Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

View through CrossRef
Kosmetik telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern. Namun demikian, produk ilegal maupun yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna Merah K10 (Rhodamin B) masih beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk meluncurkan dan merancang strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam menekan peredaran kosmetik yang mengandung Rhodamin B. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif melalui teknik SWOT dan Matriks QSPM. Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan titik koordinat (0,15; 0,12), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dapat dioptimalkan untuk meraih peluang eksternal. Namun, hasil perhitungan QSPM menunjukkan perbedaan, dimana strategi WT memperoleh skor tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dipilih adalah Strategi 1 (TAS 11,32), Strategi 2 (TAS 11,15), dan Strategi 10 (TAS 10,90). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi SO dan WT sebaiknya diterapkan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga untuk menutupi kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan dan meningkatkan perlindungan konsumen terhadap paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.
Title: Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)
Description:
Kosmetik telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern.
Namun demikian, produk ilegal maupun yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna Merah K10 (Rhodamin B) masih beredar di pasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk meluncurkan dan merancang strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam menekan peredaran kosmetik yang mengandung Rhodamin B.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif melalui teknik SWOT dan Matriks QSPM.
Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan titik koordinat (0,15; 0,12), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dapat dioptimalkan untuk meraih peluang eksternal.
Namun, hasil perhitungan QSPM menunjukkan perbedaan, dimana strategi WT memperoleh skor tertinggi.
Tiga strategi prioritas yang dipilih adalah Strategi 1 (TAS 11,32), Strategi 2 (TAS 11,15), dan Strategi 10 (TAS 10,90).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi SO dan WT sebaiknya diterapkan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga untuk menutupi kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal.
Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan dan meningkatkan perlindungan konsumen terhadap paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Jhan Saberlan Purba
Jhan Saberlan Purba
Rhodamin B merupakan pewarna sintetik yang digunakan sebagai zat warna tekstil, rhodamin B tidak diperbolehkan digunakan pada produk makanan karena sangat berbahaya bagi kesehatan ...
UJI RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT DI PASAR COMAL DENGAN METODE KLT DAN BENANG WOL
UJI RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT DI PASAR COMAL DENGAN METODE KLT DAN BENANG WOL
Penambahan pewarna pada makanan digunakan untuk menarik konsumen supaya lebih berminat dengan sesuatu produk yang dijual. Tidak jarang sebagian produsen menggunakan pewarna sinteti...
Analisis Bahan Pewarna Sintetis Non Pangan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada Produk Saus Tomat dan Saus Cabe di Kota Banda Aceh
Analisis Bahan Pewarna Sintetis Non Pangan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada Produk Saus Tomat dan Saus Cabe di Kota Banda Aceh
Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan tambahan pewarna non pangan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada produk saus tomat dan saus cabe di kota Banda Aceh. Pe...
Analisa Kualitatif Zat Warna Rhodamin B pada Lipstik dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis
Analisa Kualitatif Zat Warna Rhodamin B pada Lipstik dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis
Masalah yang muncul dibalik peredaran produk kosmetik adalah penggunaan bahan berbahaya yangdapat mengganggu kesehatan konsumen. Menurut BPOM produk kosmetik yang mengandung bahan ...
IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA PERONA MATA DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA PERONA MATA DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
Perona mata adalah kosmetik untuk penggunaan pada kelopak mata yang berisi pigmen warna yang berasal dari bahan alam/anorganik. Hasil survei BPOM yang dilakukan pada tahun 2021 sam...
Analisis Pewarna Merah Pada Makanan Jajanan Anak-Anak Yang Dijual Di Sekolah TK dan SD di Wilayah Jakarta Timur
Analisis Pewarna Merah Pada Makanan Jajanan Anak-Anak Yang Dijual Di Sekolah TK dan SD di Wilayah Jakarta Timur
Warna merah adalah warna yang banyak disenangi anak-anak, sehingga makanan jajanan yang berwarna merah lebih disukai. Pewarna merah yang ditambahkan dalam makanan seharusnya adalah...

Back to Top