Javascript must be enabled to continue!
VARIASI KEKERASAN AGREGAT TERHADAP KINERJA PADA CAMPURAN ASPAL BERPORI
View through CrossRef
Lapisan aspal berpori memiliki ketahanan selip yang baik dan dapat mengurangi efek dari genangan air di saat hujan ekstrim. Permeabilitas merupakan salah satu kinerja fungsional dari campuran aspal berpori. Dalam penelitian ini menggunakan agregat lokal sebagai bahan perbandingan pada campuran aspal berpori. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah experimen dengan menggunakan 108 benda uji, 30 Marshal, 30 Asphalt Flow Down, 30 Cantabro Loss, dan 18 Kadar apal Optimum. Pada pengujian agregat, agregat Katunun lebih baik dengan hasil Abrasi 21,15%. Pada campuran aspal berpori perbandingan di hitung melalui kadar aspal optimum, agregat Awang Bangkal KAO 4,5%, Katunun 4,75% dengan pengujian KAO Marshall, Cantabro, dan Permeabilitas. Pada pengujian Stabilitas Marshall Agregat Awang Bangkal lebih baik dengan nilai 598, 825 kg, untuk flow agregat Katunun lebih baik dengan hasil 2,29 mm, untuk Kekakuan agregat Awang Bangkal lebih baik dengan hasil 257,72 kg/mm, untuk kadar rongga agregat Katunun lebih baik dengan hasil 20,909, untuk Cantabro lebih baik agregat Awang Bangkal dengan hasil 18,27 %, untuk permeabilitas lebih baik agregat Katunun dengan Hasil 0,01172. Dari pengujian kedua agregat sama sama memenuhi spesifikasi AAPA.
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Title: VARIASI KEKERASAN AGREGAT TERHADAP KINERJA PADA CAMPURAN ASPAL BERPORI
Description:
Lapisan aspal berpori memiliki ketahanan selip yang baik dan dapat mengurangi efek dari genangan air di saat hujan ekstrim.
Permeabilitas merupakan salah satu kinerja fungsional dari campuran aspal berpori.
Dalam penelitian ini menggunakan agregat lokal sebagai bahan perbandingan pada campuran aspal berpori.
Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah experimen dengan menggunakan 108 benda uji, 30 Marshal, 30 Asphalt Flow Down, 30 Cantabro Loss, dan 18 Kadar apal Optimum.
Pada pengujian agregat, agregat Katunun lebih baik dengan hasil Abrasi 21,15%.
Pada campuran aspal berpori perbandingan di hitung melalui kadar aspal optimum, agregat Awang Bangkal KAO 4,5%, Katunun 4,75% dengan pengujian KAO Marshall, Cantabro, dan Permeabilitas.
Pada pengujian Stabilitas Marshall Agregat Awang Bangkal lebih baik dengan nilai 598, 825 kg, untuk flow agregat Katunun lebih baik dengan hasil 2,29 mm, untuk Kekakuan agregat Awang Bangkal lebih baik dengan hasil 257,72 kg/mm, untuk kadar rongga agregat Katunun lebih baik dengan hasil 20,909, untuk Cantabro lebih baik agregat Awang Bangkal dengan hasil 18,27 %, untuk permeabilitas lebih baik agregat Katunun dengan Hasil 0,01172.
Dari pengujian kedua agregat sama sama memenuhi spesifikasi AAPA.
Related Results
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGARUH ADANYA MATERIAL BERPORI TERHADAP KARAKTERISTIK KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG LUNAK LAHAN BASAH
PENGARUH ADANYA MATERIAL BERPORI TERHADAP KARAKTERISTIK KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG LUNAK LAHAN BASAH
Salah satu cara untuk mempercepat aliran air maupun laju konsolidasi tanah lempung lunak lahan basah yaitu dengan menambahkan material porous didalam tanah maupun menggunakan drain...
Pengaruh Penambahan Serbuk Kayu Jati terhadap Campuran Aspal Porous
Pengaruh Penambahan Serbuk Kayu Jati terhadap Campuran Aspal Porous
Jalan merupakan prasarana transportasi yang terpenting dalam menunjang kegiatan perekonomian setempat sehingga harus tahan dan awet terhadap kondisi perubahan cuaca. Salah satu jen...
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fl...
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Studi Penggunaan Aspal Modifikasi pada Campuran Aspal Porus
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh campuran aspalporus yang menggunakan aspal Modifikasi dengan gradasi IowaStormwater Managemen (2009).Untuk mengetahui campuran as...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...


