Javascript must be enabled to continue!
Biseksual Sebagai Alasan Peceraian Perspektif Sadd Adz-Dzari’ah
View through CrossRef
Abstrak. Fenomena penyimpangan seksual, khususnya biseksual, dalam rumah tangga sering menimbulkan ketidakharmonisan dan berujung pada perceraian. Penelitian ini bertujuan menganalisis Putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor 1270/Pdt.G/2024/PA.Badg yang mengabulkan gugatan cerai dengan alasan suami biseksual ditinjau dari perspektif Sadd Adz-Dzari’ah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Data primer diperoleh melalui studi dokumen putusan pengadilan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian naratif, dan interpretasi berdasarkan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan keretakan rumah tangga akibat perilaku biseksual yang menimbulkan pertengkaran terus-menerus, berpotensi merusak moral, psikologis, dan hak batin istri. Putusan perceraian dipandang selaras dengan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah sebagai upaya pencegahan kerusakan yang lebih besar. Penelitian ini menegaskan bahwa orientasi seksual yang menyimpang dapat dijadikan alasan perceraian meskipun tidak diatur secara eksplisit dalam undang-undang. Penerapan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah memberi dasar hukum yang fleksibel bagi hakim dalam menghadapi fenomena kontemporer. Penelitian ini menyarankan perlunya sosialisasi hukum terkait penyimpangan seksual dalam perkawinan.
Abstract. The phenomenon of sexual deviance, particularly bisexuality, within households often leads to disharmony and ultimately divorce. This study aims to analyze the Decision of the Bandung Religious Court No. 1270/Pdt.G/2024/PA.Badg, which granted a divorce petition on the grounds of the husband's bisexuality, from the perspective of Sadd Adz-Dzari’ah. The study employs a qualitative method with a normative legal approach. Primary data was obtained through a study of court decisions, while secondary data was obtained through a literature review of books, journals, and legislation. The data was analyzed through the stages of reduction, narrative presentation, and interpretation based on the principles of Sadd Adz-Dzari'ah. The results of the study indicate that judges consider the breakdown of the marriage due to bisexual behavior that causes constant arguments, potentially damaging the wife's moral, psychological, and emotional rights. The divorce ruling is seen as consistent with the principle of Sadd Adz-Dzari'ah as an effort to prevent greater damage. This study confirms that deviant sexual orientation can be used as grounds for divorce even though it is not explicitly regulated in the law. The application of the Sadd Adz-Dzari’ah principle provides a flexible legal basis for judges in dealing with contemporary phenomena. This study suggests the need for legal socialization related to sexual deviance in marriage.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Biseksual Sebagai Alasan Peceraian Perspektif Sadd Adz-Dzari’ah
Description:
Abstrak.
Fenomena penyimpangan seksual, khususnya biseksual, dalam rumah tangga sering menimbulkan ketidakharmonisan dan berujung pada perceraian.
Penelitian ini bertujuan menganalisis Putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor 1270/Pdt.
G/2024/PA.
Badg yang mengabulkan gugatan cerai dengan alasan suami biseksual ditinjau dari perspektif Sadd Adz-Dzari’ah.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif.
Data primer diperoleh melalui studi dokumen putusan pengadilan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan.
Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian naratif, dan interpretasi berdasarkan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan keretakan rumah tangga akibat perilaku biseksual yang menimbulkan pertengkaran terus-menerus, berpotensi merusak moral, psikologis, dan hak batin istri.
Putusan perceraian dipandang selaras dengan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah sebagai upaya pencegahan kerusakan yang lebih besar.
Penelitian ini menegaskan bahwa orientasi seksual yang menyimpang dapat dijadikan alasan perceraian meskipun tidak diatur secara eksplisit dalam undang-undang.
Penerapan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah memberi dasar hukum yang fleksibel bagi hakim dalam menghadapi fenomena kontemporer.
Penelitian ini menyarankan perlunya sosialisasi hukum terkait penyimpangan seksual dalam perkawinan.
Abstract.
The phenomenon of sexual deviance, particularly bisexuality, within households often leads to disharmony and ultimately divorce.
This study aims to analyze the Decision of the Bandung Religious Court No.
1270/Pdt.
G/2024/PA.
Badg, which granted a divorce petition on the grounds of the husband's bisexuality, from the perspective of Sadd Adz-Dzari’ah.
The study employs a qualitative method with a normative legal approach.
Primary data was obtained through a study of court decisions, while secondary data was obtained through a literature review of books, journals, and legislation.
The data was analyzed through the stages of reduction, narrative presentation, and interpretation based on the principles of Sadd Adz-Dzari'ah.
The results of the study indicate that judges consider the breakdown of the marriage due to bisexual behavior that causes constant arguments, potentially damaging the wife's moral, psychological, and emotional rights.
The divorce ruling is seen as consistent with the principle of Sadd Adz-Dzari'ah as an effort to prevent greater damage.
This study confirms that deviant sexual orientation can be used as grounds for divorce even though it is not explicitly regulated in the law.
The application of the Sadd Adz-Dzari’ah principle provides a flexible legal basis for judges in dealing with contemporary phenomena.
This study suggests the need for legal socialization related to sexual deviance in marriage.
Related Results
Pelanggaran Hukum dan Perspektif Sadd Adz-Dzarī’ah Pada Modifikasi Lampu Kendaraan
Pelanggaran Hukum dan Perspektif Sadd Adz-Dzarī’ah Pada Modifikasi Lampu Kendaraan
This study aims to examine the use of modified motor vehicle lights that do not comply with standards based on positive law and the perspective of Sadd Adz-Dzarī‘ah. Motor vehicles...
Contemporary Issues of Islamic Family Law: The Waithood Phenomenon and the Impact of the Sex Recession in Indonesia in Review of Sadd al-dzari'ah
Contemporary Issues of Islamic Family Law: The Waithood Phenomenon and the Impact of the Sex Recession in Indonesia in Review of Sadd al-dzari'ah
Purpose – This research aims to examine the phenomena of waithood (delaying marriage) and sex recession as contemporary issues in Islamic family law in Indonesia. Both phenomena de...
CONSUMER PROTECTION AGAINST REPACKAGED IMPORTED PRODUCTS
CONSUMER PROTECTION AGAINST REPACKAGED IMPORTED PRODUCTS
The sales of skincare are varied, one of which is repackaging the original packaging. This study aims at determining consumer protection on the sale of imported products that are r...
Fenomena Living Together di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Larangan Mendekati Zina dalam Al-Qur’an
Fenomena Living Together di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Larangan Mendekati Zina dalam Al-Qur’an
Fenomena living together di kalangan mahasiswa telah bereskalasi menjadi krisis sosial dan moral yang menyimpang secara signifikan dari kerangka etika Islam. Penelitian ini bertuju...
Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Permasalahan dalam penelitian ini; Pertama, bagaimana Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey? dan bagaimana hasil studi analisis Psikologi Pendidik...
Larangan Bercadar di Perguruan Tinggi Perspektif Sadd al-Dzarî`ah
Larangan Bercadar di Perguruan Tinggi Perspektif Sadd al-Dzarî`ah
Abstract: The Prohabitions on Wearing Niqab (Face Covers for Mulism Women) in Higher Education Perspectives of Sadd al-dzarî`ah. Wearing niqab for women in colleges has recently be...
PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM PERSPEKTIF SADD AL-DZARI’AH
PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM PERSPEKTIF SADD AL-DZARI’AH
<p>Abstract: Social life is one of human nature that has innate.<br />One characteristic of social life is the constant change in the<br />community. There is no ...
Biseksual dalam Kehidupan Keluarga Priayi Jawa: Analisis Semiotika Sinema Kethoprak “Selingkuhan Candhik Ayu”
Biseksual dalam Kehidupan Keluarga Priayi Jawa: Analisis Semiotika Sinema Kethoprak “Selingkuhan Candhik Ayu”
Di tengah-tengah gencarnya penolakan sebagian masyarakat terhadap praktik biseksualitas, justru hadir karya-karya yang mengelaborasi persoalan biseksualitas. Salah satu karya terse...

