Javascript must be enabled to continue!
Pelantikan Mufti Wanita di Malaysia: Analisis Pandangan Jabatan Mufti
View through CrossRef
The appointment of a mufti amongst the women is a new issue to be discussed. Throughout the history of the institution of fatwa in Malaysia, woman has never been appointed as mufti even though there is no prohibition either in Islamic law and the laws of Malaysia which states that women cannot be appointed as mufti. This article aims to seek the views of fatwa members on the appointment of female mufti. This study is a form of qualitative study by conducting focus group interviews method on 4 persons from fatwa members namely a mufti, two deputy muftis and an officer in mufti department. Their views on the appointment of female mufti in Malaysia also obtained in form of written comments. The results from the analysis of fatwa members’ views found that women can become a mufti but the job scopes of a mufti should be defined further and adapted to the feasibility of a woman from the point of Islamic law. The appointment of female mufti also need to consider ‘uruf or custom in Malaysia. Thus, the authors concluded that a model of female mufti’s job scopes should be construct with modification from existing mufti’s jobscope if woman be appointed as a mufti in the future.
Keywords: Mufti, female, analysis, department of mufti.
Abstrak
Pelantikan mufti daripada kalangan wanita merupakan satu isu yang baru. Sepanjang sejarah institusi fatwa di Malaysia, belum pernah wanita dilantik menjadi mufti sedangkan tiada larangan yang jelas sama ada dalam hukum syarak dan undang-undang Malaysia yang menyatakan bahawa wanita tidak boleh dilantik sebagai mufti. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa pandangan beberapa jabatan mufti berkenaan pelantikan mufti di Malaysia daripada kalangan wanita. Kajian ini merupakan kajian berbentuk kualitatif dengan melaksanakan kaedah temubual secara kumpulan fokus terhadap 4 orang utama di jabatan mufti iaitu seorang mufti, dua orang timbalan mufti dan seorang pegawai di jabatan mufti. Pandangan mereka terhadap terhadap isu pelantikan mufti wanita di Malaysia juga diperolehi secara bertulis. Hasil analisis pandangan pakar melalui temubual dan secara bertulis mendapati bahawa wanita boleh menjadi mufti namun bidang tugas seorang mufti perlu didefinisikan dengan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kelayakan seorang wanita dari sudut syarak. Pelantikan mufti wanita juga perlu mengambil kira uruf dan adat di Malaysia. Justeru, penulis membuat kesimpulan bahawa satu model bidang kuasa mufti wanita perlu dibina dengan pengubahsuaian bidang kuasa mufti yang sedia ada sekiranya wanita dilantik menjadi mufti pada masa akan datang.
Kata kunci: Mufti, wanita, analisis, jabatan, mufti.
Universiti Sains Islam Malaysia
Title: Pelantikan Mufti Wanita di Malaysia: Analisis Pandangan Jabatan Mufti
Description:
The appointment of a mufti amongst the women is a new issue to be discussed.
Throughout the history of the institution of fatwa in Malaysia, woman has never been appointed as mufti even though there is no prohibition either in Islamic law and the laws of Malaysia which states that women cannot be appointed as mufti.
This article aims to seek the views of fatwa members on the appointment of female mufti.
This study is a form of qualitative study by conducting focus group interviews method on 4 persons from fatwa members namely a mufti, two deputy muftis and an officer in mufti department.
Their views on the appointment of female mufti in Malaysia also obtained in form of written comments.
The results from the analysis of fatwa members’ views found that women can become a mufti but the job scopes of a mufti should be defined further and adapted to the feasibility of a woman from the point of Islamic law.
The appointment of female mufti also need to consider ‘uruf or custom in Malaysia.
Thus, the authors concluded that a model of female mufti’s job scopes should be construct with modification from existing mufti’s jobscope if woman be appointed as a mufti in the future.
Keywords: Mufti, female, analysis, department of mufti.
Abstrak
Pelantikan mufti daripada kalangan wanita merupakan satu isu yang baru.
Sepanjang sejarah institusi fatwa di Malaysia, belum pernah wanita dilantik menjadi mufti sedangkan tiada larangan yang jelas sama ada dalam hukum syarak dan undang-undang Malaysia yang menyatakan bahawa wanita tidak boleh dilantik sebagai mufti.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisa pandangan beberapa jabatan mufti berkenaan pelantikan mufti di Malaysia daripada kalangan wanita.
Kajian ini merupakan kajian berbentuk kualitatif dengan melaksanakan kaedah temubual secara kumpulan fokus terhadap 4 orang utama di jabatan mufti iaitu seorang mufti, dua orang timbalan mufti dan seorang pegawai di jabatan mufti.
Pandangan mereka terhadap terhadap isu pelantikan mufti wanita di Malaysia juga diperolehi secara bertulis.
Hasil analisis pandangan pakar melalui temubual dan secara bertulis mendapati bahawa wanita boleh menjadi mufti namun bidang tugas seorang mufti perlu didefinisikan dengan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kelayakan seorang wanita dari sudut syarak.
Pelantikan mufti wanita juga perlu mengambil kira uruf dan adat di Malaysia.
Justeru, penulis membuat kesimpulan bahawa satu model bidang kuasa mufti wanita perlu dibina dengan pengubahsuaian bidang kuasa mufti yang sedia ada sekiranya wanita dilantik menjadi mufti pada masa akan datang.
Kata kunci: Mufti, wanita, analisis, jabatan, mufti.
Related Results
Pengaruh Transformasi Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Pemerintah Kabupaten Boalemo
Pengaruh Transformasi Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Pemerintah Kabupaten Boalemo
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh transformasi jabatan struktural ke jabatan fungsional secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Pem...
PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUBUNGAN MASYARAKAT MELALUI KEBIJAKAN INPASSING DI UNIVERSITAS PADJADJARAN
PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUBUNGAN MASYARAKAT MELALUI KEBIJAKAN INPASSING DI UNIVERSITAS PADJADJARAN
Penerapan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional Melalui P...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbe...
PENGALIHAN JABATAN STRUKTURAL KE JABATAN FUNGSIONAL : SUATU ANALISA KOMPENSASI ATAS PENGHAPUSAN JABATAN ESELON III DAN IV DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR
PENGALIHAN JABATAN STRUKTURAL KE JABATAN FUNGSIONAL : SUATU ANALISA KOMPENSASI ATAS PENGHAPUSAN JABATAN ESELON III DAN IV DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR
This research analyze the reposition of employee orientation from struktural to functional position. This research focus on compensation or income received by civil servants who ar...
Usulan Perancangan Take Home Pay Berdasarkan Evaluasi Jabatan Menggunakan Metode Cullen Egan Dell (CED)
Usulan Perancangan Take Home Pay Berdasarkan Evaluasi Jabatan Menggunakan Metode Cullen Egan Dell (CED)
Abstract. Determining salary or wages for each position in a particular company, especially in PT. X is not an easy task to do since there is no definitive, complete, exact and acc...
Praktis Pelantikan Penolong Amil Institusi Pengajian Tinggi di Selangor
Praktis Pelantikan Penolong Amil Institusi Pengajian Tinggi di Selangor
Pelantikan Institusi Pengajian Tinggi (IPT) sebagai penolong amil telah sekian lama dilaksanakan di negeri Selangor. Pelantikan ini merupakan satu bentuk desentralisasi ...
Reaksi Abnormal Return Dan Trading Volume Activity Saham Indeks LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Sebelum Dan Sesudah Pelantikan Presiden 2024
Reaksi Abnormal Return Dan Trading Volume Activity Saham Indeks LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Sebelum Dan Sesudah Pelantikan Presiden 2024
Pasar modal Indonesia sangat responsif terhadap berbagai peristiwa, termasuk faktor non-ekonomi seperti politik. Pelantikan Presiden Republik Indonesia tahun 2024 menjadi peristiwa...

