Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda. Materi penelitian menggunakan kalkun pejantan yang sudah dewasa kelamin berjumlah 9 ekor terdiri dari 3 ekor kalkun umur 24 bulan, 3 ekor kalkun umur 12 bulan, 3 ekor kalkun umur 8 bulan; betina sebanyak 27 ekor umur 6 – 7 bulan. Teknik pengambilan data menggunakkan metode scan sampling yaitu mencatat semua aktivitas yang terlihat dalam keseluruhan aktivitas harian. Variabel yang diukur yaitu courtship, mounting, mating, dan dismounting. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi courtship terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 22,39 kali, dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 64,05 detik, frekuensi mounting terbanyak didapat oleh pejantan berumur 8 bulan yaitu sebanyak 0,57 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 3,66 detik, frekuensi mating terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,50 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan yaitu selama 16,43 detik, dan frekuensi dismounting terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,57 kali dan frekuensi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 0,58 detik. Kesimpulannya adalah Frekuensi tingkah laku seksual terbanyak dilakukan oleh kalkun pejantan berumur 8 bulan. Sedangkan untuk durasi tingkah laku seksual tercepat dilakukan oleh kalkun pejantan yang berumur 24 bulan. Kata Kunci: Frekuensi dan durasi, tingkah laku seksual, kalkun
Title: Perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda
Description:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda.
Materi penelitian menggunakan kalkun pejantan yang sudah dewasa kelamin berjumlah 9 ekor terdiri dari 3 ekor kalkun umur 24 bulan, 3 ekor kalkun umur 12 bulan, 3 ekor kalkun umur 8 bulan; betina sebanyak 27 ekor umur 6 – 7 bulan.
Teknik pengambilan data menggunakkan metode scan sampling yaitu mencatat semua aktivitas yang terlihat dalam keseluruhan aktivitas harian.
Variabel yang diukur yaitu courtship, mounting, mating, dan dismounting.
Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi courtship terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 22,39 kali, dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 64,05 detik, frekuensi mounting terbanyak didapat oleh pejantan berumur 8 bulan yaitu sebanyak 0,57 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 3,66 detik, frekuensi mating terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,50 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan yaitu selama 16,43 detik, dan frekuensi dismounting terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,57 kali dan frekuensi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 0,58 detik.
Kesimpulannya adalah Frekuensi tingkah laku seksual terbanyak dilakukan oleh kalkun pejantan berumur 8 bulan.
Sedangkan untuk durasi tingkah laku seksual tercepat dilakukan oleh kalkun pejantan yang berumur 24 bulan.
Kata Kunci: Frekuensi dan durasi, tingkah laku seksual, kalkun.
Related Results
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Selama masa pandemi COVID-19, tak jarang kita menyaksikan tampilnya karakteristik suka menolong pada manusia. Dalam komunitas luring mau-pun daring, berbagai aktivitas memberikan b...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Meleagris Gallopavo Algorithm for Solving Optimal Reactive Power Problem
Meleagris Gallopavo Algorithm for Solving Optimal Reactive Power Problem
In this paper, Meleagris Gallopavo Algorithm (MGA) is proposed for solving optimal reactive power problem.As a group-mate Meleagris gallopavo follow their poultry to explore food,...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Tahap Penyesuaian Tingkah Laku Kanak-Kanak Tadika Yayasan Islam Terengganu
Tahap Penyesuaian Tingkah Laku Kanak-Kanak Tadika Yayasan Islam Terengganu
Traditionally, the problem of children behavioural adjustment was linked to the factors of surrounding environment and biology. This universal phenomenon occurring all over the wor...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
Pesan dari Editor-in-Chief: Tantangan Psikologi Siber
Pesan dari Editor-in-Chief: Tantangan Psikologi Siber
Penelitian psikologi tentang tingkah laku di dunia siber (cyber), termasuk di situs jejaring sosial (seperti Facebook dan Instagram yang popularitas-nya sangat tinggi), masih sedik...

