Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemetaan Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa PJKR FKIP UKAW yang Mengikuti Perkuliahan Bulutangkis

View through CrossRef
Pembelajaran bulutangkis tidak terlepas dari komponen kebugaran jasmani yang harus dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis. Komponen kebugaran jasmani tersebut meliputi kekuatan, kecepatan, koordinasi, kelincahan, kelentukan, power, daya tahan, dan keseimbangan yang berperan sebagai dasar dalam mendukung keterampilan bermain bulutangkis serta memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti mempertahankan kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi kognitif, menguatkan otot dan persendian, mengurangi stres, serta mencegah berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa PJKR yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian berjumlah tujuh (7) orang mahasiswa yang mengikuti pembelajaran bulutangkis di Gedung Axel Sport. Pengumpulan data dilakukan melalui empat butir tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani mahasiswa berada pada kategori Baik Sekali dengan nilai 65,3, kategori Baik dengan nilai 56,0, dan kategori Kurang dengan nilai 49,0. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum kebugaran jasmani mahasiswa PJKR yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis berada pada kategori baik hingga sangat baik, sehingga pembelajaran bulutangkis memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa.
Title: Pemetaan Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa PJKR FKIP UKAW yang Mengikuti Perkuliahan Bulutangkis
Description:
Pembelajaran bulutangkis tidak terlepas dari komponen kebugaran jasmani yang harus dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis.
Komponen kebugaran jasmani tersebut meliputi kekuatan, kecepatan, koordinasi, kelincahan, kelentukan, power, daya tahan, dan keseimbangan yang berperan sebagai dasar dalam mendukung keterampilan bermain bulutangkis serta memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti mempertahankan kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan fungsi kognitif, menguatkan otot dan persendian, mengurangi stres, serta mencegah berbagai penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa PJKR yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei.
Subjek penelitian berjumlah tujuh (7) orang mahasiswa yang mengikuti pembelajaran bulutangkis di Gedung Axel Sport.
Pengumpulan data dilakukan melalui empat butir tes dan pengukuran kebugaran jasmani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani mahasiswa berada pada kategori Baik Sekali dengan nilai 65,3, kategori Baik dengan nilai 56,0, dan kategori Kurang dengan nilai 49,0.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum kebugaran jasmani mahasiswa PJKR yang memprogramkan mata kuliah bulutangkis berada pada kategori baik hingga sangat baik, sehingga pembelajaran bulutangkis memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa.

Related Results

UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN MELALUI SENAM TERAPI DI KOMPLEK MARINIR KELURAHAN RANGKAPAN JAYA BARU KOTA DEPOK
UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN MELALUI SENAM TERAPI DI KOMPLEK MARINIR KELURAHAN RANGKAPAN JAYA BARU KOTA DEPOK
Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya untuk meningkatkan kebugaran dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Kelurahan Rangkapan Jaya Baru pada umumnya dalam memanfaatk...
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Berdasarkan permasalahan-permasalahan Setiap penelitian yang dikerjakan selalu memiliki tujuan akhir untuk memperoleh gambaran yang jelas dan bermanfaat bagi yang menggunakannya. A...
HUBUNGAN POWER TUNGKAI DENGAN KETEPATAN SHOOTING DALAM PERMAINAN FUTSAL TIM PATRIOT PJKR FKIP UKAW KUPANG
HUBUNGAN POWER TUNGKAI DENGAN KETEPATAN SHOOTING DALAM PERMAINAN FUTSAL TIM PATRIOT PJKR FKIP UKAW KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Hubungan Power Tungkai Dengan Ketepatan Shooting Dalam Permainan Futsal Pada Tim Patriot PJKR FKIP UKAW Kupang. Bahwa pada mahasiswa penj...
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN KEMAMPUAN ATENSI PADA SISWA SMA NEGERI 3 ENREKANG KABUPATEN ENREKANG
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN KEMAMPUAN ATENSI PADA SISWA SMA NEGERI 3 ENREKANG KABUPATEN ENREKANG
Tingkat kebugaran jasmani yang baik perlu didukung oleh beberapa faktor antara lain adalah kegiatan badan atau olahraga yang dilakukan secara teratur, maka pembangunan di tanah air...
EDUKASI SISWA SISWI SMAN 1 WONOAYU SIDOARJO DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI
EDUKASI SISWA SISWI SMAN 1 WONOAYU SIDOARJO DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonoayu putra mengikuti pembelajaran tentang kebugaran jasmani secara umum dan ma...
Makalah aktivitas kebugaran jasmani- Vania Amanda Putri Alwi-X MIA 3
Makalah aktivitas kebugaran jasmani- Vania Amanda Putri Alwi-X MIA 3
PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berb...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
ABSTRAK             Tujuan penelitian untuk mengetahui (1). Untuk mengetahui Perbedaan pengaruh pendekatan sistem latihan drill dan pola pukulan terhadap keterampilan lob bul...
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Derajat Low Back Pain pada Lansia
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Derajat Low Back Pain pada Lansia
Abstract. The aging process leads to a decline in physical and musculoskeletal function in older adults, which can result in decreased physical fitness and an increased risk of low...

Back to Top