Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pandangan Penonton Tentang Wayang Kulit di Kanal Youtube

View through CrossRef
Menonton pertunjukan wayang kulit  memerlukan penghayatan cukup dalam. Muatan nilai-nilai dalam pagelaran wayang menggambarkan nilai-nilai kehidupaan sehari-hari di masyarakat, menempatkan diri pada tempat yang telah ditentukan oleh Tuhan. Peran Dalang sangat besar untuk mensosialisasikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita wayang kulit agar bisa diterima dan diresapi penonton, menjadi tuntunan hidup manusia pada umumnya. Beberapa tahun terakhir penonton wayang mulai sepi. Tetapi kini, wayang kulit di upload lewat Youtube, dalam format YouTube ini muncul istilah dalang viral. Dalang yang dianggap paling viral saat ini adalah Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta, karena memiliki paling banyak penggemar dan paling laris. Riset mengenai fenomena Dalang Seno yang sedang viral di Youtube, yang mengangkat persoalan bagaimana pengalaman penonton dalam menonton wayang kulit melalui YouTube memahami nilai-nilai sosial dalam pertunjukan wayang kulit Ki Seno Nugroho? Menggunakan metode fenomenologi, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa, Dalang Seno memiliki kemampuan membangun cerita secara ringkas (padat), menceritakan perlawanan “abdi” terhadap raja, sehingga tidak membosankan, membangun gending garapan, tanpa tambahan musik modern, yang menarik. Pagelaran wayang melibatkan semua unsur, yaitu melibatkan dialog saat adegan “limbukan” atau “adegan goro-goro”, antara Dalang, Pesinden, Pengrawit, Crew film. Performansi dalang Seno dari dialog, sabetan, selalu menarik perhatian penonton. Jadi Dalang Seno mengutamakan pertunjukan wayang kulit dominan sebagai fungsi menghibur, sehingga nilai-nilai sosial yang disimbolkan dari wayang kulit tidak menonjol.
Title: Pandangan Penonton Tentang Wayang Kulit di Kanal Youtube
Description:
Menonton pertunjukan wayang kulit  memerlukan penghayatan cukup dalam.
Muatan nilai-nilai dalam pagelaran wayang menggambarkan nilai-nilai kehidupaan sehari-hari di masyarakat, menempatkan diri pada tempat yang telah ditentukan oleh Tuhan.
Peran Dalang sangat besar untuk mensosialisasikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita wayang kulit agar bisa diterima dan diresapi penonton, menjadi tuntunan hidup manusia pada umumnya.
Beberapa tahun terakhir penonton wayang mulai sepi.
Tetapi kini, wayang kulit di upload lewat Youtube, dalam format YouTube ini muncul istilah dalang viral.
Dalang yang dianggap paling viral saat ini adalah Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta, karena memiliki paling banyak penggemar dan paling laris.
Riset mengenai fenomena Dalang Seno yang sedang viral di Youtube, yang mengangkat persoalan bagaimana pengalaman penonton dalam menonton wayang kulit melalui YouTube memahami nilai-nilai sosial dalam pertunjukan wayang kulit Ki Seno Nugroho? Menggunakan metode fenomenologi, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa, Dalang Seno memiliki kemampuan membangun cerita secara ringkas (padat), menceritakan perlawanan “abdi” terhadap raja, sehingga tidak membosankan, membangun gending garapan, tanpa tambahan musik modern, yang menarik.
Pagelaran wayang melibatkan semua unsur, yaitu melibatkan dialog saat adegan “limbukan” atau “adegan goro-goro”, antara Dalang, Pesinden, Pengrawit, Crew film.
Performansi dalang Seno dari dialog, sabetan, selalu menarik perhatian penonton.
Jadi Dalang Seno mengutamakan pertunjukan wayang kulit dominan sebagai fungsi menghibur, sehingga nilai-nilai sosial yang disimbolkan dari wayang kulit tidak menonjol.

Related Results

Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Masyarakat Jawa sejak dulu sampai sekarang, merasa diri bagian dari sistem dunia, hingga merasa wajib memayu hayuning bawana dalam bidang apapun termasuk budaya seni wayang, agar d...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...

Back to Top