motion ankle.
Related Results
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct
Introduction
Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
he prevalence and clinical presentation of fibularis myofascial trigger points in the assessment and treatment of inversion ankle sprains
he prevalence and clinical presentation of fibularis myofascial trigger points in the assessment and treatment of inversion ankle sprains
Ankle sprains account for 85% of all injuries to the ankle (Garrick, 1997). Inversion sprains result from a twisting of a weight-bearing foot into a plantarflexed and inverted posi...
College Athletes With Ankle Sprain History Exhibit Greater Fear-Avoidance Beliefs
College Athletes With Ankle Sprain History Exhibit Greater Fear-Avoidance Beliefs
Context:Postinjury, college athletes have reported elevated levels of fear. However, it is unclear how a history of ankle sprain impacts injury-related fear.Objective:The aim of th...
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Fibroadenoma is the most common benign breast lesion; however, it carries a potential risk of malignant transformation. This systematic review provides an ove...
An AI-based ambulatory ankle brace with wearable sensor used for preventing ankle sprains
An AI-based ambulatory ankle brace with wearable sensor used for preventing ankle sprains
Ankle sprain is one of the most common injuries in the game of basketball. The ankle sprain may bring tremendous time and cost loss, and patients with a history of ankle sprain are...
Latihan Penguatan dan Stabilitas untuk Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Pasien Sprain Ankle : Laporan Kasus
Latihan Penguatan dan Stabilitas untuk Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pada Pasien Sprain Ankle : Laporan Kasus
Latar belakang: Sehat menurut WHO adalah suatu kondisi fisik, mental dan kesejahteraaan sosial yang merupakan kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Olahraga ...
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Abstract. Stroke occurs when blood vessel in the brain is blocked, causing blood flow to the brain to be disrupted. Hemiparesis is one of the symptoms of stroke, which is paralysis...
Disparities in concussion diagnoses compared to ankle injuries
Disparities in concussion diagnoses compared to ankle injuries
AbstractBackgroundHealth disparities related to concussions have been reported in the literature for certain minority populations. Given the significant impact of concussions on lo...

