Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelatihan dan Pendampingan Pencatatan Keuangan Melalui Aplikasi Buku Warung

View through CrossRef
Bagi UMKM, beberapa tahapan yang dapat dilakukan agar dapat mengelola keuangan dengan baik, yaitu mulai melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha, dan memulai pembukuan sederhana. Jika UMKM sudah mampu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, dan mempunyai pembukuan atau manajemen administrasi (keuangan bisnis), UMKM bisa mencoba untuk membuat perencanaan keuangan secara sederhana. Dengan memisahkan pencatatan keuangan pribadi dan usaha, para pemilik dapat lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya. Hal ini karena ketepatan pencatatan keuangan usaha dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja usahanya. Arus kas yang tercampur antara keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan para pelaku UMKM dalam menentukan biaya operasional usaha. Salah satu strategi untuk memisahkan pencatatan keuangan pribadi dengan usaha adalah pemilik dapat “menggaji” dirinya sendiri agar segala kebutuhan pribadi dicatat dari pos gaji tersebut. Pencatatan keuangan sehari-hari merupakan hal yang sederhana, namun dapat membawa manfaat besar untuk jangka waktu panjang. Perusahaan dengan pencatatan keuangan yang lengkap dan akurat akan memiliki kelebihan dalam aspek evaluasi dan pemantauan. Adanya perkembangan teknologi internet dan aplikasi harus dimanfaatkan oleh pelaku bisnis UMKM. Namun, pelaku usaha juga harus dapat menentukan dengan tepat aplikasi apa yang akan digunakan untuk menunjang keseluruhan operasional usahanya. Semakin berkembangnya teknologi, para pelaku UMKM dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk membantu mengelola bisnis agar lebih efektif. Dengan memanfaatkan aplikasi digital, para pelaku UMKM dapat mengetahui transaksi keuangan lebih cepat dan akurat. Target khusus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM di Jl. Simpang Bandung mengenai pencatatan keuangan melalui aplikasi Buku Warung.
Title: Pelatihan dan Pendampingan Pencatatan Keuangan Melalui Aplikasi Buku Warung
Description:
Bagi UMKM, beberapa tahapan yang dapat dilakukan agar dapat mengelola keuangan dengan baik, yaitu mulai melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha, dan memulai pembukuan sederhana.
Jika UMKM sudah mampu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, dan mempunyai pembukuan atau manajemen administrasi (keuangan bisnis), UMKM bisa mencoba untuk membuat perencanaan keuangan secara sederhana.
Dengan memisahkan pencatatan keuangan pribadi dan usaha, para pemilik dapat lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya.
Hal ini karena ketepatan pencatatan keuangan usaha dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja usahanya.
Arus kas yang tercampur antara keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan para pelaku UMKM dalam menentukan biaya operasional usaha.
Salah satu strategi untuk memisahkan pencatatan keuangan pribadi dengan usaha adalah pemilik dapat “menggaji” dirinya sendiri agar segala kebutuhan pribadi dicatat dari pos gaji tersebut.
Pencatatan keuangan sehari-hari merupakan hal yang sederhana, namun dapat membawa manfaat besar untuk jangka waktu panjang.
Perusahaan dengan pencatatan keuangan yang lengkap dan akurat akan memiliki kelebihan dalam aspek evaluasi dan pemantauan.
Adanya perkembangan teknologi internet dan aplikasi harus dimanfaatkan oleh pelaku bisnis UMKM.
Namun, pelaku usaha juga harus dapat menentukan dengan tepat aplikasi apa yang akan digunakan untuk menunjang keseluruhan operasional usahanya.
Semakin berkembangnya teknologi, para pelaku UMKM dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk membantu mengelola bisnis agar lebih efektif.
Dengan memanfaatkan aplikasi digital, para pelaku UMKM dapat mengetahui transaksi keuangan lebih cepat dan akurat.
Target khusus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM di Jl.
Simpang Bandung mengenai pencatatan keuangan melalui aplikasi Buku Warung.

Related Results

Repositioning Warung Sindangsari
Repositioning Warung Sindangsari
Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Wa...
STRATEGI PENERAPAN PRINSIP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DI KANTOR NOTARIS
STRATEGI PENERAPAN PRINSIP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DI KANTOR NOTARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang berlandaskan prinsip akuntabilitas di kantor notaris, guna meningkatkan transparansi ...
Analisis Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Program Warung BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Analisis Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Program Warung BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Usaha mikro dalam penyerapan tenaga kerja merupakan sektor usaha yang berhasil mengurangi jumlah pengangguran. Warung BAZNAS terbentuk tahun 2019 sebagai usaha sembako berjumlah 50...
Dampak Keberadaan Minimarket Terhadap Warung Kecil di Kabupaten Karawang
Dampak Keberadaan Minimarket Terhadap Warung Kecil di Kabupaten Karawang
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan yang berkaitan dengan minimarket dan warung kecil di Kabupaten Karawang, (2) mengetahui dampak keberadaan  minimarket  terha...
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Digital Pada Koperasi Sumekar Sanggrahan Pathuk Yogyakarta
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Pada Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Digital Pada Koperasi Sumekar Sanggrahan Pathuk Yogyakarta
Koperasi Simpan Pinjam Sumekar menghadapi kendala dalam penyusunan pelaporan keuangan yang sesuai standar, tidak mengetahui berapa keuntungan murni yang didapatkan, kurang pahamnya...
Digitalisasi Pelaporan Keuangan untuk UMKM Naik Kelas pada Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah (Aspikmas)
Digitalisasi Pelaporan Keuangan untuk UMKM Naik Kelas pada Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah (Aspikmas)
Permasalahan klasik yang hampir selalu dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses permodalan. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah UMKM yang memperoleh pembiayaan sampai denga...

Back to Top