Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS FINANSIAL KONVERSI TANAMAN TAHUNAN MENJADI TANAMAN HORTIKULTURA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konversi dari tanaman tahunan (kopi) menjadi tanaman hortikultura (kentang, kubis, wortel dan bawang merah), (2) Menganalisis perbedaan biaya produksi dan pendapatan usahatani tanaman tahunan dan usahatani hortikultura dan (3) Menganalisis kelayakan usahatani tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. Analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis kelayakan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab petani mengkonversi tanaman kopi menjadi tanaman hortikultura ada empat faktor yaitu faktor ekonomi, sosial, teknis dan keamanan. Usahatani tahanam tahunan (kopi) dan usahatani tanaman hortikultura (kentang, kubis, wortel dan bawang merah) masing-masing menunjukkan berbedaan kelayakan usahatani. Usahatani tanaman kopi memiliki R/C Ratio 2,06, Usahatani tanaman kentang memiliki R/C Ratio 8,28, Usahatani tanaman kubis memiliki R/C Ratio 10,19, Usahatani tanaman wortel memiliki R/C Ratio 14,61 dan usahatani tanaman bawang merah memiliki R/C Ratio 7,97.
Universitas Muslim Indonesia
Title: ANALISIS FINANSIAL KONVERSI TANAMAN TAHUNAN MENJADI TANAMAN HORTIKULTURA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konversi dari tanaman tahunan (kopi) menjadi tanaman hortikultura (kentang, kubis, wortel dan bawang merah), (2) Menganalisis perbedaan biaya produksi dan pendapatan usahatani tanaman tahunan dan usahatani hortikultura dan (3) Menganalisis kelayakan usahatani tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.
Analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis kelayakan ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab petani mengkonversi tanaman kopi menjadi tanaman hortikultura ada empat faktor yaitu faktor ekonomi, sosial, teknis dan keamanan.
Usahatani tahanam tahunan (kopi) dan usahatani tanaman hortikultura (kentang, kubis, wortel dan bawang merah) masing-masing menunjukkan berbedaan kelayakan usahatani.
Usahatani tanaman kopi memiliki R/C Ratio 2,06, Usahatani tanaman kentang memiliki R/C Ratio 8,28, Usahatani tanaman kubis memiliki R/C Ratio 10,19, Usahatani tanaman wortel memiliki R/C Ratio 14,61 dan usahatani tanaman bawang merah memiliki R/C Ratio 7,97.
Related Results
Pengaruh Penerapan Sistem Agribisnis pada Program Pertanian Hortikultura Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani di Desa Sumberjo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar
Pengaruh Penerapan Sistem Agribisnis pada Program Pertanian Hortikultura Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani di Desa Sumberjo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar
Agribisnis hortikultura pada tingkat petani di Kecamatan Wonomulyo khususnya di Desa Sumberjo berdasarkan campur tangan dari pihak luar dibedakan menjadi agribisnis hortikultura de...
STRATEGI PENGENDALIAN IMPOR HORTIKULTURA
STRATEGI PENGENDALIAN IMPOR HORTIKULTURA
Selama ini konsumsi hortikultura masyarakat Indonesia relatif masih rendah jika dibandinggan negara Asean lainnya apalagi jika dibanding dengan negara maju seperti AS,Eropa dan Je...
Mengkaji Sistem Tanam Tumpangsari Tanaman Hortikultura
Mengkaji Sistem Tanam Tumpangsari Tanaman Hortikultura
Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak be...
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BAGIAN LABORATORIUM DIVISI ADIDAS DI PT. NIKOMAS GEMILANG KECAMATAN KIBIN KABUPATEN SERANG
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BAGIAN LABORATORIUM DIVISI ADIDAS DI PT. NIKOMAS GEMILANG KECAMATAN KIBIN KABUPATEN SERANG
Sejalan dengan pencapaian tujuan perusahaan maka perlu diberikan motivasi agar karyawan mampu bekerja dengan baik. Melihat kenyataan tersebut, salah satu upaya departemen sumber da...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
Strategi Pengembangan Kawasan Agribisnis Tanaman Hortikultura di Asri Organik-Sehat Tambakrejo Jombang
Strategi Pengembangan Kawasan Agribisnis Tanaman Hortikultura di Asri Organik-Sehat Tambakrejo Jombang
Asri Organik-Sehat merupakan salah satu tempat yang berpotensi dalam pencapaian pengembangan kawasan agribisnis tanaman hortikultura.Hortikultura merupakan kelompok komoditas yang ...
PENGARUH LITERASI PRODUK, LITERASI FINANSIAL DAN LITERASI TEKNOLOGI FINANSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN LAYANAN PERBANKAN DI PT. BANK SYARIAH INDONESIA KCP SULTAN ADAM
PENGARUH LITERASI PRODUK, LITERASI FINANSIAL DAN LITERASI TEKNOLOGI FINANSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN LAYANAN PERBANKAN DI PT. BANK SYARIAH INDONESIA KCP SULTAN ADAM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Untuk menganalisis signifikansi pengaruh literasi produk, literasi finansial dan literasi teknologi finansial secara simulan terhadap ke...
IMPLEMENTASI KONVERSI AKAD MURABAHAH MENJADI AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISHAH PADA PEMBIAYAAN UMUM DI KOSPIN JASA SYARIAH TEGAL
IMPLEMENTASI KONVERSI AKAD MURABAHAH MENJADI AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISHAH PADA PEMBIAYAAN UMUM DI KOSPIN JASA SYARIAH TEGAL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya konversi akad di Kospin Jasa Syariah Tegal dan untuk mengetahui pelaksanaan konver...

