Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU HAPPY ENDING OLEH SEVENTEEN
View through CrossRef
Abstract
This study aims to describe the functions of artistic code mixing in the lyrics of “Happy Ending” by SEVENTEEN based on Picone’s (2002) theory. This research employed a descriptive qualitative approach, using song lyrics that contain Japanese and English code-mixing elements as the data source. The analysis was conducted through identification, classification, interpretation, and intralingual equivalence analysis of linguistic functions across the mixed-language elements. The findings reveal eight instances of code mixing, all of which are categorized as intrasentential code mixing. The use of code mixing functions to create a global or modern nuance, adjust rhythm and musicality, emphasize emotions, and strengthen the song’s main theme. Among these functions, emotional emphasis and rhythmic adjustment are the most dominant. These findings indicate that code mixing in song lyrics is not merely a linguistic variation, but also an artistic strategy to preserve aesthetic quality, expressive power, and audience appeal.
Keywords: Code Mixing, Artistic Code Mixing, Song Lyrics, SEVENTEEN, Language Function
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan struktur artistik campur kode dalam lirik lagu “Happy Ending” oleh SEVENTEEN berdasarkan teori Picone (2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu yang mengandung unsur campur kode bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan metode ekuivalensi intralingual terhadap fungsi linguistik antarunsur bahasa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan data campur kode yang seluruhnya termasuk dalam kategori campur kode intrasentensial. Campur kode tersebut berfungsi untuk menghadirkan nuansa global atau modern, menyesuaikan ritme dan musikalitas, menegaskan emosi, serta memperkuat tema utama lagu. Dari keempat fungsi tersebut, penegasan emosional dan penyesuaian ritme menjadi fungsi yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam lirik lagu tidak hanya berperan sebagai variasi bahasa, tetapi juga sebagai strategi artistik untuk menjaga keindahan, ekspresi, dan daya tarik lagu.
Kata kunci: Campur kode, Campur Kode Artistik, Lirik Lagu, SEVENTEEN, Fungsi Bahasa
Universitas Bung Hatta
Title: ANALISIS CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU HAPPY ENDING OLEH SEVENTEEN
Description:
Abstract
This study aims to describe the functions of artistic code mixing in the lyrics of “Happy Ending” by SEVENTEEN based on Picone’s (2002) theory.
This research employed a descriptive qualitative approach, using song lyrics that contain Japanese and English code-mixing elements as the data source.
The analysis was conducted through identification, classification, interpretation, and intralingual equivalence analysis of linguistic functions across the mixed-language elements.
The findings reveal eight instances of code mixing, all of which are categorized as intrasentential code mixing.
The use of code mixing functions to create a global or modern nuance, adjust rhythm and musicality, emphasize emotions, and strengthen the song’s main theme.
Among these functions, emotional emphasis and rhythmic adjustment are the most dominant.
These findings indicate that code mixing in song lyrics is not merely a linguistic variation, but also an artistic strategy to preserve aesthetic quality, expressive power, and audience appeal.
Keywords: Code Mixing, Artistic Code Mixing, Song Lyrics, SEVENTEEN, Language Function
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan struktur artistik campur kode dalam lirik lagu “Happy Ending” oleh SEVENTEEN berdasarkan teori Picone (2002).
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu yang mengandung unsur campur kode bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan metode ekuivalensi intralingual terhadap fungsi linguistik antarunsur bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan data campur kode yang seluruhnya termasuk dalam kategori campur kode intrasentensial.
Campur kode tersebut berfungsi untuk menghadirkan nuansa global atau modern, menyesuaikan ritme dan musikalitas, menegaskan emosi, serta memperkuat tema utama lagu.
Dari keempat fungsi tersebut, penegasan emosional dan penyesuaian ritme menjadi fungsi yang paling dominan.
Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam lirik lagu tidak hanya berperan sebagai variasi bahasa, tetapi juga sebagai strategi artistik untuk menjaga keindahan, ekspresi, dan daya tarik lagu.
Kata kunci: Campur kode, Campur Kode Artistik, Lirik Lagu, SEVENTEEN, Fungsi Bahasa.
Related Results
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini.Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas ...
CAMPUR KODE DALAM NOVEL SAGAGANG JACARANDA KARYA RISNAWATI
CAMPUR KODE DALAM NOVEL SAGAGANG JACARANDA KARYA RISNAWATI
Objek penelitian ini adalah novel Sagagang Jacaranda karya Risnawati. Merupakan novel terbitan PT Dunia Pustaka Jaya tahun 2022 setebal 104 halaman. Permasalahan yang dijeaskan dal...
Kajian Sosiolinguistik Campur Kode dan Alih Kode Bahasa pada Lagu Project Pop Dangdut Is The Music of My Country
Kajian Sosiolinguistik Campur Kode dan Alih Kode Bahasa pada Lagu Project Pop Dangdut Is The Music of My Country
ABSTRACT The phenomenon of code switching and code mixing currently occurs in many societies. Especially with the easy process of information obtained makes someone experience code...
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Musik adalah karya seni yang berupa bunyi atau suara yang disusun dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang memiliki kesatuan dan kesinambung...
Campur Kode dan Stereotip Masyarakat Kansai yang Tercermin dalam Lirik Lagu Kanjani Eight
Campur Kode dan Stereotip Masyarakat Kansai yang Tercermin dalam Lirik Lagu Kanjani Eight
Kanjani Eight merupakan grup idol Jepang yang semua anggotanya berasal dari daerah Kansai. Lagu-lagu dari Kanjani Eight memiliki ciri khas yang unik, yaitu adanya campur kode dan j...
CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI PADA CHANNEL YOUTUBE DAFFA GITA PERIODE 2022 (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI PADA CHANNEL YOUTUBE DAFFA GITA PERIODE 2022 (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan campur kode dalam komunikasi pada kanal YouTube Daffa Gita Periode 2022. Fokus penelitian campur kode ini pada percakapan yang te...
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI IBU-IBU WARGA DESA PANTAI BAKTI KABUPATEN BEKASI
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI IBU-IBU WARGA DESA PANTAI BAKTI KABUPATEN BEKASI
Alih kode dan campur kode terjadi karena adanya interaksi dua orang atau lebih pada percakapan atau sebuah obrolan yang berbeda bahasanya. Penelitian ini akan mengkaji bentuk dan f...
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS)
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS)
AbstractAnalysis of Metaphor Implicature and Multicultural Feminism Flows on the Lyrics of the Song "Nala" Created by Tulus. The lyrics of the song entitled "Nala" by Tulus tell ab...

