Javascript must be enabled to continue!
PELAKSANAAN PUJA TRI SANDYA DI DESA PAKRAMAN BANYUSERI
View through CrossRef
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kulitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk, fungsi dan makna dari Pelaksanaan Puja Tri Sandya pada masyarakat di Desa Pakraman Banyuseri, apa saja hambatan yang ditemui umat dalam pelaksanaan persembahyangan Puja Tri Sandya, serta solusi apa saja yang dapat diambil agar pelaksanaan Puja Tri Sandya dapat dilaksanakan sesuai anjuran yang telah ditetapkan. Informan ditentukan berdasarkan Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data meliputi: proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil wawancara yang dikaji dengan Teori Religi, Teori Struktural Fungsionalisme, Teori Makna, Teori Fungsi, dan Teori Konflik bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Puja Tri Sandya pada masyarakat di Desa Pakraman Banyuseri. Bentuk pelaksanaan Puja Tri Sandya di Desa Pakraman Banyuseri secara bersama-sama dalam keseharian maupun upacara keagamaan sudah berjalan dengan baik. Namun untuk pelaksanaan secara pribadi-pribadi oleh umat setiap harinya masih perlu peningkatan. Pelaksanaan ditetapkan sebanyak tiga kali dalam sehari (pagi hari, siang hari dan sore hari). Terkadang umat melaksanakan persembahyangan Puja Tri Sandya ini tidak sesuai dengan waktu tersebut, mengingat perbedaan situasi dan kondisi pekerjaan yang beragam. Pelaksanaan Puja Tri Sandya merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Bhakti Marga. Adapun pelaksanaannya memiliki beberapa fungsi, yaitu: fungsi spiritual, fungsi ritual, fungsi simbolik, fungsi harmonisasi dan fungsi sarana. Makna yang terkandung di dalamnya meliputi makna spiritual, makna religious, makna logis, makna sosial, dan makna simbolik. Solusi yang dapat diambil agar pelaksanaan persembahyangan Puja Tri sandya berjalan dengan baik sesuai dengan yang sudah ditetapkan adalah dengan memberikan pengarahan atau himbauan kepada umat, agar melaksanakan Puja Tri Sandya dengan sungguhsungguh dan mampu mengajak umat agar dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dimiliki.
Title: PELAKSANAAN PUJA TRI SANDYA DI DESA PAKRAMAN BANYUSERI
Description:
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kulitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk, fungsi dan makna dari Pelaksanaan Puja Tri Sandya pada masyarakat di Desa Pakraman Banyuseri, apa saja hambatan yang ditemui umat dalam pelaksanaan persembahyangan Puja Tri Sandya, serta solusi apa saja yang dapat diambil agar pelaksanaan Puja Tri Sandya dapat dilaksanakan sesuai anjuran yang telah ditetapkan.
Informan ditentukan berdasarkan Purposive Sampling.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara.
Analisis data meliputi: proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil wawancara yang dikaji dengan Teori Religi, Teori Struktural Fungsionalisme, Teori Makna, Teori Fungsi, dan Teori Konflik bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Puja Tri Sandya pada masyarakat di Desa Pakraman Banyuseri.
Bentuk pelaksanaan Puja Tri Sandya di Desa Pakraman Banyuseri secara bersama-sama dalam keseharian maupun upacara keagamaan sudah berjalan dengan baik.
Namun untuk pelaksanaan secara pribadi-pribadi oleh umat setiap harinya masih perlu peningkatan.
Pelaksanaan ditetapkan sebanyak tiga kali dalam sehari (pagi hari, siang hari dan sore hari).
Terkadang umat melaksanakan persembahyangan Puja Tri Sandya ini tidak sesuai dengan waktu tersebut, mengingat perbedaan situasi dan kondisi pekerjaan yang beragam.
Pelaksanaan Puja Tri Sandya merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Bhakti Marga.
Adapun pelaksanaannya memiliki beberapa fungsi, yaitu: fungsi spiritual, fungsi ritual, fungsi simbolik, fungsi harmonisasi dan fungsi sarana.
Makna yang terkandung di dalamnya meliputi makna spiritual, makna religious, makna logis, makna sosial, dan makna simbolik.
Solusi yang dapat diambil agar pelaksanaan persembahyangan Puja Tri sandya berjalan dengan baik sesuai dengan yang sudah ditetapkan adalah dengan memberikan pengarahan atau himbauan kepada umat, agar melaksanakan Puja Tri Sandya dengan sungguhsungguh dan mampu mengajak umat agar dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dimiliki.
Related Results
Pengaruh Kebijakan Pemberian Kredit Tabur Puja Dan Pelaksanaan Kredit Tabur Puja Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Pada 27 Posdaya Di Jabodetabek
Pengaruh Kebijakan Pemberian Kredit Tabur Puja Dan Pelaksanaan Kredit Tabur Puja Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Pada 27 Posdaya Di Jabodetabek
Pengaruh Kebijakan Pemberian Kredit Tabur Puja Dan Pelaksanaan Kredit Tabur Puja Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Pada 27 Posdaya Di Jabodetabek Abstrak Secara garis besar tujuan ...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENGAMBIL KREDIT DI LPD DESA PAKRAMAN TONJA DENPASAR UTARA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENGAMBIL KREDIT DI LPD DESA PAKRAMAN TONJA DENPASAR UTARA
Provinsi Bali selain memiliki kelurahan dan desa yang bersifat administratif, juga memiliki desa-desa yang mempunyai sifat otonomi asli dengan sebutan desa Pakraman. Ciri khas desa...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
PERANAN DAN PEMBERDAYAAN DESA PAKRAMAN UNTUK MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI BALI
PERANAN DAN PEMBERDAYAAN DESA PAKRAMAN UNTUK MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI BALI
Peran dan pemberdayaan desa pakraman unluk menimiang kegiatan kepariwisataan di Bali , berkaitan dengan peran dan pemberdayaan lembaga tradisional lainnya yang melakukan polisentri...
KETERLIBATAN PARA AKTOR DALAM PENGENDALIAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN (STUDI KASUS DI KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI)
KETERLIBATAN PARA AKTOR DALAM PENGENDALIAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN (STUDI KASUS DI KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI)
<p>ABSTRACT<br />The purpose of this research is to know how the role of government actors, private or investors and indigenous institutions (Subak and Pakraman) in the...
EKSISTENSI TARI BARIS IDIH-IDIH DI DESA PAKRAMAN PATAS, DESA TARO, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR
EKSISTENSI TARI BARIS IDIH-IDIH DI DESA PAKRAMAN PATAS, DESA TARO, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR
<p>Hinduism is the oldest religion whose existence follows the region it occupies. In the daily life of the Hindu community in every village Pakraman carry out yadnya activit...
NILAI PENDIDIKAN PADA PUJA TRI SANDYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA
NILAI PENDIDIKAN PADA PUJA TRI SANDYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA
Abstract: This qualitative study examines the implementation of the Puja Tri Sandya ritual as a local wisdom-based character education strategy at SMAN 11 Konawe Selatan, Southeast...
PROFIL DESA PAKRAMAN BULIAN
PROFIL DESA PAKRAMAN BULIAN
Program IPTEKSS bagi Masyrakat (IbM) di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tahun 2011 yang mengambil lokasi pelaksanaan kegiatan di Desa Bulian bertujuan untuk membuat sebu...

