Javascript must be enabled to continue!
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
View through CrossRef
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aksesi dari negara lain terutama Cina sebagai salah satu negara asal kedelai di dunia. Marka <em>simple sequence repeat </em>(SSR) dapat digunakan untuk analisis keragaman genetik antaraksesi kedelai introduksi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keragaman genotipik dan fenotipik 48 aksesi kedelai introduksi asal Cina menggunakan 15 marka SSR. Analisis DNA dilakukan menggunakan PCR dan data hasil PCR menggunakan marka SSR dianalisis menggunakan perangkat lunak XLSTAT, NTSYS, dan <em>Power</em><em>M</em><em>arker</em>. Data karakter morfologis diperoleh dari basis data <em>Germplasm Resources Information Network</em> (GRIN), <em>United States Department of Agriculture</em> (USDA) (<a href="http://www.ars-grin.gov/">www.ars-grin.gov</a>). Data ini digunakan sebagai data keragaman fenotipik yang diperlukan untuk menunjang hasil karakterisasi molekuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman karakter morfologis dan molekuler antaraksesi kedelai yang dipelajari. Berdasarkan hasil analisis komponen utama, karakter tinggi tanaman, bobot 100 biji, hasil biji, warna pusar biji, warna trikoma, warna bunga, dan warna polong berkontribusi besar terhadap keragaman total. Analisis molekuler menggunakan marka SSR menunjukkan bahwa terdapat variasi alel yang cukup tinggi (9–25 alel) di antara aksesi kedelai dengan rerata jumlah alel 15,6, sedangkan rerata nilai <em>Polymorphism Information Content </em>(PIC) sebesar 0,89 (0,84–0,94). Seluruh marka SSR memiliki nilai PIC>0,5 yang menunjukkan bahwa marka tersebut informatif untuk studi keragaman genetik kedelai dengan rerata nilai diversitas gen sebesar 0,90. Hasil analisis filogenetik dan analisis koordinat utama menunjukkan bahwa 48 aksesi tersebut mengelompok menjadi tiga dengan koefisien kemiripan 0,84. Pada penelitian ini dilakukan pula uji asosiasi antara marka SSR dan karakter morfologis. Asosiasi yang signifikan ditemukan pada tujuh lokus marka SSR. Persentase keragaman total yang dapat dijelaskan oleh marka SSR tersebut, yaitu 17,25–78,45%. Marka GMES2225 dan Sat_286 berasosiasi dengan warna kulit biji, sedangkan marka GmF35H berasosiasi dengan tinggi tanaman. Informasi keragaman genetik akan sangat bermanfaat sebagai langkah awal untuk kegiatan seleksi tetua persilangan dengan sifat yang diinginkan dalam membantu program pemuliaan kedelai di Indonesia.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Description:
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aksesi dari negara lain terutama Cina sebagai salah satu negara asal kedelai di dunia.
Marka <em>simple sequence repeat </em>(SSR) dapat digunakan untuk analisis keragaman genetik antaraksesi kedelai introduksi.
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keragaman genotipik dan fenotipik 48 aksesi kedelai introduksi asal Cina menggunakan 15 marka SSR.
Analisis DNA dilakukan menggunakan PCR dan data hasil PCR menggunakan marka SSR dianalisis menggunakan perangkat lunak XLSTAT, NTSYS, dan <em>Power</em><em>M</em><em>arker</em>.
Data karakter morfologis diperoleh dari basis data <em>Germplasm Resources Information Network</em> (GRIN), <em>United States Department of Agriculture</em> (USDA) (<a href="http://www.
ars-grin.
gov/">www.
ars-grin.
gov</a>).
Data ini digunakan sebagai data keragaman fenotipik yang diperlukan untuk menunjang hasil karakterisasi molekuler.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman karakter morfologis dan molekuler antaraksesi kedelai yang dipelajari.
Berdasarkan hasil analisis komponen utama, karakter tinggi tanaman, bobot 100 biji, hasil biji, warna pusar biji, warna trikoma, warna bunga, dan warna polong berkontribusi besar terhadap keragaman total.
Analisis molekuler menggunakan marka SSR menunjukkan bahwa terdapat variasi alel yang cukup tinggi (9–25 alel) di antara aksesi kedelai dengan rerata jumlah alel 15,6, sedangkan rerata nilai <em>Polymorphism Information Content </em>(PIC) sebesar 0,89 (0,84–0,94).
Seluruh marka SSR memiliki nilai PIC>0,5 yang menunjukkan bahwa marka tersebut informatif untuk studi keragaman genetik kedelai dengan rerata nilai diversitas gen sebesar 0,90.
Hasil analisis filogenetik dan analisis koordinat utama menunjukkan bahwa 48 aksesi tersebut mengelompok menjadi tiga dengan koefisien kemiripan 0,84.
Pada penelitian ini dilakukan pula uji asosiasi antara marka SSR dan karakter morfologis.
Asosiasi yang signifikan ditemukan pada tujuh lokus marka SSR.
Persentase keragaman total yang dapat dijelaskan oleh marka SSR tersebut, yaitu 17,25–78,45%.
Marka GMES2225 dan Sat_286 berasosiasi dengan warna kulit biji, sedangkan marka GmF35H berasosiasi dengan tinggi tanaman.
Informasi keragaman genetik akan sangat bermanfaat sebagai langkah awal untuk kegiatan seleksi tetua persilangan dengan sifat yang diinginkan dalam membantu program pemuliaan kedelai di Indonesia.
</p>.
Related Results
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAMAN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA L) DI KABUPATEN SORONG
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAMAN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA L) DI KABUPATEN SORONG
Inventarisasidan Identifikasi Jenis-jenis Tanaman Talas (Colocasia esculenta L) di Kabupaten Sorong. Di bimbing oleh Ratna Prabawati, M.Pd dan Anang Triyoso, M.Pd. penelitian ini b...
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
<p>Peningkatan produktivitas kedelai nasional dapat dilakukan dengan penggunaan varietas produktivitas tinggi dan manipulasi indeks panen menggunakan varietas genjah. Pembent...
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
<p><strong>Abstract</strong></p><p>West Kalimantan is are area of tropical rain forest with high rainfall more than 3600 millimeter per year. Potentia...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
Pemenuhan kebutuhan kedelai nasional selama ini masih tergantung dengan impor, jika ketersediaan bahan pangan selalu dipenuhi dengan impor dapat mengakibatkan berbagai permasalahan...
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
<p>Development of Rice Core Collection. Tiur S. Silitonga and Andari Risliawati. Rice genetic resources have been collected from almost all of the district in the provinces o...
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
Swasembada kedelai menjadi target utama pemerintah sejak tahun 2015 bersama dua komoditas pangan lain yaitu padi dan jagung. Program UPSUS (Upaya Khusus) merupakan salah satu upaya...
PENERAPAN DATA MINING DENGAN METODE DOUBLE MOVING AVERAGE UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN KEDELAI
PENERAPAN DATA MINING DENGAN METODE DOUBLE MOVING AVERAGE UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN KEDELAI
Kedelai merupakan tanaman asli dari Daratan Cina yang telah dibudidayakan sekitar 2500 SM. Bersamaan dengan perkembangan perdagangan internasional pada awal abad ke-19. Tanaman ked...


